Ok awak melok mas Agus Irianto. Kalau pak Ketum setuju IAGI bikin rekening sendiri utk punya Kantor IAGI, dan mulai bikin planing dan budgetingnya. Saya yakin rekan-2 IAGI banyak yg akan bantu. Boleh kita bantu utk mendorong rekan2 IAGI yg tk bergabung dalam milist ini, insyaallah didukung oleh beliau-2. Jangan kalah sama PERHAPI dong, sudah punya kantor sendiri. PERHAPI perlu dicontoh, setiap mengadakan acara pasti punya untung, sehingga kas nya sudah EM-EM an, cukup bangga sebagai anggota PERHAPI juga. Nggak tahu kasnya IAGI jagan-2 juga sudah EM-EM an, maklum nggak pernah lihat laporan keuangannya. Mohon maaf.
Salam Aak ________________________________ Dari: Agus Irianto <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Jumat, 25 Januari 2013 11:23rekan-2 IAGI yg tdk ter Judul: Re: [iagi-net] Sebutir Beras Setujuuuuu......ayooo kita dukung IAGI nyumbang utk bikin ktr sendiri.......bismillah ikhlas mari kita mulai .....aku nyumbang 500rb saja dulu ya....di transfer ke rekening mana ini... pak dhe RDP.....?!?..............saluut utk idenya mas Hadiyanto Sapardi dan mas Bandono Salim.....smg IAGI bisa semakin jaya dan mandiri. Salam, Agus Irianto ________________________________ From: Bandono Salim <[email protected]> To: Iagi <[email protected]> Sent: Friday, January 25, 2013 10:48 AM Subject: Re: [iagi-net] Sebutir Beras Kalo kita selalu mebesarkan hutang hahaha Hanya untuk dibilang maju Dan jang dapat hutang hanya yang dipercaya Padahal diperas habis Semua minyak, tambang dll Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: Hadiyanto Sapardi <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Fri, 25 Jan 2013 11:25:20 +0800 (SGT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [iagi-net] Sebutir Beras MUTIARA PAGI. "Sebutir Beras". Sblm RRC besar spt saat ini, dia pernah mengalami kemiskinan. Dgn jmlh penduduk yg berjumlah 1 milyar pd saat itu, tidaklah mudah bagi pemerintah Cina utk mensejahterakan rakyatnya. Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat Uni Soviet, menjadi gantungannya. Alkisah suatu hari terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu dgn pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet, "Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap tak akan mampu membayar hutangnya." Ucapan yg sangat menyinggung perasaan rakyat Cina itupun disampaikan Mao kpd rakyatnya dgn cara menyiarkannya lewat siaran radio secara terus menerus dari pagi hingga mlm ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina utk bangkit dan melawan penghinaan tsb dgn berkorban. Ajakan Mao kpd rakyatnya adlh menyisihkan 1 butir beras, ya, hanya 1 butir beras utk setiap anggota keluarga, setiap kali mrk akan memasak. Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah utk dijual. Uangnya digunakan utk membayar hutang kpd negara pemberi hutang, yg tlh menghina mereka. Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mrk ke Sovyet dlm waktu yg sangat cepat. Keterhinaan yg mendalam tlh membangkitkan rasa nasionalisme Cina utk bangkit melawan hinaan tsb dgn tindakan nyata, bkn hanya pidato atau upacara di stadion besar. Saudaraku, sering kita silau oleh hal-2 bsr namun seringkali mengabaikan kekuatan dari hal kecil namun dilakukan dg sepenuh hati. Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat. Bisakah kita berjuang dg sepenuh hati mulai dari diri kita sendiri spt yg dilakukan olh org2 china tsb, sehingga kemiskinan yg ada dinegara kita bisa terkikis habis? Jawabnya ada didirikita masing2. Semoga IAGI bisa meneladani apa yag dilakukan China, sehingga bisa mempunyai KANTOR SENDIRI YANG PERMANEN dan MANDIRI. Selamat pagi. Tetap SEMANGAT. Salam-Aak. Powered by Telkomsel BlackBerry®

