Ada mas, janjimu yang kunantikan. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: <[email protected]> Date: Wed, 1 May 2013 12:32:05 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] Bos SKK Migas : Tak Perlu Chaves Saya Pun Berani
He he..... Ini apa gak ada lagu lain yang dinyanyikan, koq selalu lagu Betharia Sonata "ku pulangkan kau pada ayahmu atau ibumu". Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Sender: <[email protected]> Date: Wed, 1 May 2013 12:29:01 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] Bos SKK Migas : Tak Perlu Chaves Saya Pun Berani Hehehe syaratnya berat amat. Hanya politisasi saja kalee. Apa ada kekuatan ybs untuk menasionalisasi perusahaan yang kuasai 85% minyak khan? Atau usulan RR ke menteri dan presiden secara tidak langsung yaa? Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Wed, 1 May 2013 19:13:39 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [iagi-net] Bos SKK Migas : Tak Perlu Chaves Saya Pun Berani Bos SKK Migas : Tak Perlu Chaves Saya Pun Berani Nasionalisasi Industri MigasRista Rama Dhany - detikfinance Selasa, 23/04/2013 14:20 Jakarta - Hugo Chaves terkenal dengan keberaniannya menasionalisasikan industri migas Venezuela. Bagaimana dengan Indonesia yang sangat terbuka dengan perusahaan asing? "Tidak perlu orang sebesar Hugo Chaves, Rudi Rubiandini pun berani menasionalisasikan industri migas Indonesia," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, ketika berkunjung ke Kantor Trans Corp, dikutip Selasa (23/4/2013). Dikatakan Rudi, cukup gampang menasionalisasikan industri migas jika Indonesia punya cadangan minyak sebesar Venezuela. "Venezuela punya 300 miliar barel, Indonesia cuma 3 miliar hanya cukup sampai 12 tahun, 100 kali lipatnya kita," ungkap Rudi. Apalagi Indonesia itu butuh bantuan kontraktor minyak asing, kalau tidak produksi minyak Indonesia cuma 120.000 barel per hari. "Kan Pertamina produksinya 120.000 barel padahal menguasasi 49% ladang minyak seluruh Indonesia atau hanya 15% produksi nasional, sementara 85% lainnya disumbang oleh 49 kontraktor asing lainnya," tandas Rudi. ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id

