Iyo Cak Noor, penyiapan dan pengelolaan lahan/blok Eksplorasi di negeri kita tercinta ini dilakukan secara Sporadis. Saya masih ingat waktu baru bekerja di perminyakan. Penyiapan WKP dimulai dengan study regional diikuti spec survey lokasinya didasarkan hasil study regional, dilanjutkan lagi dengan study lebih detil dari hasil Spec Survey. Baru dibuat kapling WKP untuk ditenderkan. Data spec survey dan study dijual dikendalikan Pertamina yg bukan profit oriented untuk Pertamina (profit utk persh survey dan study dibatasi) jadi harga data tak semahal sekarang. WKP yg ditenderkan untuk data room diperlihatkan 30% data dari blok yg ditawarkan dengan biaya usd 5000/blok, kalau berminat ikut biding boleh meminjam copy data yg didata room dgm membayar usd 10.000/blok, pada waktu submit biding copy data dikembalikan. Semuanya dengan perjanjian kerahasiaan data. Dengan demikian WKP yg ditawarkan WKP matang sehingga komitmen eksplorasi workable. Lebih dari 15 tahun belum ada discovery sekelas Banyu Urip/Cepu dan Abadi/Masela. Kalau KESDM tidak membenahi masalah substansial dalam penyiapan dan penenderan WKP serta pembenahan manajemen data maka new discorery makin langka
Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: noor syarifuddin <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Wed, 27 Feb 2013 08:20:50 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [iagi-net] kita terlalu sibuk dengan yang lain..... discovery di mana-mana...Indonesia tidak termasuk di dalamnya... :-(

