Makasih, masih mau investasi?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: rakhmadi avianto <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Thu, 20 Jun 2013 15:56:39 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [iagi-net] CBM vs jualan gas ke community
Dear all good afternoon,



Mimpinya kan CBM itu bisa menghasilkan rate 300,000-500,000 CFG/day,
nyatanya cuman 30,000-100,000 CFG/day. Sedangkan di Ausie dan Amrik
lapangan CBM bisa menghasilkan 1-4 mmcf/d – per sumur (indah nian kata
adikku Donda di Medan sana). Kalau melihat itu semua maka sepertinya proyek
CBM kayaknya masih tidak realistis untuk saat ini.



Pernah coba nge-run project economic untuk CBM dg parameter sbb,

Rate/well = 200KCF/day, Jumlah sumur = 600 biji, Cost/well= 520KUSD, harga
jual gas=USD 7.0/mmbtu, Cum Prod selama 40 tahun= 328 BCF, estimated total
investasi = USD 650 juta, maka didapat Pay-out=11 tahun, IRR=23% sebetulnya
not too bad.



Nah kalau harga sumur > dari USD 520K/well maka IRRnya tergerus jadi
dibawah 20% dan investasi awal naik jadi > dari 650 jt USD.

NAH YG PALING MENGERIKAN KALAU RATENYA <100KCF/day maka Pay Outnya jadi >
15 tahun dg IRR < 10%, apa lagi kalau sudah dg rate 50KCF/day sudah mati
proyeknya. Dg data keekonomian spt ini maka proyek ini ngga bisa terbang
meskipun dilempar keatas, ya jatuh jatuh lagi ke tanah.



Ini kira2 mungkin kenapa kok proyek CBM agak lari mundur dari pada lari
maju.



Banyak hal lain yg sifatnya teknis, kaya pelaksannan pemboran dg under
balance juga menikkan biaya sumur shg menurunkan IRR, menaikan PO dan
menurunkan NPV.



Soal potensial CBM di Indonesia PASTI!!!!, tapi to get it out off the
ground yg masih perlu evaluasi lebih lanjut. Kalau aku jadi pemerintah
biarkan aja pemegang Laison CBM tetap mengangkangi konsesisnya sampai
mereka bisa menemukan titik keekonopmiannya. Masalahnya mau ngga ya
Pemerintah? Kasi ngga Ya? Eemmm masalah ga ya?



Kalau melihat gas-usage di Indonesia memang masih sangat rendah (lihat di
bawah), kenaikan gas-usage dari 5.5 million cubic feet (MCF)/th ke 10
MCF/th tentu akan menaikan harga gas.

Harga 12kg LPG adalah IDR 90K (USD 9.0), maka 1 MMCF Methane = 18,916 kg,
kalau harga gas = USD 10/KCF (per 1000 cubic feet) maka harga methane / kg
= Rp 529,- saja, jadi harga 12KG methane = Rp 6,344,-, itu harga di well
head, jadi kalau infra struktur ada jualan gas ke community lebih untung
dari pada di Export. Bayangkan harga Methane 12KG dibandingkan 12 KG LPG
harganya 14 kalinya.



Iseng iseng buat pemikiran bersama.



Just sharing guys, have a good day.



Avi

Kirim email ke