Masih banyak makanan yang mengandung Boraks, misalnya Bakso, lontong, kupat dll, krupuk juga termasuk biar mengembang. Kalau pingin aman ya buatan sendiri. 0710
--- Pada Sel, 20/11/12, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: Re: Bls: [iagi-net-l] Kisah pindahnya sungai brantas. Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 20 November, 2012, 5:39 PM Bleng itu bahasa populernya ya Boraks pak Luthfi, biasanya di pengrajin krupuk kalo di tanya "niku dipun sukani boraks bothen nggih" boten pak tapi damel "bleng" YES you are Salam Avi Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Tue, 20 Nov 2012 08:27:11 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Kisah pindahnya sungai brantas. Lho opo Mas Liamsi ini asalnya dari daerah sekitar purwodadi ? Kalau air bleng dari sekitar bledug kuwu, di wilayahnya makam ki Ageng Selo yang bisa nangkap petir dan dicancang/diikat di pohon apa lupa namanya air bleng ini pas asin dan komposisi lainnya untuk bikin krupu puli/kendar yg the best in the world. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Ismail" <[email protected]> Date: Tue, 20 Nov 2012 08:10:12 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Kisah pindahnya sungai brantas. Pak Band , nek ditempatku bleng ini namnaya Lengo Cetitet bikin buat Karak { krupuk beras } rasanya renyah asin nikmat kalau dimakan sambil minum teh gopek di poci dg gula batu namanmya teh Ginastel apalgi kalau musim hujan bisa kemepyar , sampai sekarang aku dirumah selalu ada Karak ini bahkan nyimpan air Beleng itu Sent by Liamsi's Mobile Phone -----Original Message----- From: "Bandono Salim" <[email protected]> Date: Tue, 20 Nov 2012 07:50:56 To: Iagi<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Kisah pindahnya sungai brantas. Bener juga crita "bledug Kuwu" setelah ular besar anaknya Aji Saka selesaikan tugas membunuh dewata cengkar di laut selatan. Waktu kembali kedaratan sering muncul kepermukaan dgn hasil bledug kuwi, api abadi mrapen, dan sumber air asin "bleng" untuk membuat "rice cracker" (karak). Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Awang Satyana <[email protected]> Date: Tue, 20 Nov 2012 15:25:13 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Bls: [iagi-net-l] Kisah pindahnya sungai brantas. Pak Bandono, Terima kasih ceritanya. Cerita rakyat, atau legenda, atau kenyataan ini dalam ilmu folklore harus diteliti latar belakangnya mengapa cerita ini sampai terjadi. Bila menyangkut peristiwa2 fisik seperti yang Pak Bandono ceritakan, tidak bisa diabaikan. Pindahnya Sungai Brantas seperti itu bisa merupakan suatu peristiwa geologi dan orang2 mengenangnya melalui cerita rakyat. Dalam ilmu folklore itu namanya "zwischen dichtung und wahrheit" - antara cerita dan kenyataan. Suatu cerita itu bisa dilatarbelakangi suatu kenyataan. Saya menggunakan pendekatan yang sama ketika menganalisis cerita rakyat Sidoarjo yang berkembang pada zaman Jenggala, "Timun Mas" yang menceritakan suatu kejadian gunung lumpur seperti LUSI, dipublikasikan di pertemuan IAGI dan HAGI 2007. Salam, Awang --- Pada Sel, 20/11/12, Bandono Salim <[email protected]> menulis: > Dari: Bandono Salim <[email protected]> > Judul: [iagi-net-l] Kisah pindahnya sungai brantas. > Kepada: "Iagi" <[email protected]> > Tanggal: Selasa, 20 November, 2012, 7:01 AM > Ini kisah jaman dulu, mau percaya > silakan tidak juga ndak apa2. > > Ketika itu Sunan Bonang mau ke Kediri, disertai 2 santri. > Sampai Kertosono terhalang banjir Brantas. Setelah > menyeberang merek melihat agama apa yang berkembang di > sana. > Ternyata Budha hanya sekedar, Islam mau masuk. Penduduk > menyebit agama Kalang, dbawa Bandung Bandawasa. > Sunan Bonang bilang: kalau begitu orang disini beragama > Gedah, artinya tidak hitan tidak putih, maka daerah ini > pantas di namai Desa Gedah. Sampai sekarang nama ini masih > ada. > Saat itu menjelang dzuhur, Sunan berkata: carilah air bersih > ke pedesaan, sungai masih banjir, airnya kotor bila diminum > membuat sakit perut, ini sudah waktunya solat dzuhur, aku > akan wudlu untuk solat" > Satu santri pergi, sampai desa Patuk, ada rumah sepi, yang > ada seorang gadis sendirian sedang menenun. Si santri datang > dan meminta air : " nona, saya minta air bersih yang > bening". Gadis terkejut dan salah paham, dikira santri tadi > akan menggangu dan menggoda, maka jawabnya kethus dan jorok: > "kamu lewat sungAi kok datang pakai minta air bersih segala. > Di sini tidak ada orAng menyimpAn air bersih, kecuali > kencing saya ini yang bening. Minumlah kalau kamu mau" > Mendengar jawaban demikian santri tadi pergi tanpa pamit dan > melapor ke Sunan Bonang. Sunan jadi marah sampai mengutuk, > di tempat itu dikutuknya mahal air, perwan dan jejaka jangan > kawin sebelum tua. > Karena kesaktian Sunan, kutukan tadi membuat sungai brantas > seketika alirannya menjadi kecil, aliran air yang besar > bebelok menerabas desa, hutan, sawah dan ladang. Banyak desa > yang rusak diterjang aliran air yang pindah. Aliran yang > besar tadi seketika kering. Sampai sekarang daerah Gedah > sulit air. > Sunan Bonang terus ke Kediri. > > Itu kisah singkatnya. > Mau ditelusuri? Hehe aku belum pernah ke sana. > Ada kenalan dari kediri kalo ketemua aku mau tanya. > Believe it or not, terserah Anda. > > Itu Mas Awang sedikit kisah pindahan kali brantas. > > Salam. > Powered by Telkomsel BlackBerry® -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- "JCM HAGI-IAGI 2013 MEDAN, 28-31 Oktober 2013" -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

