Selamat berkarya, hanya Tuhan yang dapat menilai. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Fri, 24 May 2013 10:53:34 To: IAGI<[email protected]>; economicgeology<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [iagi-net] Ahli Geologi Indonesia Kerjasama Unhalu Ahli Geologi Indonesia Kerjasama Unhalu Posted by La Taya | Saturday, 18 May 2013 Dukung Pembukaan Prodi Geologi KENDARINEWS.COM. (Kendari) : Ahli Geologi Indonesia (IAGI) rencananya berkunjung di Unhalu, Sabtu (18/5). Kunjungan ini tidak biasa, selain melantik pengurus IAGI Sultra, kedatangan pengurus pusat ini terkait dengan penandatanganan MoU antara IAGI dengan Unhalu, termasuk bertindak sebagai pemateri dalam studi general tentang postur ketersediaan energi Indonesia tahun 2030. Tak hanya IAGI, Unhalu juga akan teken MoU dengan salah satu perusahaan swasta bertaraf nasional yakni PT IPIS DECO, perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, perkebunan, dan penggelolaan hasil-hasil perkebunan. "Kami akan teken MoU dengan pihak IAGI serta salah satu perusahaan tersebut mengenai dukungan terhadap misi Unhalu yaitu penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat," terang Laode Ngkoimani, M.Si, Pembantu Dekan FMIPA Unhalu. Kedatangan Asosiasi tersebut sekaligus menyatakan dukungan terhadap terbentuknya program studi geologi, pertambangan, geofisika, geografi dan penggolahan migas yang ada di Sultra, bahkan ada pemberian bantuan dari IAGI dan PI IPIS DECO tersebut. Penandatanganan kerjasama tersebut dalam rangka memfasilitasi pemberian beasiswa s1, s2, dan 3, yang akan belajar pada perguruan tinggi yang berbeda diseluruh indonesia. Untuk s1 dan s2 yang mendapatkan beasiswa akan dikuliahkan di Unhalu, sedangkan s3 dilberikan kesempatan untuk lanjut di ITB, UGM, UNAIR, IPB, dan Brawijaya. Beasiswa ini diprioritaskan kepada mahasiswa yang mampu secara akademik, tetapi memiliki kelemahan ekonomi, dan diseleksi secara bersama yang mendaftar mengikuti program tersebut. "Kami merintis pembentukan prodi tersebut sejak 2005, nanti sekarang ini baru ada persetujuan pendirian. Sementara ini menunggu surat izin dari dikti mengenai program baru tersebut," kata Ketua IAGI Penggurus Daerah Sultra. Pembentukan prodi tersebut dengan alasan bahwa daerah sultra memiliki potensi SDA yang melimpah seperti tambang, dan sumber daya lainnya. Tambang harus diolah dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengolahan yang baik, benar dan berkelanjutan. "Bidang ini harus ada sebab ketika tidak ada ilmu pengetahuan tentang geologi dan tambang, kita hanya jadi penonton saja. Sama halnya ayam mati dalam lumbung padi, masyarakat hanya mampu berteriak ada tambang tetapi tidak ada kesejahteraan," terang Alumni ITB itu. Indonesia belum banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan dibidang pertambangan. Olehnya itu, Unhalu mengambil peran untuk mendidik SDM yang mampu menggolah SDA yang ada dimasing-masing daerah untuk dikerjakan. "Saat ini pula, kami sudah membuka kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk mempekerjakan mahasiswa yang sudah menempuh studi di Unhalu secara reguler, sehingga ada kemandirian dalam bekerja," timpal Dosen Fisika itu. (p1/KP) http://www.kendarinews.com/2013/index.php?option=com_content&task=view&id=695&Itemid=126 -- "Nasionalisme itu ekspresi perasaan ketika negaramu terpuruk"

