Sekedar informasi ... Semoga bermanfaat untuk rekan - adik , anak , ponakan
yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Jurusan Teknik
Pertambangan dan Perminyakan Makin "Nge-Tren"

http://lipsus.kompas.com/snmptn2013/read/2013/05/29/09493357/Jurusan.Teknik.Pertambangan.dan.Perminyakan.Makin.NgeTren


  *KOMPAS.com *—* *Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah peminat jurusan
atau program studi Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan meningkat.
Perkembangan industri sumber daya mineral yang signifikan di Tanah Air dan
tingkat kesejahteraan yang tinggi bagi karyawannya memikat para generasi
muda untuk mendalami bidang ini.

Dalam keterangan pers Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN) 2013 di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin
(27/5/2013), Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka menyajikan data program
studi berdasarkan tingkat keketatan persaingan. Fakultas Teknik
Pertambangan dan Perminyakan dinobatkan sebagai fakultas dengan persaingan
yang paling ketat di ITB pada tahun ini. Tingkat keketatannya 3,15 persen.
Di Universitas Hasanuddin, Makassar, untuk bidang sains dan teknologi,
persaingan ketat juga terjadi di jurusan Teknik Pertambangan dengan tingkat
keketatan 1,03 persen.

Perkembangan jumlah peminat terhadap jurusan ini juga dirasakan di jurusan
Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, paling tidak
dalam lima tahun terakhir.

"Selain Fakultas Kedokteran, jurusan yang paling diminati saat ini yakni
Teknik Pertambangan berdasarkan pengalaman pendaftaran SMNPTN kira-kira
lima tahun terakhir," ungkap Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unsri,
Zulkifli Dahlan, kemarin.

Dia mengemukakan bahwa perkembangan industri di bidang sumber daya mineral
di daerahnya, seperti batu bara, juga memicu para lulusan sekolah menengah
atas untuk memilih jurusan ini. Menurut Zulkifli, trennya sudah berubah
dari era 90-an. Pada era itu, lanjutnya, sebagian besar lulusan SMA
tertarik menimba ilmu Teknik Sipil dan Teknik Mesin, lalu tren berubah lagi
ke Teknik Elektro pada akhir 90-an.

"Pada pertengahan era tahun 2000, bisa dikatakan Teknik Pertambangan
menjadi yang terfavorit setelah Kedokteran. Trennya sepertinya masih akan
sama karena industri pertambangan tidak hanya berkembang di Sumsel, tapi
juga di Kalimatan dan Papua," tuturnya.

Di samping itu, Zulkifli mengakui peningkatan signifikan peminat jurusan
ini disebabkan masih terbatasnya perguruan tinggi negeri yang menyediakan
program studi ini. Para peminat pun menyerbu ke perguruan-perguruan tinggi
yang sudah membukanya.

Di Unsri, jurusan ini dibuka melalui tiga pintu, yaitu saringan jalur
undangan, seleksi tertulis, dan jalur mandiri.

"Setiap kesempatan memiliki kuota yang berbeda-beda untuk SNMPTN
mendapatkan 50 persen dari total mahasiswa pertambangan yang akan diterima,
SBMPTN hanya 30 persen, dan jalur mandiri hanya 20 persen," katanya.

Kirim email ke