Rekan-rekan, Memang secara teoritis potensi panasbumi tidak semua berhubungan dengan magmatisme/ volkanisme. Ada klasifikasi sumber panasbumi pada sistim tektonik aktif. Tetapi secara empiris potensinya tidak sebesar pada sistim magmatisme/ volkanisme. Bahkan ada juga yang digolongkan sistim "normal heatflow" tetapi yaitu, umumnya tidak ekonomis untuk power plant. Di negara beriklim dingin panasbumi sistim ini (tektonik aktif ataupun normal heatflow) tetap ekonomis untuk di exploitasi tetapi bukan untuk pembangkit listrik, mereka memanfaatkannya untuk pemanas gedung/ rumah saat musim dingin, atau untuk mesin pengering di pabrik2 yang memerlukannya dengan menyalurkan air panas yang dihasilkan melalui pipa2 distribusi. Untuk Kolaka apakah ya potensial untuk pembangkit listrik?? Saya gk tahu data apa yang dimiliki ESDM. Salam, YSY
2013/4/1 <[email protected]> > > Bangun Listrik Panas Bumi Rp 6 T, Perusahaan Ini Terganjal Izin > KemenhutRista Rama Dhany - detikfinance > Senin, 01/04/2013 15:59 WIB > Browser anda tidak mendukung iFrame > > Foto: Dok. detikFinance > Jakarta - Kementerian ESDM berharap Supreme Energy berhasil > merampungkan proyek pembangkit listrik panas bumi (PLTP) > meskipun belum mendapatkan izin pinjam hutan dari Kementerian > Kehutanan. > Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Tisnaldi berharap Supreme > Energy diharapkan tetapbisa menyelesaikan proyek PLTP Rajabasa > kapasitas 110 MW. > "Area PLTP Rajabasa seluas 19.520 hektar memang sebesar 5.189 > hektarnya masuk dalam wilayah hutan lindung. Namun, Supreme > Energy tetap bisa menggarap wilayah ini melalui pengajuan izin > pinjam pakai hutan dari Kementerian Kehutanan sesuai dengan > Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan," kata > Tislandi ketika dihubungi wartawan, Senin (1/4/2013). > Memang diakuinya, hingga saat ini Supreme Energy belum mendapat > izin dari Kementerian Kehutanan. "Padahal Supreme telah > mengajukan izin sejak 2011 lalu dan mengantongi rekomendasi > dari pemerintah daerah setempat," ucapnya. > Bahkan, Presiden Direktur PT Supreme Energy Supramu Santosa > menyatakan, pihaknya telah memenuhi semua persyaratan teknis > dan administrasi. Dia berharap izin pinjam pakai segera keluar > sehingga bisa melakukan pemboran sumur eksplorasi perdana. > "Meskipun telah menyiapkan investasi untuk proyek tersebut, > namun kegiatan eksplorasi pertama di WKP itu masih terkendala. > Saat ini, kami masih menunggu keluarnya izin pinjam pakai > kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan," kata Supramu. > Hal ini berdampak pada jadwal operasi pembangkit panas bumi ini > mundur menjadi 2017. Awalnya, Supreme merencanakan PLTP > Rajabasa rampung pada 2016 menyusul ditekennya jaminan > kelayakan usaha untuk PLN atas proyek tersebut diteken > bersamaan dengan perjanjian jual beli listrik (power purchase > agreement/PPA). > Supreme juga telah mengeluarkan dana US$ 638 juta atau sekitar > Rp 6 triliun untuk proyek ini. Rencananya, Supreme akan > melakukan pemboran 4 hingga 5 sumur eksplorasi dan dilanjutkan > dengan pemboran 20 sumur pengembangan. Kapasitas PLTP Rajabasa > direncanakan mencapai 2 x 110 megawatt (MW) dengan harga > listrik US$ 9,5 per kilowatt hour (kWh). > Menurut Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Abadi > Poernomo, masalah PLTP Rajabasa ini terjadi akibat adanya UU > 41/1999 yang menyebutkan kegiatan pertambangan tidak diizinkan > berada di hutan lindung. Di sisi lain, UU Nomor 27 Tahun 2003 > menyebutkan kegiatan panas bumi sebagai kegiatan pertambangan. > "Kementerian Energi dan Kementerian Kehutanan harus duduk > bersama. Kalau tidak salah, pejabat eselon pertama dari kedua > kementerian ini sudah bisa saling mengerti," tukasnya. > ======================================= > > Ternyata Problem tumpang tindih Lahan itu terjadi dimana mana > > ISM > > > > > > > > > > > > Memang benar kalau kolaka memiliki potensi panas bumi bahkan > > telah masuk dlm perpres percepatan pembangunan 10.000 MW > > tahap II, namanya pltp mangolo. Tapi apakah potensi panas > > bumi yg data awalnya hanya berupa data manifestasi permukaan > > jika tdk di barengi dgn penelitian2 yg lbh mendalam spt > > gradient geothermal, system geothermal dll sdh dpt di > > publikasikan bisa ditetapkan dgn gagahnya sbg proyek pltp? > > Seharusnyakan tdk begitu? Krn berdasarkan geologynya > > geothermalnya merupakan proses tektonik (jalur sesar > > mangolo) bkn proses volkanik shg reservoar panasnya jg pasti > > berbeda spt di kamojang atw lahendong. > Tapi harusnya ada > > penelitian yg lbh mendalamlahspt pemboran landaian suhu dll, > > sebelum mengeluarkan statement2 bombastis begitu. > > > Salam > > Andi > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, > > Nyambung Teruuusss...! > > > -----Original Message----- > > From: Amir Al Amin <[email protected]> > > Sender: <[email protected]> > > Date: Mon, 1 Apr 2013 11:23:53 > > To: <[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > Subject: [iagi-net] Kolaka Simpan Potensi Panas Bumi > > mudah2an betul...apa sudah di bor?---Kolaka Simpan Potensi > > Panas Bumi > Friday, March 22 2013 12:43 WIB | Beyond Bali | > > Dibaca 76 kali > > Kolaka (Antara Bali) - Kepala Bidang Mitigasi dan Gerakan > > Tanah Badan > Geologi Kementerian ESDM, Made Suantika > > mengatakan Kabupaten Kolaka > memiliki wilayah panas Bumi. > > > > "Lokasinya itu berada di wilayah bagian selatan dekat dengan > > lokasi > pertambangan," katanya saat ditemui usai menjadi > > pemateri dalam Forum > Musrembang yang dilaksanakan Bappeda > > di Kolaka, (21/3). > > > > Menurutnya, sumber panas bumi itu hasil penelitian yang > > dilakukan oleh > pihak ESDM selain sumber nikel serta > > non-logam ada sumber daya energi yang > terbarukan ini sudah > > terinventarisir secara rinci datanya. > > > > "Sumber ini bisa dijadikan pembangkit tenaga listrik tenaga > > panas bumi > seperti yang dilakukan di daerah Jawa Barat," > > ungkapnya. > > > > Sementara untuk potensi bencana geologi untuk gunung berapi > > di provinsi > Sultra khususnya di Kabupaten kolaka tidak > > didapati kecuali di wilayah > Sulawesi Utara. > > > > "Sementara dari segi bencana gempa bumi, Sulawesi Tenggara > > khususnya > dilalui oleh sumber-sumber gempa bumi patahan > > aktif yang arahnya dari barat > lau ke Tenggara melalaui > > Kendari dan daerah Buton," jelas Made. (*/DWA) > > > -- > > *********************************** > > Amir Al Amin > > Operations/ Wellsite Geologist > > (62)811592902 > > amir13120[at]yahoo.com > > amir.al.amin[at]gmail.com > > ************************************ > > > > > > ___________________________________________________________ > indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id > > >

