Yth Pak Admin,

Hatur rebu nuhun atas klarifikasinya. Ini yang mang Okim tunggu-tunggu sejak 
lama. Lampiran sampai 500 kb sudah sangat memadai untuk menampilkan beberapa 
gambar yg jelas. Untuk artikel  di koran, biasanya mang Okim pakai dua cara 
yaitu  inline image dan attachment image. Hal ini untuk mempermudah dalam 
menuliskan penjelasan untuk gambar-gambarnya.

Nah, dengan adanya klarifikasi dari Pak Admin, mang Okim menghimbau kepada 
rekan2 IAGI /MGEI untuk  lebih sering menampilkan gambar-gambar yang menarik 
--- singkapan batuan, panorama geologi, petrogafi-mineragrafi, fosil 
micro-macro, objek geo-arkeologi, dan lain sebagainya. Pasti milis IAGI lebih 
diminati deeh.
Sekali lagi terima kasih Pak Admin.

Salam Gem-Lovers,

Mang Okim   
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Fri, 10 May 2013 13:10:31 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [iagi-net] Mengenai Inline Image dan Attachment Image di Milis IAGI
Yth. Pak Miko dan rekan-rekan IAGI lainnya.

Menanggapi email pak Miko di bawah ini mengenai "lampiran gambar", perlu kami 
berikan penjelasan sebagai berikut.

Meluruskan istilah "lampiran gambar", perlu diketahui bahwa memasukkan gambar 
ke email itu bisa kami bagi menjadi dua metode.

1) INLINE IMAGE: 

Jika rekan-rekan mengirim email via aplikasi yang support HTML email format, 
rekan-rekan bisa memasukkan gambar melalui tombol "Insert Picture". Contohnya 
seperti kebiasaan pak Miko dalam melampirkan gambarnya.

Perlu diketahui bahwa mayoritas email client (yahoo,gmail,dkk) tidak akan 
menampilkan inline image by default. Biasanya akan ada link "display image 
below" di email yang diterima. Ini normal, dan berlaku untuk semua HTML email, 
dan di luar kontrol kami. 

Belum lagi jika email client yang dipake tidak support HTML email, dijamin deh 
gambarnya tidak akan nongol sama sekali. Dibuka dari BB pun juga tidak akan 
nongol gambarnya.

Jadi, jika pak Miko ingin gambarnya selalu bisa dinikmati semua orang, saya 
tidak menyarankan menggunakan metode ini. :)

2) IMAGE ATTACHMENT

Ini cara standard dalam melampirkan sebuah dokumen di email, bisa file ataupun 
gambar. Biasanya ada tombol insert/add attachment yang bisa digunakan untuk 
upload gambar.

Lampiran gambarnya akan terpisah dari teks email, akan tetapi bisa dibaca oleh 
semua email client, baik plain text ataupun HTML format.

Untuk milis IAGI, harap dicatat bahwa server yang dipakai IAGI hanya membatasi 
attachment dengan ukuran di bawah 500KB. Jadi silahkan mengkompress ukuran 
gambarnya terlebih dahulu.

Semoga email ini bisa memperjelas kebijakan milis IAGI tentang gambar.

Salam,
Admin Milis IAGI

------Original Message------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
To: [email protected]
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] GEM-LOVERS : BATU GUNUNG PADANG NAN MEMUKAU
Sent: May 10, 2013 7:18 PM

Pak Yatno, punten kalau gambarnya nggak nongol. Ada beberapa rekan Gem-Lovers 
yg minta dikirim ulang ke japri mereka. Nanti Pak Yatno dikirim ulang juga. 
Semoga moderator milis IAGI dapat memberikan informasi kalau lampiran gambar 
memang tidak boleh.

Wassalam,
Mang Okim Powered by Telkomsel BlackBerry® From: yustinus yuwono 
<[email protected]> Date: Fri, 10 May 2013 18:28:18 +0700 To: 
iagi-net<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: 
[iagi-net] GEM-LOVERS : BATU GUNUNG PADANG NAN MEMUKAU 


Gak ada gambar- gambar acan Mas. YSY 

2013/5/10 <[email protected]>
Tulisan saja mang, untung kemarin sdh lihat dan raba.
Batuan setengah mulia yaa, krn kurang dari 7 skl Mohs.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Sujatmiko" <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Fri, 10 May 2013 09:52:52
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: MGEI<[email protected]>
Subject: [iagi-net] GEM-LOVERS :  BATU  GUNUNG PADANG NAN MEMUKAU
Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,



Postingan mang Okim ini melampirkan 3 gambar yang sudah di-compressed.
Seandainya lampiran gambar tersebut tidak muncul, silahkan rekan-rekan
Gem-Lovers yang tertarik mengabarkan ke mang Okim, nanti insyaallah akan
dikirim ulang ke japri rekan-rekan.



Kisah mang Okim kali ini adalah tentang sebongkah kecil batuan yang mang
Okim pungut di kawasan parkir  Situs Punden Berundak G.Padang pada 1 Mei
2013 dengan tujuan untuk uji kualitas ( Gambar 1 ). Karena yang ngambilnya
tukang batu akik apalagi sudah menerima gelar GG (Geolog Gaek) , maka uji
kualitasnya sederhana saja. Panjang batu tersebut 12 cm  dengan  garis
tengah 5 cm dan berat 1,20 kg. Kenampakan fisiknya mirip  dengan kolom-kolom
batuan yang menyusun  Gunung Padang berikut punden berundaknya. Setelah
mang Okim potong dan poles,  hasil polesannya begitu mengkilap sampai mang
Okim bisa mengaca di permukaannya. Sifatnya yang kompak dan  warnanya yang
hitam legam dengan   berat jenis 2,72 dan kekerasan 6-6,5 Mohs, mengingatkan
mang Okim akan  sifat-sifat yang umum dimiliki oleh batuan basalt - glassy
basalt - basaltic andesite ( Gambar 2 ). Untuk uji coba selanjutnya, batuan
tersebut dipotong sebagian  menjadi beberapa lempengan setebal 0,8 - 1 cm.
Setelah diproses, alhamdulilah  lempengan dengan berat total 0,25 kg
tersebut menghasilkan 10 dasi koboy polos, 2 dasi koboy berbingkai, 2 bross,
5 kalung, dan banyak batu cincin ( Gambar 3 ). Bisa dibayangkan  berapa
banyak produk souvenir yang bisa dihasilkan kalau sisa contoh yang masih
0.95 kg diproses - - - ta' iya !!!



Hasil uji kualitas dan uji produk di atas tentunya  punya nilai luar biasa
bagi  masyarakat di sekitar Gunung Padang yang relatif kurang sejahtera.
Dengan sedikit pelatihan dan suntikan modal yang tidak seberapa, mereka
insyaallah dapat dipersiapkan menjadi wirausahawan trampil,  yang mampu
menghasilkan beragam produk kerajinan dan pernak-pernik aksesoris untuk
dijual ke para pengunjung situs. Hanya  resikonya tentu ada karena
dikhawatirkan bahan mentahnya akan diembat dari batuan penyusun punden
berundak. Kemungkinan ini semoga dapat diantisipasi oleh Pemkab Cianjur
misalnya dengan peraturan daerah  yang melarang bagi siapa saja untuk
memindahkan, memungut , atau membawa batu ke luar dari areal yang tercakup
dalam zonasi Situs Gunung Padang. Hal ini tentunya tidak mudah, tetapi kalau
terlaksana, insyaallah masyarakat di sekitar Situs Gunung Padang akan banyak
yang tertolong. Semoga hal ini dapat diwacanakan juga oleh Tim Kemdiknas
yang akan bersidang pleno hari ini di Jakarta. Mang Okim mohon beribu maaf
karena  tidak bisa hadir berhubung ada Rotary Conference di Batam.



Salam Gem-Lovers,



Mang Okim

di Planet Holiday Batam



LAMPIRAN  GAMBAR



DSCN9433-C-30.jpg

Gambar 1 : Kawasan parkir di Situs Gunung Padang dimana contoh batuan

basalt - basaltic andesite seberat 1,2 kg  dipungut untuk uji kualitas.



DSCN9504-30.jpg
Gambar 2 : Contoh batuan basalt-basaltic andesite yang setelah dipotong dan
dipoles,

warnanya hitam legam dengan  permukaan yang mengkilap bagaikan cermin.



DSCN9499-30.jpg

Gambar 3 : Produk kerajinan yang dihasilkan dari seperempat kg contoh batuan
G.Padang:

10 dasi koboy polos, 2 dasi koboy berbingkai, 2 bross, 5 kalung, dan banyak
batu cincin.








Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kirim email ke