jaman digital,
outcrop bisa langsung di foto, dengan segala efek pencahayaan,  malah bisa 
pakai infra red dan xray(? sudah ada yang portable?)
satelite data bisa di akses sebelum menentukan tempat2 yang dikunjungi, dan 
bisa di update setelah mengunjungi lokasi nya.

satelite maps yang sudah ada tersedia bukan hanya untuk topografi tetapi sudah 
ada gravity, magnetic, dan thermal.  apakah resistivity juga ada? (setahu saya 
dulu karena resistivity itu cenderung berubah sesuai musim  makanya tidak 
terlalu berkembang aplikasi nya)

di dunia seismic survey di onshore,  peta dari google earth (yang bayar) bisa 
dipakai untuk peta topography.

fbs
 


________________________________
 From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
To: IAGI <[email protected]>; economicgeology 
<[email protected]> 
Sent: Friday, June 7, 2013 9:46 AM
Subject: [iagi-net] "Digital Geologist" or "Paper Based Geologist" ?
 


Era dijital merubah banyak hal dalam kehidupan kita, tak terlepas dengan 
geologi yang banyak kerja di lapangan. 
Dahulu saya menggunakan kompas geology (Brunton, Maya) sebagai piranti ke 
lapangan, selain juga catatan lapangan (notes). Alat-alat ini sangat tangguh 
karena tahan banting, tahan panas dan tahan air dll. Namun juga memerlukan 
keahlian khusus untuk menggunakan, mengukur dan membacanya. 
Di era dijital sekarang alat-alat tentunya masih diperlukan, tetapi saya 
melihat banyak kemudahan yang dimiliki oleh alat-alat canggih sekarang. 
Kompas Dijital sebagai apps dalam smartphone sangat mudah digunakan, apalagi 
ditambah dengan GPS yg resolusinya 30 meter. Dalam pemetaan skala 10 000 masih 
cukup akurat (cmiiw). 

Dalam sebuah pertemuan di GSA (Geol Soc America) tahun 2012 tentang pemanfaatan 
alat lapangan manual (Paper based geologist) vs dijital (Digital Geologist) ada 
hal menarik yang dapat kita obrolkan. Salah satunya : 

Digital Geologist menjadi sedikit lebih lambat dari singkapan ke singkapan, 
tapi lebih cepat dan lebih efektif daripada kertas ahli geologi berbasis 
keseluruhan karena alasan berikut : 
- "Paper based geologist" dipaksa untuk fokus pada data cadangan (digitalisasi 
atau tinta dalam peta) setelah kembali dari lapangan, sedangkan Digital 
Geologist  bisa langsung mem"back up" data ke hard drive eksternal. 
- Digital Geologist bebas untuk menggunakan perangkat lunak untuk melakukan 
analisis, sehingga meningkatkan pemahaman geologi dan rencana lapangan untuk 
hari berikutnya kerja. 
Secara umum, kita menemukan bahwa keterbatasan pemetaan bidang digital sangat 
bervariasi menurut lokasi lapangan, lembaga, dana (industri vs geo survei vs 
universitas) dan lingkungan pemetaan, tetapi kecil dibandingkan dengan manfaat. 
Keterbatasan meliputi biaya penyebaran untuk universitas, akses ke sumber daya 
yang memadai di lapangan, dan keterbatasan hardware / software seperti 
kecerahan layar pada beberapa tablet pc.

Nah apakah kelebihan kompas brunton selain tidak memerlukan baterai dan tahan 
banting ? 
Apakah mahasiswa seterusnya akan tetap harus dapat menggunakan kompas manual 
ini ? 

Salam dijital !

Rovicky DP 


--
"Control yourself, and you got freedom"

Kirim email ke