Sependapat pak jassin.  Di Sumbar, Sebenarnya  banyak pakar geologi dan 
pertambangan baik yang  di pemerintahan maupun di swasta, BUMN. (Sawahlunto dan 
Semen Padang), belum yg di kampus ada 2 lembaga yg buka prodi  geologi dan 
tambang. Coba masih kurangkah ahli nya,???, ada yg kurang cuma ; rendahnya LAW 
ENFORCEMENT,  bdg tambang, Tidak ada keteladanan. Karena   pelaku PETI emas 
placer  sebenarnya  takut, tp jd berani krn  mereka melihat ada oknum  penegak 
hukum bahkan oknum legislatif ikut bermain. Jadi Pemda cq esdm daerahpun, jd 
tumpul kalau berhadapan dg oknum2 tsb, dan pelaku PETI emas placer makin berani 
dan makin banyak krn ada "teman bermain",.. Jd sdh sedemikian kompleknya, dan 
kusutnya masalah PETI emas placer tsb, jaringan info sesama PETI begitu  rapi, 
terbukti setiap operasi PETI selalu bocor tak pernah dpt Pelakunya.             
             Salam,                                suswanto
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: makkawaru jassin <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Fri, 19 Apr 2013 08:04:53 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Illegal mining di Solok (??)
Untaian bahasa pemerintah daerah slalu berbeda tetapi dalam rasa selalu
sama. lah yg memberikan izin berdasarkan UU no.4 th 2009 serta PP no. 55 th
2010 ttg pembinaan dan pengawasan juga ntar mrk turunkan dalam peraturan
daerah sdh jelas dan tegas ttg siapa, dan bagaimana kewenangan itu berjalan
tetapi ujung2nya implementasinya tdk bisa diterapkan bkn krn aturannya
melainkan orgnya tdk mau menjalankannya dengan sungguh2. Sy pikir memang
saatnya organisasi profesi dpt memberikan sedikit pencerahan ttg hal
tersebut baik dalam bentuk pernyataan (statement) resmi, seminar atw
apalah. shg masyarakat tahu bahwa ada maling teriak maling, ada maling sdh
maling blum dapat pembagian jatah, ada maling berpura-pura menjadi
pahlawan.(mohon maaf kalo agak nyelekit) shg masyarakat paham bener ulah
pilihannya dan jgn lagi memilih pemimpin yg tdk mampu membawa ke arah
sejahtera.


2013/4/19 <[email protected]>

> **
> Tak perdaya atow "tak berdaya" pak wanto?
>
> RiFa TeA-Sent from BlackBerry
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Sender: * <[email protected]>
> *Date: *Wed, 17 Apr 2013 16:43:24 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [iagi-net] Illegal mining di Solok (??)
>
> Gimana polisi negoro mau bergerak??, kalau dilapangan ketemu becking
> pangkat bintang,., saya kira sdh lama dan jd rahasia umum penambangan emas
> placer ilegal di Sungai .bt hari di. Wilayah Solok, Solok selatan dan
> Damasraya.., pemda setempat kelihatan tak berdaya..
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Sender: * <[email protected]>
> *Date: *Wed, 17 Apr 2013 10:50:39 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [iagi-net] Illegal mining di Solok (??)
>
> Lho bupatinya baru sekarang teriak? Heheh sdh gak kebagian jatah kalee.
> Trus polisi negara di sono apa kerjanyoo?
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Ok Taufik <[email protected]>
> *Sender: * <[email protected]>
> *Date: *Wed, 17 Apr 2013 14:30:06 +0700
> *To: *iagi-net<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[iagi-net] Illegal mining di Solok (??)
>
> rekan2
>
> apa ilegal mining di solok ini benar?
> http://wekoabhinimpuno.blogspot.com/2013/04/tambang-
> emas-liar-di-solok-negara-gawat.html
>
> serius mode: on
>
> Saya baru "ngeh" tadi malam setelah nonton ILC tadi malam di TVone.
> Ternyata kekayaan emas yang baru2 ini ditemukan di Solok sumatra barat,
> sedang di curi besar-besaran oleh "organized crime". Bupati solok
> mengatakan bahwa terjadi Ilegal mining menggunakan alat2 keruk besar
> (excavator, dump truk, kapal tongkang dll jumlahnya sudah ratusan bahkan
> ribuan), yang terindikasi dibekingi oleh oknum aparat sendiri. Berdasar
> survei dan perkiraan si bupati, Organized crime ilegal mining ini memiliki
> Potensi keurgian triliunan rupiah setiap harinya. Dan telah berlangsung
> sekitar dua tahun sehingga total kerugian sudah mencapai puluhan bahkan
> mungkin ratusan triliun rupiah....!!!!!!!!!!! (tak ada satupun yg masuk ke
> kas Negara). Belum lagi potensi kerugian negara karena perusakan hutan dan
> pencemaran lingkungan.
>
> Saya harap rekan2 semua aware terhadap isu ini. Karena saya search isu ini
> di google belum masuk media online mainstream. Serta TV nasional pun belum
> memberitakan hal ini dengan serius. Media2 kita lebih seneng memberitakan
> isu2 gak penting kayak Eyang subur, SBY twitteran dll. Padahal ada isu
> sangat besar dan gawat yang melanda negeri ini.
>
> Semoga pemerintah bisa tanggap terhadap isu ini. Kalau perlu ,langsung
> terjunkan Kopasus utk operasi dan patrol khusus membrantas Premanisme
> Orginzed Crime Ilegal Mining ini. Level polsek, polres dan satpol PP sudah
> gak bisa nangani. Karena bukan tak mungkin bahwa illegal mining ini
> dibeckingi oleh oknum2 bersenjata tajam dan senjata api. Ini sudah levelnya
> kopasus, langsung dor brondong ditempat, langsung semua kabur gak ada yang
> berani nambang liar lagi.
>
> Selain dari aparat penengak hukum dan keamanan. Segera kementrian ESDM,
> kementrian lingkungan hidup langsung terjun ke lokasi. Ilegal mining ini
> sudah menimbulkan banyak kerusakan hutan serta pencemaran raksa utk
> ekstraksi emas dimana-mana. Serta nantinya agar mining ini dikelola oleh
> BUMN semacam Antam. Agar keuntungan bisa lebih maksimal utk masyarakat
> Indonesia.
>
> Kasus ini membuktikan bahwa bila kekayaan sumber daya alam tidak dijaga
> dan dikelola dengan baik, masyarakat sekitar tidak akan merasakan
> berkahnya. Karena saat ini Pendapatan Asli daerah solok pun masih sedikit.
> Masyarakat malah hanya mendapat banyak porsi kerugian berupa pencemaran
> lingkungan.
>
> Segera bergerak bersama dan kuasasi kembali kekayaan alam di Solok dari
> illegal mining. Stop kebiasaan pemberitaan yang terlalu "over" kepada hal2
> sepele seperti eyang subur dan sby twitteran.
> --
> Sent from my Computer®
>
>

Kirim email ke