Betuuuul sekali, Pengelola Jalan Tol jangan asal menyalahkan petani, bicara
dulu data yang ada, baru ngomong, ini barusaja terjadi longsor secepat itu
keluar statement. Menurut pengamatan saya bahwa jalur jalan tol Cipularang
ini KM 78 - s/d KM 102 adalah daerah yang rawan gerakan tanah. Gerkana
tanah pada jalur ini ada 3 katagori :
1. Gerakan Tanah Longsoran tebing (ini yang terjadi Selasa 12 Peb 2013),
longsoran tebing ini tidak mengancam konstruksi jalan tol, hanya material
longsoran yang menimbun ruas jalan tol, jadi penanganannya lebih mudah,
tinggal bersihkan material longsoran selesai. Tetapi jenis longsoran ini
juga dapat mengancam pengguna jalan tol, karena longsoran jenis ini
datangnya tiba2 (mendadak).
2.Gerakan Tanah yang terjadi pada tubuh jalan tol itu sendiri, karena di
ruas jalan tol dari KM 78 - KM 102 ini banyak konstruksi timbunan contohnya
(KM 93 -94)., penanganan gerakan tanah ini lebih sulit dari yang type 1,
karena sudah menyangkut aspek teknis konstruksi jalan, disini yang kita
bahas betul2 kondisi geologi teknik dan mekanika tanah dan batuan.
3.Gerakan tanah yang mengancam tebing dan tubuh jalan tol. Jenis ini yang
paling berbahaya dan perlu pemantauan secara kontinu di lokasi2 tertentu.

PENYEBAB GERAKAN TANAH DI JALUR JALAN TOL CIPULARANG
1 Kondisi Geologi ; jenis batuan, tebal tanah pelapukan dan kemiringan
lereng.
2.Kondisi jumlah curah hujan, sifat mekanik tanah dan batuan
3.Tata kelola keairan (saluran drainase dll)
4.Kondisi tata guna lahan

Jadi terjadinya longsoran atau gerakan tanah pada umumnya adalah perpaduan
dari beberapa faktor penyebab gerakan tanah diatas, yang secara sinergi
menyebabkan terjadinya gerakan tanah. Sedangkan yang menjadi pemicu pada
setiap kejadian gerakan tanah ber beda2. Untuk penyebab gerakan tanah jenis
longsoran tebing yang terjadi pada tgl 12 Peb 2013 di KM 99.400,
kemungkinan pemicunya adalah Curah hujan. Tetapi harus kita cermati
penyebabnya, apakah sistim perkuatan lereng yang kurang tepat (belum
benar), kemiringan lereng yang terjal ?, tata kelola air nya seperti apa ?,
kemudian tata guna lahan. Jadi untuk mengetahui penyebab terjadinya
longsoran tebing tersebut perlu penelitian yang seksama. ,

Wass
Gatot MS/Bandung .


Pada 13 Februari 2013 21.36, Ai <[email protected]> menulis:

> Sebaiknya email kang Yayang ini diforward ke Jasamarga dan yg bersangkutan
> (Dir.Ops)
>
> Ai
>
> Sent from my iPhone
>
> On 13 Feb 2013, at 07:30, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote:
>
> Longsor Cipularang: Jangan keburu Salahkan Petani!
>
> Andang Bachtiar
>
> Terlalu dini dan menggampangKan dan terkesan cari Kambinghitam sembarangan
> kalau pihak Jasamarga (Dit Ops: Hasanuddin dlm wwncara dg ElShinta pagi ini
> 13Feb jam 07:00) menyimpulkan longsornya tebing jalan tol Cipularang Km
> 100+300 disebabkan pembuKaan lahan oleh petani/penduduK di daerah hulu/atas
> nya shg membuat run-off lebih besar Ke area tsb membebani massa
> tanah/batuan di tebing mrk.
>
> Mustinya kita para insinyur dan geotchnician introspeksi dulu melihat dan
> mengevaluasi konstruksi penanganan longsor serupa di tempat yg sama 8th yg
> lalu: apakah ada kekurangan? apakah ada area kritis pergerakan tanah yg
> terlewati yg luput tidak diperkuat - digrouting? apakah patahan dan bidang
> gelinciran lempung Subang di situ benar2 hanya yg kita ketahui 8th lalu
> atau sudah berkembang meluas atau memang dr asalnya memang lebih luas tp
> tidak kita capture pd waktu itu? dsb dsb. Barulah dr situ kalau memang
> semuanya nampak OK, cari penyebab dr luarnya. Ini belum apa2 sdh
> menyalahkan petani/penduduk di daerah hulu. Waduh,... kalau saya jadi
> petaninya, saya akan protes keras!!! Lagipula: haknya petani u/buka2 lahan
> dan bertani kalau memang itu daerah/tanah mrk sendiri dan bukan tanahnya
> Jasamarga. Koq dihimbau-himbau u/tidak sembarangan buka tanah di sekitar
> daerah tol Cipularang. Gak fair.
>
> IAGI, HATTI, ayo turunkan tim geotekniK dan insinyur sipil independen Ke
> lapangan. Bantu Jasamarga untuK lebih rasionil dan smart mengelola
> infrastruktur merekka demi Kepentingan rakyat banyaK. Jangan asal tuduh ke
> petani saja. Coba reKam struktur tanah dangKal disana pake GPR dan
> Superstring Geoelectrical Survey spy ngga meraba-raba lagi ttg struktur
> geologi dinamis disana shg penanganannya juga once for all - jangka
> panjang, bukan tiap 7-8 th longsor lagi.
>
> Salam
> ADB
> Dewan Penasehat IAGI
>
> --
> *"**Good idea is important key to success, "working on it" will make it
> real."*
>
>

Kirim email ke