Cak Yayang, ijin share puisine ya. Suwun. -anang- Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
Kalau memang berani Jangan cuma sama kami, rakyat kecil, mahasiswa dan buruh teri Yang memprotes bayangan kesengsaraan hidup Karena harga2 mlangit dan hidup tambah mencekik Gara2 harga bbm naik. Kalau memang berani Jangan cuma sama kami Yg bkn skdar protes BBM nya naik Karena toh paling banter kami hanya punya sepeda motor cicilan dan kemana2 naik angkot bobrok atau KRL berdesak2an Tapi efek berantai jangka pendek dan menengah Yang membayang di depan mata Atas ulah spekulan2 harga lainnya Yang buntut2nya menyengsarakan rakyat juga Itu yg kami takutii sama2 Atau jangan2 sampeyan semua nggak bisa ngrasa? Kami nggak minum dan makan BBM, makanya naiknya BBM itu bkn tujuan protes utama Karena kami nggak ada BMW atau sekedar Avanza tangan kedua yg harus di-jog-i BBM setiap masa Tapi ya itu dia: ongkos macet2an di kendaraan umum juga pasti naik dan harga2 bahan pokok akan melambung di udara Sementar upah minimum tak beranjak disitu2 saja Terus kami nanti akan makan apa? Kalau memang berani Jangan cuma menghimbau dan mengancam koruptor anggaran negara Miskinkan mrk dan selamatlkan 30% kebocoran Yg kalau diitung 2x lebih banyak dr subsidi BBm yg kalian bela Bereskan dulu itu semua Hadapi teman2 kalian sendiri, seret mereka Jangan beraninya cuma sama orang2 kecil tak punya kuasa Kalau memang berani Hadapi itu mafia impor minyak Yg setiap tahun ngeret rente sampai 3-4 trilliun dan duitnya mengalir ke mana2 bahkan ke partai2 penguasa dan koalisinya Yg membuat kalian semua tdk rela mengganti minyak dg panasbumi untuk penerangan dan energi Yg membuat kalian semua tdk mampu mengeksplorasi cadangan baru dan terus berlomba memproduksi yg sdh ada Karena dg makin seretnya penambahan cadangan dan diversifikasi, akan makin langgeng dan makin besar impor minyak yg menguntungkan kalian sendiri. Jangan cuma beraninya sama kami Memaksakan menghapus subsidi Sementara kalian sendiri terus menikmati Subsidi rejeki dr impor minyak krn terpuruknya migas negeri ini. Kalau memang berani Beresi dulu transportasi umum kami, nyamankan perjalanan, berikan dulu listrik2 murah harga dr panas bumi, barulah kemudian cabut subsidi: yg mungkin masih 5-6th lagi. Kalau memang berani Dengarkan tangisan kami Jangan hanya himbauan memabukkan para ekonom liberalisasi Yg teorinya selalu benar di atas kertas Tapi jadi kutukan di gubuk2 miskin kurang makan kurang gizi Negeri penuh korupsi. Kalau memang berani Coba itung apa yg terjadi Setelah 4x150rb duit BLSM habis buat beli nasi 4bulan lagi Sementara harga2 sdh tak mungkin turun lagi Kalau memang berani Jangan cuma sama kami Koreksi dulu diri sndiri ADB Bohorok, 17Jun 2013 Powered by Telkomsel BlackBerry® | ||
- [iagi-net] Kalau Memang Berani abachtiar
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani ikusuma54
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani Shofiyuddin
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani rakhmadi avianto
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani akusuwardono
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani aluthfi143
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani Ismail Zaini
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani Gamma Abdul Jabbar
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani Rahmawan Helmi
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani Udrekh
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani Dandy Hidayat
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Be... leonardl
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani bandono . s
- Re: [iagi-net] Kalau Memang Berani Shofiyuddin
- RE: [iagi-net] Kalau Memang Berani Rovicky Dwi Putrohari

