Teruimakasih Pak. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Anggoro Dradjat <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Tue, 4 Jun 2013 08:22:57 To: iagi-net<[email protected]>; Anggoro Dradjat<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [iagi-net] Kiriman ulang Geologi dan Geofisika Shale lanjutan (18) Bersama ini kami kirimkan ulang ceritra bersambung Gas Shale ke 18, mudah-mudahan ada gunanya.
Dari tulisan-tulisan sebelumnya maka hal-hal yang penting untuk dipelajari didalam explorasi gas shale adalah dalam uruitan: 1. Kandungan TOC dan tingkat kematangan hydrocarbon 2. Mineralogi shale, komposisi mineral dan fraksi kerogen. 3. Sifat mekanika dari shale: modulus Young, Poisson ratio, rock strength. 4. Zona sweet spot dari shale. Dengan menggunakan data core ,well log dan data seismik; data pengukuran laboratorium maka yang perlu dipelajari: 1. Geokimia: jenis kerogen, TOC dan kematangan hydrocarbon 2. Geomekanika : Fracable tidaknya shale dan beban yang diperlukan untuk perekahan dari zona shale diatas dan dibawah permukaan ; pengukuran sifat mekanika static dan dynamic. 3. Petrofisika: Menentukan zona-zona potensial 4. Geofisika: pemetaan dan penentuan zona2 fracable shale berbasis respon amplituda dari gather data seismik. Setelah didapatkan zona-zona fraksi kerogen didalam shale dan banyaknya gas yang dapat ter adsorbed dan fre gas didalamnya maka sampailah pada tahap perekahan. Yang menjadi dasar dari fracturing adalah meningkatkan permeabilitas pada batuan shale sehingga gas yang teradsorbsi, dan fre gas didalamnya akan dapat mengalir. Perlu dipelajari dari TOC yang ada pada shale berapakah fraksi volume dari kerogen, kemudian dari kerogen yang ada berapa banyaknya gas yang teradsorbed yang akan dapat mengalir, semakin besar TOC maka fraksi volume kerogen akan semakin besar sehingga gas yang akan mengalir juga akan lebih banyak. Didalam fracturing yang menjadi konsern adalah berapa luas permukaan yang dapat terekahkan, berapa volume dari dari zona shale yang dapat terekahkan. seberapa lama suatu rekahan akan tetap terbuka. Agar lebih lama suatu rekahan tetap terbuka maka perlu diberikan pengganjal (propan) yang berupa pasir. Ketika batuan terekahkan maka gas akan mengalir dan dengan demikian tekanan berkurang sehingga stres effective meningkat dan mengakibatkan permeabilitas batuan akan menurun seiring berkurangnya gas yang berada pada kerogen didalam shale; dengan adanya propane yang mengganjal pada bidang rekahan sehingga gas akan dapat tetap mengalir. Hal yang menjadi critikal point didalam shale fracturing adalah fraksi volume mature kerogen didalam shale itu sendiri. Untuk melakukan fracturing terhadap suatu volume shale maka idealnya adalah dilakukan pemboran vertikal kemudian diikuti dengan pemboran horizontal yang mencakup, suatu areal luas. Sebagai contoh pada gambar 1. menunjukan horizontal driiling well 5 sumur yang mencakup luas 3000 x 2000 feet yang diambil dari contoh lapangan pada Barnett shale. Gambar selanjutnya menunjukan bahwa fracturing akan diawali dengan perforasi dan fracturing dapat dilakukan secara konvensional, secara simultan ataupun dengan cara zigzak dengan tujuan untuk mendapatkn rehakan yang mximumum. Pada gambar selanjutnya menunjukan bahwa fracturing dapat dilakukan dengan injeksi air dan menggunakan pasir sebagai propan pengganjal, pada gambar tersebut menunjukan lama waktu perekahan, besarnya beban dipermukan, beban pada bottom hole, proppane dipermukaan dan propane di bottom hole dan pumping rate. Gambar selanjutnya menunjukan water hammer response sebagai akibat dari pumping rate, ketika batuan rekah maka tekanan menjadi turun. Gambar terachir menunjukan terjadinya gempa-gempa mikro yang menunjukan terjadinya rekahan-rekahan selama terjadinya perekahan. Salam Anggoro Dradjat

