Pak Miko, foto2 obsidiannya tak muncul, tak acan pisan Sent from Cak Phi's iPhone
On 18 Mei 2013, at 04:54, "Sujatmiko" <[email protected]> wrote: > Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman, > > > > Beberapa hari yang lalu ada customer mang Okim yang membawa 4 butir batuan > obsidian berwarna hitam untuk diperiksa. Mang Okim cukup familiar dengan > batuan tersebut sehingga tidak kesulitan untuk mendeskripsinya. Hanya, > setelah memperhatikan kenampakan fisiknya yang terkupas di beberapa bagian, > mang Okim jadi curiga bahwa bagian terkupas tersebut bukan alamiah melainkan > hasil kerjaan manusia ( gambar 1 ). Ketika mang Okim tanya dari mana > asalnya, customer mang Okim menjelaskan bahwa batuan tersebut merupakan > hadiah dari kakeknya yang telah meninggal dunia. Ketika itu , kakeknya > tinggal di kawasan Ciater Subang. Karena masih ada beberapa butir yang > ditinggal di rumah, maka mang Okim minta agar sisanya dibawa ke kantor mang > Okim. > > > > Keesokan harinya, customer mang Okim datang lagi dengan satu kotak plastik > berisi batuan sejenis. Betul saja, sesuai dengan naluri mang Okim, di antara > batuan tersebut ada beberapa yang berukuran serpihan kecil dengan > retus-retus di pinggirnya yang menandakan pernah dipakai oleh manusia ( > gambar 2 ). Alat serpih semacam itu banyak ditemukan di Dago Pakar Bandung > dan di Situs Gua Pawon ( sekitar 5.000 sampai 10.000 tahun yang lalu ) . > Yang cukup surprise adalah adanya obsidian berukuran relatif besar dengan > panjang sekitar 10 cm ( gambar 3 ). Bentuk atau tipologinya sangat mirip > dengan alat penetak Paleolitik yang banyak mang Okim temukan di Ponorogo > dan Purbalingga . Hasil pengamatan ini alhamdulilah telah memberikan > kebahagiaan tersendiri kepada pemiliknya yang memanfaatkan obsidiannya untuk > kalung etnis tanpa digosok. Sayang sekali bahwa lokasi temuan obsidian > tersebut tidak diketahui dengan pasti ( kakeknya banyak mengembara ). > > > > Mengenai obsidiannya sendiri, mang Okim perkirakan berasal dari wilayah > Garut, mungkin dari Desa Kendan , Desa Nagreg, atau Desa Pasirwangi ( G. > Kiamis ). Warnanya hitam legam, translusen, kilap menggelas, kekerasan > 6-6,5 skala Mohs, pecahan conchoidal, dan berat jenis 2,38. Pemanfaatannya > di Garut baru terbatas pada bahan teraso di Nagreg atau sebagai batuan > penghias taman di halaman rumah ( yang bentuknya bundar, diambil dari > endapan S. Cimanuk ). Ketika kami sempat tamasya ke Napoli Italia tahun > 1978 ( 35 tahun yang lalu ), neng Ai sempat membeli satu set perhiasan dari > batu obsidian yang telah difaset ( mungkin dari G. Vesuvius ? ). Sekedar > pelengkap, pada 04 Januari 2012, mang Okim pernah mosting tulisan dengan > gambar di milis IAGI berjudul : Artefak Obsidian, Petunjuk Adanya Manusia > Paleolitik di Garut. Semoga bermanfaat, Selamat berakhir minggu dalam > kebahagiaan dan kedamaian. > > > > Salam Gem-Lovers, > > > > Mang Okim > > > > CATATAN : > > Sesuai dengan petunjuk moderator, gambar-gambar di bawah ini setelah > dikompres ( 53 kb saja ), mang Okim lampirkan di attachment. Dengan demikian > maka kalau gambar di bawah ini tidak nongol, semoga dapat dilihat di > attachment. > > > > LAMPIRAN GAMBAR > > > > P1100231-20.jpg > > Gambar 1 : Empat contoh batuan volcanic obsidian yang diperiksa. > > > > P1100243-20.jpg > > Gambar 2 : Batuan obsidian yang disusulkan, di antaranya ada beberapa > > yang serpihan bekas dipakai dan ada satu yang besar berbentuk alat penetak . > > > > P1100252-20.jpg > > Gambar 3 : Alat penetak dengan retus-retus di pinggirnya pertanda bekas > dipakai > > > > > > > > > > >

