Ya jangan curiga begitu, pelabuhan ikan yang ada kalau sampai ditutup, pasti dibuatkan pelabuan baru, atau dibuat dulu pelabuan ikan baru sea wall dibuat. Yang belum pasti apakah dengan adanya seawall ini banjir akan teratasi? Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Slamet Riyadi <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Wed, 13 Mar 2013 10:52:49 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [iagi-net] Giant Seawall Jakarta vs M.Muin Issue menarik tentang Giant Seawall dari seorang Oceanist Muslim Muin** . . . Jika Giant Seawall Jakarta dibangun, 2 Pelabuhan Ikan Nusantara harus ditutup, puluhan ribu masyarakat nelayan bahkan mungkin ratusan ribu penduduk yang terkait dengan sektor kelautan penting ini harus dipindahkan. Sementara daerah reklamasi hanya untuk pemukiman puluhan ribu orang. Indonesia kehilangan besar dari Sektor Kelautan dengan ditutupnya Pelabuhan Ikan Nusantara. Investasi pemerintah untuk fasilitas ini hilang percuma. Sekarang jadi pertanyaan *Apakah Jokowi-Ahok Pro Rakyat Kecil??* Silahkan di-unduh issue tersebut bagi yang tertarik: http://www.muteknologi.musmuin.com/blog.html *** "Rob* akan menjadi *Banjir Rob* karena terjadi *Subsidence*. Kalau ingin menahan Banjir Rob, kenapa harus dengan Giant Seawall di lepas pantai??? Cukup dibuat Struktur yang kurang sensitif terhadap Subsidence pada daerah-daerah yang mengalami penurunan tanah" Salam, S.Riyadi

