Yth Bpk. Bandono Salim, Sepanjang yg pernah saya pelajari, bhw : East African Rift Zone itu adalah "Divergent Continent-continent", Jadi bukan hasil "transform continent-continent".
Tapi "San Andreas fault (California, U.S)" itu adalah : "transform continent-continent". Semoga Pak Awang bisa memberikan pencerahan yg lebih detail. Salam, Godang.S Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Bandono Salim" <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Mon, 4 Feb 2013 04:47:20 To: Iagi<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] BACK TO BASIC # 5 ? YANG TERJADI PADA SUATU KONVERGENSI LEMPENG-LEMPENG Kalau transform di kerak samodra dpt terbentuk, logikanya di benua juga ada. Apakah "great african rift zone" itu satu diantara transform di benua? Mekanismenya bgmana? Adakah transform yang memotong krk benua dan samodra terjadi bersamaan pada satu garis? Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: godang shaban <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Mon, 4 Feb 2013 11:55:17 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] BACK TO BASIC # 5 ? YANG TERJADI PADA SUATU KONVERGENSI LEMPENG-LEMPENG ikut nimplung dan ikut belajar. Pak Chusni Ansori, mungkin attach file : Understanding Earth (A Dynamic and Evolving Planet).jpg bisa menjawab pertanyaan Bpk. dimana Oceanic-oceanic (Kerak Samudra-Samudra) bisa menghasilkan "Subduction Zone" yg kita sebut dgn "Oceanic-oceanic convergent plate boundary" yg akhirnya menghasilkan "Island Arc (Busur Kepulauan)" Contohnya : "Kepulauan Mariana (U.S.) yg dilautan pacific" merupakan salah satu bukti dari hasil Oceanic-oceanic convergent plate boundary. Salam, Godang.S 2013/2/4 chusni ansori <[email protected]>: > Yth P. Awang > Kalau menyimak poit -1, tulisan Bpk ada 3 tipe utama konvergensi lempeng, > dimana 2 tipe (samudera-benua, samudera-samudera) menghasilkan subduksi dan > benua-benua menghasilkan collision. Jika samudera-benua menghasilkan > subduksi OK, benua-benua menghasilkan collison OK, tapi bagaimana > samudera-samudera menghasilkan subduksi... ? karena berat jenis keduanya > sama. Di daerah prisma akresi, setahu saya ada bagian depan, puncak dan > belakang (buritan)... bagaimana kita bisa membedakannya dari ciri batuannya > (mestinya kan semuanya melange) > > Nuhun > Chusni > > > > ________________________________ > From: "[email protected]" <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Saturday, February 2, 2013 3:49 PM > Subject: Re: [iagi-net] BACK TO BASIC # 5 ? YANG TERJADI PADA SUATU > KONVERGENSI LEMPENG-LEMPENG > > Dear Pak Awang, > > Menarik sekali membaca tulisan Bapak. > > Mengenai point ke-6, dikatakan bahwa: > "Magma digenerasikan di zona penunjaman pada kedalaman 100-200 km..." > > Saya sedikit kuatir jika kalimat diatas akan ditafsirkan menjadi: bahwa > generasi magma akan terjadi pada kedalaman berapa pun asalkan diantara > rentang tersebut. > > Jika kita mengacu pada paper Uto dan Tatsumi (1996), maka yang sebenarnya > terjadi adalah: > 1. Pada kedalaman ~110 km akan terjadi dehidrasi mineral amfibol dan > klorit yang aman menghasilkan magma (relatif besar secara volumetrik) dan > menjadi cikal bakal trench side volcanic chain. > > 2. Pada kedalaman ~180 km akan terjadi dehidrasi mineral plogopit yang > aman menghasilkan magma (relatif kecil secara volumetrik) dan menjadi > cikal bakal back arc side volcanic chain. > > Point dari paper uto dan Tatsumi (1996) juga menjadi sebuah penegasan > bahwa generasi magma terjadi pada kedalaman yang sama, sehingga istilah > arc-trench gap -ATG muncul kemudian dan benar adanya. > > > Salam, > Mirzam A > >> Indonesia adalah wilayah yang secara geologi merupakan pertemuan >> lempeng-lempeng litosfer (konvergensi). Maka kesepuluh ciri konvergensi >> lempeng ini semuanya telah terjadi dan akan terjadi di Indonesia. >> >> Beberapa fakta/konsep di bawah tidak jarang kita kelirukan memahaminya, >> mari kita coba pahami lagi dengan benar. >> >> 1. Batas-batas lempeng konvergen adalah zona-zona tempat lempeng-lempeng >> litosfer bertemu. Terdapat tiga tipe utama interaksi lempeng konvergen: >> (a) konvergensi antara dua lempeng samudera, (b) konvergensi antara >> lempeng benua dan lempeng samudera, dan (c) benturan (collision) dua >> lempeng benua. Konvergensi (a) dan (b) akan menyebabkan penunjaman >> (subduction) lempeng samudera ke dalam mantel. >> >> 2. Suatu collision antarbenua akan didahului oleh subduction lempeng >> samudera di bawah satu benua. Samudera kemudian semakin menyempit oleh >> semakin mendekatnya kedua benua dan akhirnya tertutup ketika kedua benua >> berbenturan. Dalam proses benturan, sebagian kerak samudera akan lepas >> dari lempeng samudera, dan menumpu kepada satu benua dalam proses >> obduction. Jalur penutupan samudera atau jalur obduction ini dikenal >> sebagai suture benturan. >> >> 3. Kebanyakan zona penunjaman memiliki morfologi tektonik dari arah >> samudera ke arah benua sebagai berikut: tinggian di luar palung (outer >> swell), palung, busur nonmagmatik (prisma akresi, melange), cekungan depan >> busur (forearc basin), busur magmatik, dan cekungan belakang busur >> (backarc basin). Secara kontras, benturan antarbenua menghasilkan jalur >> lebar pegunungan lipatan dan tersesarkan yang terletak di zona benturan. >> >> 4. Penunjaman litosfer samudera menghasilkan zona gempa yang miring dan >> sempit, zona Wadati-Benioff, yang menerus sampai kedalaman lebih dari 600 >> km. Zona lebar gempa dangkal terjadi di wilayah benturan benua. >> >> 5. Deformasi kerak di zona penunjaman menghasilkan melange di forearc dan >> ekstensi atau kompresi di wilayah busur volkanik dan belakang busur. >> Benturan benua selalu dicirikan oleh kompresi lateral yang kuat yang >> menyebabkan pelipatan dan sesar anjak (thrust faulting). >> >> 6. Magma digenerasikan di zona penunjaman pada kedalaman 100-200 km oleh >> proses dehidrasi kerak samudera yang menyebabkan peleburan sebagian mantel >> di atasnya. Andesit dan magma asam lainnya yang seringkali tererupsi >> secara eksplosif adalah magma khas batas lempeng konvergen. Di tempat >> dalam, pluton-pluton diorit-granit terbentuk. Di zona benturan benua, >> magma tidak terlalu banyak, didominasi oleh granit, dan mungkin berasal >> dari peleburan kerak benua yang ada (anateksis). >> >> 7. Dari zaman ke zaman pada suatu konvergensi lempeng yang menerus, jalur >> penunjaman akan semakin maju ke arah samudera karena benua semakin melebar >> oleh proses akresi konvergensi sebelumnya, tetapi jalur volkanik atau >> magmatik belum tentu mengikuti perpindahan jalur penunjaman yaitu maju ke >> arah samudera. Perpindahan jalur volkanik/magmatik akan ditentukan oleh >> kemiringan zona Wadati-Benioff. Bila zona Wadati Benioff semakin curam, >> jalur volkanik/magmatik akan semakin mendekati jalur penunjaman. Bila zona >> Wadati Benioff semakin landai, jalur volkanik/magmatik akan semakin >> menjauhi jalur penunjaman. >> >> 8. Rumpang busur volkanik/magmatik - palung (arc-trench gap -ATG) adalah >> jarak antara busur magmatik/volkanik dan palung. ATG akan semakin lebar >> bila kemiringan zona Wadati-Benioff semakin landai. ATG akan semakin >> sempit bila kemiringan zona Wadati-Benioff semakin curam. Curam dan >> landainya zona Wadati-Benioff ditentukan oleh tua dan mudanya umur lempeng >> samudera. Penunjaman akan landai bila umur lempeng samudera muda (< 50 >> juta tahun), dan akan curam bila umurnya tua (>50 juta tahun) >> >> 9. Metamorfisme di zona penunjaman menghasilkan fasies metamorfik LTHP >> (low-temperature?high-pressure) di dekat palung, dan fasies metamorfik HT >> (higher-temperature) di dekat busur magmatik. Jalaur lebar batuan metamorf >> yang terdeformasi kuat mencirikan wilayah posisi benturan benua. >> >> 10. Benua-benua tumbuh melebar (continental growth) karena batuan >> kaya-silikat berdensitas rendah ditambahkan kepada kerak benua pada >> batas-batas lempeng konvergen melalui proses terrane accretion. >> >> Ciri-ciri konvergensi lempeng tidak hanya kesepuluh ini, silakan >> ditambahkan. >> >> salam, >> Awang >> > > > >

