Sepertinya akan dapat dipastikan terjadi perubahan tata niaga gas (ENERGI)
di dunia dengan perubahan konsentrasi sumberdaya unconventional (tight gas
dan tight oil).
Indonesia sudah mendekati net import gas yang kemungkinan akan tiba tahun
2017. Akankah lebih murah mengimport gas ketimbang eksplorasi sendiri ?

RDP

 (Unconventional Gas) Perubahan Peta Shale Oil-Shale Gas Dunia

MigasReview, Jakarta – Baru-baru ini Badan Informasi Energi (EIA)
Departemen Energi Amerika Serikat (AS) merevisi perkiraan volume shale gas
dan shale oil global yang pernah dikeluarkannya pada 2011. Revisi perkiraan
ini menunjukkan bahwa secara teknis, terjadi peningkatan yang signifikan
atas shale oil (tight oil) yang bisa diproduksikan hingga sepuluh kali
lipat, karena dimasukannya formasi-formasi dari luar AS. Sementara itu,
sumber daya global shale gas diperkirakan hanya naik sebesar 10 persen.

Dengan revisi ini, formasi shale sekarang mencapai 10 persen dari total
sumber daya minyak mentah global dan hampir sepertiga dari sumber daya gas
alam global. Meskipun demikian, dampak aktual dari sumber daya ini terhadap
produksi dan pasar di masing-masing kawasan dan negara masih cenderung
sangat bervariasi.
Laporan tahun ini mencerminkan fokus yang lebih besar pada tight oil,
menggabungkan berbagai pandangan menyangkut perkembangan sumber daya tight
oil AS yang signifikan, yang terjadi sejak laporan sebelumnya diterbitkan.
Pengembangan tight oil berkontribusi pada peningkatan 19 persen produksi
minyak mentah AS selama 2010-2012.

Sementara itu, revisi yang lebih lecil untuk volume shale gas merupakan
hasil bersih dari penurunan perkiraan di beberapa negara yang diobservasi
pada 2011, seperti Polandia dan Norwegia, bersama dengan dimasukkannya
tambahan sumber daya formasi shale dan negara, termasuk Rusia, Indonesia
dan Thailand.
Angka-angka itu mewakili jumlah minyak dan gas yang dapat diproduksikan
jika harga pengembangan dan infrastrukturnya ekonomis untuk dipasarkan,
bukan jumlah yang direncanakan produsen saat ini untuk dikembangkan. Pada
saat yang sama, perkiraan ini hanya merupakan sebagian kecil – sedikitnya
5-25 persen – dari minyak dan gas yang diperkirakan ada dalam endapan
serpih yang dinilai. Penyempurnaan teknologi secara substansial dapat
meningkatkan technically recoverable resources (TRRs) di masa depan.

*Keuntungan buat AS*
Menarik untuk dicatat bahwa meskipun AS memimpin dunia dalam produksi shale
oil dan shale gas, negara ini menempati posisi kedua dan keempat dalam hal
sumber daya global bahan bakar ini. Laporan ini juga mengindikasikan bahwa
estimasi sumber daya tight oil AS sebesar 58 miliar barel (bbl) ternyata
lebih dari 2 kali lipat cadangan minyak terbuktinya, setara dengan kurang
dari 7 tahun produksi saat ini. Ini penting karena ada bagian yang cukup
besar dari 139 miliar bbl TRR konvensional belum terbukti AS ada di daerah
daratan dan lepas pantai yang saat ini terlarang untuk pengeboran. Jadi,
shale membuka jalan bagi produksi minyak AS agar tetap lebih tinggi
daripada di masa lalu tanpa harus mengatasi rintangan seperti yang
menghambat pengembangan di lepas pantai California atau di Arctic National
Wildlife Refuge.
Atau, pertimbangkanlah Rusia, di mana laporan itu menunjukkan bahwa
cadangan terbuktinya setara dengan 21 tahun produksi dan sedikit melebihi
TRRs tight oil. Rusia memiliki banyak faktor yang kondusif bagi
pengembangan shale, termasuk armada pengeboran yang besar,  industri minyak
yang akrab dengan pengeboran sumur dalam jumlah besar, dan infrastruktur
transportasi minyaknya yang juga besar. Masih harus dilihat apakah Rosneft
dan produsen lainnya akan memilih untuk mengembangkan shaleBazhenov dan
deposit lainnya secara cepat demi meningkatkan total produksi dan ekspor,
atau lebih secara bertahap untuk mengimbangi penurunan di lapangan-lapangan
tua serta mempertahankan tingkat produksi saat ini.

EIA juga melaporkan adanya 32 miliar bbls TRR shale oil di China. Cadangan
konvensionalnya sebanding dengan AS, mendukung produksi yang saat ini
kurang dari setengah AS. Tanpa tight oil, ekspansi ekonomi China dan
pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor akan membuatnya jadi pengganti AS
sebagai importir minyak terbesar di dunia dalam beberapa tahun.
Perusahaan-perusahaan yang berbasis di China mencari minyak di Afrika,
Amerika Selatan dan Amerika Utara, sehingga sulit untuk membayangkan mereka
meninggalkan sumber daya shale mereka sendiri tanpa mengembangkannya.

Situasi menjadi lebih rumit bagi anggota OPEC yang kaya akan shale seperti
Libya dan Venezuela. Sebagai contoh, selain ketidakstabilan politik saat
ini, Libya memiliki cadangan minyak konvensional yang bisa diproduksikan
selama hampir 90 tahun dengan cadangan sekitar 1,5 juta bbl per hari,
sebelum mempertimbangkan 26 miliar bbl shale oil yang diidentifikasi oleh
EIA.
*
Pandangan Lebih Luas*
Penilaian sumber daya shale terbaru EIA menyajikan pandangan yang lebih
luas dan lebih realistis tentang shale di luar AS dibandingkan pada 2011.
Itu termasuk perubahan antusiasme dalam laporan sebelumnya untuk prospek
shale gas di tempat-tempat seperti Polandia, di mana beberapa sumur telah
dibor sampai saat ini. Hal yang baru dalam laporan ini adalah gambaran
tentang basis sumber daya tight oil yang luas dan mendalam, terutama
berpusat pada negara-negara yang cenderung termotivasi untuk
mengembangkannya. Revolusi shale gas mungkin lambat menyebar secara global
karena perbedaan-perbedaan dalam kondisi untuk mengembangkannya
dibandingkan di AS. Sebaliknya, pengembangan shale oil, atau tight oil,
menghadapi hambatan yang lebih sedikit dan sambutan pasar yang lebih bagus.

● Geoffrey Styles adalah direktur pelaksana di GSW Strategy Group, LLC,
sebuah firma konsultasi strategi lingkungan di AS
*--
 ***

----------------------------------------------------

Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013)

The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition

Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke