Hallo,
Ikutan diskusi ...... Saya rasa tidak ada salahnya untuk ahli dalam
menggunakan software, tapi memang harus dibarengi dengan kemampuan dasar
yang baik. Software sekarang begitu canggihnya, sehingga bisa memproduksi
banyak hal tetapi tanpa pemahaman yang baik dan integritas pemakai, maka
klise yang sering terdengar : garbage in, garbage out, bisa mudah terjadi.

Di sisi lain, saya percaya bahwa kemampuan mengunakan software itu penting.
Reservoir2 yang kita develop sekarang semakin sulit sehingga butuh analisa
yang complicated.

Untuk explorasi, ini lain hal. Saya setuju dengan pernyataan dibawah ......
kita butuh ide2 explorasi yang baru, kemudian tentunya butuh pengeboran
(dan dana) untuk membuktikan ide kita tersebut. Selain ide2 geologi (back
to the rock, why not ?)....... seismic juga sangat membantu, kemajuannya
dalam tahun2 terakhir ini sangat luar biasa.

Salam,
Henky

2013/3/29 <[email protected]>

> ?
> Sent via BlackBerry from SingTel!
>
> -----Original Message-----
> From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> Sender: <[email protected]>
> Date: Thu, 28 Mar 2013 19:24:22
> To: [email protected]<[email protected]>; [email protected]<
> [email protected]>; IAGI Kaltim<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net] SM-IAGI dan FGMI
>
> Great thought,
> Ini bukan hanya migas, mining, maupun geohidro. Tapi saya amati sbg
> fenomena saat ini afalah terpasungnya perkembangan basic science
> karena "tuntutan" korporat yg mengagungkan aplikasi. Kubu sains murni
> yg selalau berhadapan dg aplikasi/engineering semestinya juga
> berkembang beriringan. Ketimpangan yg terjadi pasti akan memperlambat
> jalan keduanya.
>
> Himbauan yg tepat, ditengah, pas, menarik pak adb.
>
> Salam.
> Rdp
>
> Sent from my Windows Phone From: [email protected]
> Sent: 29/03/2013 8:35
> To: [email protected]; IAGI Kaltim
> Subject: [iagi-net] SM-IAGI dan FGMI
> Tentang eKspLorasi dan SM-IAGI (dan FGMI)
>
> Andang Bachtiar
> Dewan Penasehat IAGI
>
> Eksplorasi sumberdaya geologi kita busung alias macet alias mejen
> alias memble salah satu penyebabnya krn kebanyakan jajaran pekerja
> geosain lebih menguasai software u/mengeLola data (istilah halus dr
> memanipuLasi data) sementara pengetahuan serta kemampuan
> anaLisis-sintesis geologinya sekedarnya saja.
>
> Mata lulusan2 baru geosains menangkap sinyal yg salah tentang
> kebutuhan industri ekstraktif kebumian akan tenaga eksporasionis-nya.
> Sinyal yg memancarkan iming2 segra nyempLung di dunia kerja meski
> hanya sebagai teknisi - operator tukang kLiq komputer beLaka yg
> lulusan kursus operator seminggupun mampu memulainya.
>
> Sinyal itu diperkuat juga sebagiannya oleh sistim pendidikan geologi
> instant, dlm kelas, template dan terstruktur kaku yg mengekang
> kebebasan berpikir dan tdk mengembangkan kognisi atas dasar pengalaman
> interaksi dg batu, proses, dan bentang alam, tp pada weJangan2.
>
> Eksplorasi dan riset adalah 2 sisi mata uang yg sama u/membayar
> temuan2 baru sumberdaya kebumian kita. Kegiatan himpunan - asosiasi
> profesinya-mahasiswa2 geosains kita pada umumnya dianggap keren kalau
> itu: mengoperasikan software, memanipuLasi data, menghitung-hitung dan
> merencanakan pengelolaan cadangan yg sdh ditemukan (lomba ngekliq
> software, lomba POD, lomba FS, dsb), bukaannya lebih ke riset2 dasar:
> spt: memodelkan tektonika dan sedimentasi cekungan, metode2 integrasi
> geologi permukaan dg bawah permukaan, memahami overpressure dan
> gerakan fluida di ceKungan2 dan trobosan2 alat2 geofisika. Agak susah
> kita mengharapkan kemampuan analisis-sintesis geosains bisa berkembang
> secara lateraL dLm situasi spt itu. Yg ada hasilnya sementara ini ya
> seperti yg kita sama2 saksikan: generasi pasokan tenaga geosains baru
> yg Lebih ahli jadi teknisi memanipulasi image2 bawah permukaan dan
> memodelkan perhitungan2 cadangan dan skenario pengembangan, tp gagap
> dg pertanyaan: "kemana Lagi kita harus mencari cadangan2 baru yg beLum
> ditemukan?"
>
> Seksi Mahasiswa IAGI (IAGI Student Chapter) dan FGMI (Forum GeoLogist
> Muda Indonesia): mohon kalau bisa mengambiL porsi yg sering diLupaKan
> oLeh asosiasi profesi kebumian dan industri ekstraktif ini, yaitu
> porsi riset; porsi yg bener2 GEOLOGI: back to basics, Look at the rock
> (kembaLi ke ilmu dasar, melihat batu!)
>
> Bekasi, 29 Mar 2013
> ADB
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>

Kirim email ke