Sent from Samsung Mobile
[email protected] wrote:
Rentetan sampai terjadi gugatan ke MK:
waktu sidang pleno DPR bicara APBN terkait usulan kenaikan harga bbm, hasil
sidang ada penambahan pasal di UU APBN 2012, apa yg terjadi selanjutnya . . .
Prof Yusril dg beberapa orang langsung ke MK utk minta uji materi (yudicial
review) atas keputusan DPR yg menjadi produk hukum tsb. Selanjutnya diikuti
oleh Muhammadiyah yg mengatakan akan melakukan uji materi UU Migas no 22/01 ke
MK, Muhammadiyah waktu menyampaikan gugatannya bersama dg ormas2 Islam lainnya
spt NU dan Hisbut Tahir, malah ada solidaritas juru parkir juga ikut mengajukan
gugatan ke MK dan yg memutuskan bukan cuma Machfud MD tapi ada 9 hakim,
kebetulan Machfud sbg ketua jadi merangkap juru bicara
Itu lhoh kang Yudi, kalau dinalar mbok yang kumplit rentetan
peristiwanya....... Kalau diambil sepotong2 terus muncul issue tuduhan bisik
membisik.
Ini saya copas dari pernyataan Din Samsudin bahwa "UU Migas berdampak sistemik
pd kehidupan rakyat serta keuangan negara ": #Setiap kebijakan yg tdk sesuai dg
putusan MK th 2003 yg menyatakan harga minyak tdk boleh diserahkan harga pasar,
adalah melanggar UU. Din menilai pemberlakuan UU Migas berdampak sistemik pd
kehidupan rakyat serta keuangan negara sehingga hrs direvisi. (Kompas 30 maret)#
Kalau melihat milesstone gugatan, bukan soal para penggugat menggeluti bidang
migas atau tidak, tetapi mayoritas mereka menggeluti kemaslahatan umat, dan
secara umum masyarakat.
Lam Salam,
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________
From: Eko Prasetyo <[email protected]>
Date: Mon, 19 Nov 2012 07:35:05 +0800
To: <[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Ketua MUI: BP Migas Memang Harus Bubar karena Pro
Asing!
Oh well well, emang salah kaprah merujuk ke orang yang bukan ahlinya....yang
muncul hanya opini :)
Mungkin MUI memang bagian dari yang minta BP MIGAS bubar, tapi yang memutuskan
kan akhirnya ahli hukum.
________________________________
Keep it on screen - think before you print
________________________________
Any information in this email is confidential and legally privileged. It is
intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed
and others authorized to receive. If you receive this e-mail in error, please
reply this e-mail or call +6221 2995 4777 then delete this email including any
attachment(s) from your system since any disclosure, copying, distribution or
taking any action in reliance on such contents is strictly prohibited.
MedcoEnergi does not accept liability for damage caused by any of the
foregoing. This e-mail is from MedcoEnergi Companies (www.medcoenergi.com).