Artinya pengusaha itu akan berbuat baik kalau Pemerintahnya juga baik , kalau dia bisa untung walaupun agak (???) melanggar aturan , ya langgar saja , kan nanti bisa "damai".
Jadi kalau kita mau menyalahkan mereka dan meminta Pemerintah Malaysia dan Singapura menghukum mereka , ya kan aneh kok perbuatan mereka di Indonesia (yang berlaku tentunya hukum Indonesia) , kan dengan sendirinya mengecilkan kewibawaan Pemerintah RI. Tapi kalau ini mau dijadikan satu " political Pressure " Singapura mau mendengarkan permintaan kita dalam banyak hal sehubungan dengan kepentingan kita a.l soal ekstradisi ..............ya kirim saja asap sebanyak banyak nya , hehehehe. Dikrimi uang hasil korupsi dan disimpan di Bank mereka kok mau , ya dikirim asap harus mau juga ya hahahahaha. si Abah ________________________________ From: Amir Al Amin <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, June 21, 2013 11:41 AM Subject: Re: [iagi-net] Fw: [Serba.Serbi-KL] Inilah Perusahaan Malaysia Pembakar Lahan di Riau dan "Ekspor" Asap ke Negaranya betul perusahaan Asing (Malay-Sing) tapi yang berkuasa kan Indonesia. Lha dimana wibawa penegak hukum setempat? 2013/6/21 <[email protected]> Hehehe maling teriak maling yaaa. Tapi tetep saja kita yang menderita yang rusak tetep di NKRI. >Itukah arti lain dari investasi. >Salam. >Powered by Telkomsel BlackBerry® >________________________________ > >From: [email protected] >Sender: <[email protected]> >Date: Fri, 21 Jun 2013 03:43:07 +0800 >To: IAGI<[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: [iagi-net] Fw: [Serba.Serbi-KL] Inilah Perusahaan Malaysia Pembakar >Lahan di Riau dan "Ekspor" Asap ke Negaranya > > > > > > >Sent from my BlackBerry 10 smartphone. >From: [email protected] >Sent: Friday, June 21, 2013 03:42 >To: nyoto yahoo soenarwi >Subject: Fw: [Serba.Serbi-KL] Inilah Perusahaan Malaysia Pembakar Lahan di >Riau dan "Ekspor" Asap ke Negaranya > > > > > >Sent from my BlackBerry 10 smartphone. >From: ganis supriadi >Sent: Friday, June 21, 2013 00:09 >To: serba-KL >Reply To: [email protected] >Subject: [Serba.Serbi-KL] Inilah Perusahaan Malaysia Pembakar Lahan di Riau >dan "Ekspor" Asap ke Negaranya > >Inilah Perusahaan Malaysia Pembakar Lahan di Riau dan "Ekspor" Asap ke >Negaranya > >PEKANBARU, GORIAU.COM - Peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah kawasan di >daratan Provinsi Riau dikabarkan sebagian berada di areal perkebunan dan hutan >tanam industri milik perusahaan modal asing asal Malaysia. > >Dugaana itu mencuat seiring penerbitan data hasil pantauan satelit cuaca dan >pendeteksi panas bumi (NOAA) pada Selasa (18/6) yang berhasil merekam >keberadaan sebanyak 148 titik panas di Riau. Sebagian diantaranya berada di >areal perkebunan dan HTI milik perusahaan Malaysia. > >Diantaranya yakni PT Langgam Inti Hibrida. Perusahaan tersebut merupakan >perusahaan milik pengusaha Malaysia, dimana pada Selasa (18/6), terdapat >beberapa titik kebakaran lahan di arealnya yang berlokasi di Desa Sering, >Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. > >Kemudian, demikian Dishut, NOAA juga mendeteksi beberapa titik kebakaran lahan >di kawasan perkebunan milik PT Bumi Reksa Nusa Sejati yang juga milik >pengusaha Malaysia. Menurut data tersebut, sejumlah titik panas itu berda di >dua lokasi areal perkebunan PT BUmi Reksa Nusa Sejati, yakni di sekitar Desa >Simpang Kateman, Kecamatan Pelagiran, dan satu lagi di sekitar Desa Bente, >Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir. > >Titik panas menurut data tersebut juga berada di kawasan perkebunan milik >perusahaan Malaysia lainnya, seperti PT Tunggal Mitra Plantation, PT Udaya Loh >Dinawi, PT Abdi Plantation, PT Jati Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industry, PT >Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Mustika Agro Lestari. > >Kemudian kebakaran juga terjadi di kawasan hutan tanam industri milik PT Riau >Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang sebagian sahamnya juga dimiliki oleh pihak >asing. > >Menurut informasi pejabat pemerintah setempat, kebakaran di sekitar area >industri milik perusahaan-perusahaan asing tersebut memang sering terjadi saat >kemarau. Tak pelak, perusahaan itu kemudian 'meng-ekspor' asap sisa kebakaran >lahan itu ke negera asalnya. > >Masih kah Malaysia dan Singapura 'berkoar-koar' menyerahkan semua penyelesaian >masalah kebakaran hutan atau lahan penyebab kemunculan kabut asap di Riau?(fzr) > >Sumber: http://www.goriau.com/berita/dunia/i...negaranya.html > > >Asap Singapura Ulah Perusahaan Malaysia dan Singapura > >BN--Peristiwa: SINGAPURA kini sedang dirundung kabut asap. Pemerintah >Singapura dan rakyat negeri itu menuding telah terjadi pembakaran lahan hutan >di daratan Riau, Indonesia. Indonesia memang selalu menjadi kambing hitam jika >terjadi kebakaran dan asap. > >Celakanya, kebakaran itu akibat dari ulah para pengusaha Malaysia dan >Singapura yang menggarap perkebunan di Indonesia. Di negeri orang mereka >semena-mena, tidak mentaati undang-undang atau peraturan tentang pengelolaan >hutan dan perkebunan. > >"Indikasi itu muncul setelah satelit pemantau cuaca dan pendeteksi panas bumi >(NOAA) pada Selasa (18/6) merekam keberadaan sebanyak 148 titik panas di >Riau," kata Kasi Penanggulangan Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Riau >Rahidi di Pekanbaru, Kamis (20/6). > >Menurut data Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) >yang diterbitkan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Riau, sebagian titik panas >yang diduga sebagai peristiwa kebakaran lahan tersebut berada di kawasan hutan >tanaman industri (HTI) dan perkebunan milik pemodal asing, di antaranya yakni >PT Langgam Inti Hibrida. > >Perusahaan tersebut merupakan milik pengusaha Malaysia. Pada Selasa di areal >yang berlokasi di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, itu >terdapat beberapa titik kebakaran. > >Satelit NOAA juga mendeteksi beberapa titik kebakaran lahan di perkebunan >milik PT Bumi Reksa Nusa Sejati yang juga milik pengusaha Malaysia. Menurut >data tersebut, sejumlah titik panas itu berda di dua lokasi areal perkebunan >PT Bumi Reksa Nusa Sejati, yakni di sekitar Desa Simpang Kateman, Kecamatan >Pelagiran, dan satu lagi di sekitar Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten >Indragiri Hilir. > >Titik panas menurut data tersebut juga berada di kawasan perkebunan milik >perusahaan Malaysia lainnya, seperti PT Tunggal Mitra Plantation, PT Udaya Loh >Dinawi, PT Abdi Plantation, PT Jati Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industry, PT >Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Mustika Agro Lestari. > >Kemudian kebakaran juga terjadi di kawasan HTI milik PT Riau Andalan Pulp and >Paper (RAPP) yang sebagian sahamnya juga dimiliki oleh pihak asing. > >"Kebakaran di sekitar area industri milik perusahaan-perusahaan tersebut >memang sering terjadi. Khususnya untuk pantauan NOAA, di area sejumlah >perusahaan itu selalu terdeteksi titik panas ketika kemarau," kata Rahidi. >(mtv/*) > >Sumber: http://www.borneonews.co.id/head/377...-dan-singapura -- >-- >Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya. >IATMI-KL : [email protected] >Cerita santai : [email protected] >Postingan bebas selama tak menyerang SARA : [email protected] >--- >You received this message because you are subscribed to the Google Groups >"serba.serbi-KL" group. >To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an >email to [email protected]. >For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > > -- *********************************** Amir Al Amin Operations/ Wellsite Geologist (62)811592902 amir13120[at]yahoo.com amir.al.amin[at]gmail.com ************************************

