Mas Nardipta,

Memang berhubungan antara civil dan geologi (jangan dibaca civilist vs 
geologist yah mas, konotasinya kurang baik didengar hehe). Hubungannya sama2 
tertarik dgn sifat sifat fisika Batuan(ROCKPHYSICS), lebih jauh sangat 
berkaitan lg dengan Petroleum Eng, dengan pendekatan petroleum physics 
(Petrophysics, rock+fluida fisika). 

Apa yg dikerjakan teman2 geotec atau geohazard tim, biasanya adalah memprediksi 
hubungan antara kondisi presure, temperature dengan kekaidahan physic (poison 
ratio, rigidity, shear stress, mungkin incompresibility, dll) dari batuan2 yg 
akan digunakan sebagai lokasi tempat, jalur dan atau target pemboran menuju 
reservoir dan lain sebagainya.

Tools2 yg biasa digunakan sudah pasti favoritnya adalah hard data (soil 
sampling, sample cutting, full corring hingga seabed sampling), tapi kembali 
keekonomian membawa peran dominan terhadap kuantitas pengambilan data2 tsb 
(bayangkan kalau harus mengambil sample bawah laut dengan methoda grid interval 
5 meter), sehingga muncul cara2 effective dan efisience  
Dengan mengunakan science sebagai pendekatannya, sehingga muncul
Methode seismic petrofisik, electromagnetic resistivity, pasive seismic, dll 
(dll dapat dibaca dan lalu lupa haha)

Pengunaan FPSO (floating Production Storage offshore) banyak sekali turunan 
pengaplikasiannya, yg tujuannya adalah lebih effesien dan economis jika 
ditinjau dari peluangnya utk mobile operation nantinya. Karena fpso intinya 
terapung dan dapat bergeser2. Di Indonesia sudah sejak thn 1990an dikenal 
pengunaan fpso, fso, mopu, hingga flngpso dll.

Dijaman belanda target2 reservoir tidak terlalu dalam dan sumberdaya material 
masih bisa dibilang melimpah (kayu, ore atau sbgnya). Bisa dilihat di daerah 
mahakam kaltim masih ada peninggalan belanda berupa rig2 kayu. Jadi faktor 
safety masih kadi nomer  sekian. 

Sejak semakin banyak teknologi (sejak jaman belanda gigit besi, sampai saat 
ini) sudah banyak sekali teknologi yg diciptakan, termasuk GPR (ground 
penetrating Radar) utk investigasi shallow di onshore operation. Termasuk 
investigasi environment dan civil.

Saran saya coba belajar kepada pungawa kegiatan offshore oil&gas didunia, kalau 
menurut saya sih masih statoilhydro di norway. Bukti implementasi teknologinya 
bisa dilihat di corporate webnya mas.

Perihal pengunaan data interpretasi image satelit, di Indonesia sudah ada 
beberapa company yg berusaha mengunakan teknologi tersebut (onshore), meskipun 
hasilnya masih belum dapat dilihat. Tek image satelit dibawa dari methode 
matematika fisika oleh ahli2 roket baik rusia maupun amerika. Tapi menurut 
saya, apapun methodanya, tidak akan bisa kalau hanya mengunakan 1 methode dan 
diclaim sebagai methoda pamungkas (harus intergrated methoda). Contoh image 
satelit tanpa mengetahui data spectrum image yg diberikan oleh data sumur, 
apakah lantas bisa di percaya kebenarannya? Kebenaran disini maknanya luas, 
dari kebenaran titik koordinat anomali, hingga kedalaman serta besar anomali yg 
dihasilkan. Shg yg dibutuhkan adalah Kolaborasi, kolaborasi dan kolaborasi.

Maaf jadi panjang sharingnya... Yang tentunya belum tentu benar. 

25%science, 25%art, 25%enginering dan 25%nya lagi Luck = inovation

Salam/gwa
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 11 Mar 2013 18:23:56 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Re: Geohazard Risk Assesment
Dear Pak Galih,

Terimakasih untuk sharingnya. Ini sangat membantu saya memahami dunia offshore 
geo dari kedua belah sudut yaitu civil dan geologi.

Karena kedua jurusan ini, pengembangannya cukup luas.

Berbicara tentang FPSO, saya dengar ada perusahaan Malaysia yg mendapat project 
di Mumbay India , menggunakan perusahaan survey kelautan dr indonesia.

Mereka membangun Subsea Structure. Dan surveyornya melakukan penelitian 
underwater positioning.

Apakah FPSO ini banyak digunakan di area indonesia dan apakah ada perusahaan 
Indonesia yg bergerak di bidang FPSO ini?

Walaupun biaya mahal, tapi bisa meminimalisasi resiko Geohazard. Bagaimana cara 
jaman penjajahan dulu Belanda mengantisipasi geohazard?karena saya dengar dr 
kawan kawan, perusahaan Belanda untuk offshore ada beberapa yg lebih raksasa 
dari Saipem, leighton international, etc. Belanda yg kita tahu sangat tangguh 
dalam dunia Dam, water resources engineering dan dunia offshore bawah laut.

Selain FPSO, saya pernah lihat di youtube seperti semisubmersible platform 
giant. Adakah floating structure lainnya untuk exploitation atau storage?

Berhubungan dgn penentuan letak kedalaman kaki spudcan jackup , data geophysic 
dengan penelitian shallow depth bisa mendeteksi geohazard, ada palung atau 
cekungan dalam atau tidak. Sehingga jangan sampai salah menentukan posisi dr 3  
kaki jackup.

Pertanyaan saya lainnya adalah Apakah tujuan dari penelitian geophysics yg 
mendetailkan litologi pada deep water jika dilihat dr sudut geologi or 
geohazard dan macam mana litologi geologi yg dihasilkan oleh satelitnya 
Amerika? 

Jika dulu saya kerja di onshore, sebelum saya melakukan mapping geotec dan 
menentukan titik guna geo investigasi. Biasanya memanfaatkan foto udara dan 
citra. Tapi hanya surfacenya saja dgn perbedaan colour dan contour, etc.

Pertanyaan saya terakhir adalah apakah ada pengembangan teknologi untuk 
satelite indonesia didalam mendeteksi sumber daya alam di indonesia oleh 
pemerintah?

Mohon maaf rekan 2x, jika pertanyaan saya banyak. Karena saya mengamati, senior 
geologi di IAGI ini humble to sharing knowledge, that's way saya bertanya hal 
praktis disini.

Mohon petunjuk dan advisenya. Mohon maaf jika ada yg tidak berkenan.

Salam,

Nardipta



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 11 Mar 2013 17:11:03 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Re: Geohazard Risk Assesment
Mas Nardipta,

Maaf ikutan nimbrung, minta izin P. Bandono.

Menurut saya kok ujung2nya faktor keekonomian projek utama kegiatan itu semua 
yah. Bukan hanya safety atau sophisticated nya sebuah structure di laut.

Kalau projek ekonomicnya masih jalan, tapi strukturnya kena tsunami yah pasti 
dibangun lagi hehe, asal HC nya jgn release tentunya.

Kalau saya melihat, faktor keekonomian pembangunan permanen  struktur akan 
lebih murah, jika dibandingkan  floating structure. Namun yg saya tulis sebagai 
permanen struktur diatas adalah semua struktur yg memiliki gabungan kemampuan 
anjungan landasan pemboran (atau slot pemboran) beserta infrastructure proses 
produksinya loh. 

Nah sekarang ini perusahaan2 besar yg bermain di offshore malah sudah sedikit 
meninggalkan  penggunaan struktur besar dan permanent utk platfom pemboran 
saja. Mereka mulai mencoba mengunakan subsea wellhead yg dikonek ke surface 
dengan flexible host ke FPSOnya mas.

Karena kayanya investasi yg mahal bgt adalah FPSOnya, dibandingkan lubang 
sumurnya.
 
Utk menjawab penentuan titik lokasi sumur, yah selama ini yg masih berlaku 
lazim di industri migas indonesia yah berdasarkan simulasi GGR modeling yg 
didasarkan data seismik 2D/3D.

Utk GeoHazard survey, juga biasanya dilakukan dgn mengunakan data survey 
acoustic geophysics yang dikombinasi dengan data sifat rock fisik batuan. Yang 
ujung2nya adalah evaluasi pore presure. Tingkat penerapannya kembali kepada ke 
scala keekonomian projek.   

Apakah Indonesia sudah bisa melakukannya? Secara teori harusnya bisa karena 
dasar2 ilmunya sama dgn yg dilakukan diluar negeri. Tapi kembali semua data yg 
disampaikan pasti adalah bisa direkayasa untuk menghasilkan interpretasi 
optimum. Masalahnya optimum hari ini dengan data terbatas akan tidak menjadi 
optimum dengan data tambahan baru dikemudian hari. It's part of science and art 
mas

Salam/gwa
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 11 Mar 2013 15:51:45 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Re: Geohazard Risk Assesment
Pak Bandono,

Kalau Tsunami macam diaceh thn 2006. Saya dengar, itu ada patahan sesar di 
tengah laut. 

Apakah berpengaruh significant ke progres pemboran diatas jackup or platform di 
sekitar india dan asia tenggara

Adakah contoh case di masa lampau di seluruh dunia, yg berhubungan dgn safety 
offshore structure yg bersinggungan dgn gempa or tsunami or longsoran di tgh 
laut.

Kalau boleh, jika ada link websitenya. Or paper bisa minta dishare.

Salam hormat,

Np



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 11 Mar 2013 15:41:57 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Re: Geohazard Risk Assesment
Biasanya tsunami di pantai yang berbahaya, kalau ditengah laut, tidak terasa. 
Kecuali lautnya dangkal.
Longsoran bwah permukaan. Lihat contoh di utara flores hehe maaf tahunnya lupa.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 11 Mar 2013 15:36:16 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Re: Geohazard Risk Assesment
Pak Bandono,

Thanks untuk sharingnya. Really appreciate.

Pertimbangan geologi hazard apa saja didalam menentukan posisi lokasi jackup dn 
platform ( example fault line, earthquake zone,weather or etc)?

Jika suatu zona di tengah laut, ada potensi gempa or tsunami. Tetapi dilokasi 
itu ada rencana pemboran sumur oil and gas.

Bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut dan apakah sistem platform floating 
lebih safe untk explorasi or eksploitasi?


Salam hormat,

Np

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 11 Mar 2013 13:25:19 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Re: Geohazard Risk Assesment
Sebelum ada satelit, juga sdh dpt ditemukan sumur2 minyak.
Pengetahuan dasar dari geologi struktur menjadi dasar penentuan. 
Dari satelit sdh dpt dibaca struktur geologi, diinterpretasi "litologi", 
didetailkan dgn geofisik. Sampai 3D, disusul bor eksplorasi. Dst.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 11 Mar 2013 12:45:46 
To: nardipta pratama<[email protected]>; Iagi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Nardipta<[email protected]>
Subject: [iagi-net] Re: Geohazard Risk Assesment
Salam Hormat Rekan 2x ,

Mohon maaf, jika ada yg memiliki pengalaman untuk pertanyaan dibawah ini 
seputaran oil and gas.

Bolehkah saya minta sedikit petunjuk dari kawan kawan.

Salam,

Nardipta
------Original Message------
From: nardipta pratama
To: Iagi
Cc: Nardipta
ReplyTo: nardipta pratama
Subject: Geohazard Risk Assesment
Sent: Mar 8, 2013 3:23 AM

Salam hormat rekan 2x IAGI dan MGEI,

Salam sejahtera , semoga rekan 2x sehat selalu.

Saya tertarik dengan topic mengenai urutan or flowchart penentuan lokasi sumur 
oil and gas yg akan dieksploitasi.

Yang saya ketahui ada site survey( seabed stratigraphy, sub bottom profile), 
geophysics, data satelite , offshore geotech, rig move, preloading and enduring 
test, positioning rig jack up ke platform, etc.

Pertanyaan yg ada di pikiran saya:

1.Bagaimana cara memperkirakan posisi lokasi sumur bor oil and gas, selain 
dengan satelite yg dimiliki amerika untuk deteksi posisi lubang tersebut?yang 
saya dengar, katanya amerika sebelum invasi terselubung, mereka sudah tahu 
posisi minyak dr satelitenya.

2.Negara manakah yg memiliki kemampuan seperti amerika?

3. Pertimbangan geologi hazard apa saja didalam menentukan posisi lokasi jackup 
dn platform ( example fault line, earthquake zone,weather)

4. Flow chart sequence dari awal sampai exploitation and processing, production

5. Apakah Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk melakukan dari site survey 
sampai production

Mohon petunjuk dan sharingnya dari rekan rekan.

Mohon dikoreksi, jika ada yg salah dari apa yg saya tulis diatas.

Salam hormat,

Nardipta Pratama
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke