Rekan-rekan IAGI yang baik, Tanpa bermaksud menyerang siapa-siapa, saya sungguh heran membaca posting Mang Okim di bawah, padahal sudah sering kami jelaskan. Menurut hemat kami Petisi 34 hanya berkedok kelestarian dan penyelamatan Gunung Padang tapi maksud sebenarnya menghentikan penelitian Tim Mandiri dan merebutnya (silahkan benar-benar dicermati isinya). Isi Petisi 34 menghasut dan terang-terangan menghina tim mandiri sebagai para peneliti yang tidak kompeten dan dituduh hanya merusak. Tindakan Petisi 34 sangat bertolak belakang dengan semangat gotong royong dan etika serta kebebasan dunia ilmiah-akademis. Untunglah presiden kita waras sehingga tidak terhasut oleh petisi ajaib ini. Lebih ajaib lagi kalau perihal ijin penelitian dari Tim Mandiri masih dipermasalahkan. Tim punya ijin lengkap, dari Bupati dan Pemda setempat dan dari Dikbud serta Dirjen Purbakala-BPCB. Apalagi kalau dikatakan sudah instruksi presiden masa iya perijinan masih jadi masalah, ini pernyataan yang bertabrakan. Faktanya lagi Mendikbud, M.Nuh sudah berkunjung ke G.Padang didampingin DirJen dan Ketua BPCB serta para aparat PEMDA setempat. Beliau dengan tegas mendukung penelitian tim mandiri dan memerintahkan jajarannya untuk membantu jalannya penelitian (seperti diberitakan banyak media). Tindakan kekerasan pada para peneliti baru-baru ini bukan isyu tapi benar-benar terjadi. Bukan juga karena warga masyarakat protes dan marah tapi hanya tindakan sekelompok orang (sekitar 20 orang) yang datang tiba-tiba ke lokasi ketika tim sedang melakukan survey seismik tomografi dan tanpa ba-bi-bu langsung melakukan pengeroyokan dan pemukulan sampai beberapa anggauta tim babak belur. Tidak ada gejala protes masyarakat atau komunikasi apapun sebelumnya. Terlepas apakah gerakan kelompok ini terencana atau hanya tindakan anarki dari sekelompok orang-orang yang tidak faham, ini adalah kriminal. Beberapa orang pelaku utamanya sekarang sudah diciduk oleh polisi setempat. Alangkah tidak bijaksananya apabila ada pihak yang malah seperti membela atau membenarkan tindakan biadab ini; Termasuk beberapa media yang malah memberitakan pelaku kekerasannya seolah-olah pahlawan dan menjadikannya narasumber, tanpa cross-check ke pihak-pihak berwenang, termasuk korban kekerasannya. Penggunaan bahan peledak yang diisyukan itu hanya mercon yang sebesar bola kasti yang dipakai untuk source dari seismik tomografinya. Source ini sudah teruji sangat aman, suaranya tidak keras (tertimbun sekitar 1 meter) dan tidak ada bekas ledakan berarti di lokasi-nya. Setelahnya, lokasi-lokasi peledakan dirapihkan dan sudah sukar terlihat lagi jejaknya. Penggunaan mercon ini tentu atas seijin dan panduan dari POLRES dan POLSEK setempat, juga sudah disosialisasikan kepada masyarakat setempat dengan baik, tidak ada masalah apa-apa sebelum kejadian pengeroyokan ini. Menurut hemat kami ini bukan hanya penganiayaan biasa tapi sudah merupakan penghinaan pada dunia dan profesi peneliti. Apabila dibiarkan akan menjadi preseden buruk ke depan. Adalah sangat "disrespectfull" apabila dikatakan kerja keras tanpa profit dan pamrih dari penelitian Tim Mandiri (yang biaya sendiri) dalam dua tahun terakhir ini dikatakan tanpa hasil nyata. Terlebih lagi disamakan dengan Kasus Supertoy dan Blue Energi. Survey dan hasil penelitian TTRM sangat intensif dari berbagai bidang keahlian: arkeologi-geologi permukaan dan eskavasi, Geofisika: georadar, geolistrik, geomagnet, dan baru-baru ini seismik tomografi; dan core drilling (sampai saat ini sudah ada 4 titik bor). Jadi, hasil penelitian tim mandiri (TTRM) yang mengatakan Situs di permukaan melingkupi seluruh bukit dan keberadaan bangunan lebih tua dan ruang-ruang besar dibawahnya adalah berdasarkan data yang sangat kuat. Dugaaan keberadaan ruang adalah dari image refleksi-refraksi gelombang georadar, very-high resistivity body di penampang geolistrik (puluhan ribu ohm.m), very-low seismic-velocity zone (di bawah seribu m/s) pada survey tomografi, dan total water loss sampai puluhan meter kubik ketika pemboran. Demikian juga perihal situs yang multi-layer peradaban dari yang berumur 2500 tahun sampai yang lebih tua dari 10.000 tahun lalu didasarkan oleh analisa carbon dating yang cukup banyak dan teruji. Sebaliknya, Keyakinan para petisi 34 bahwa situs hanya di atas bukit di permukaan saja semata-mata berdasarkan opini subyektif tidak didukung data yang memadai. Faktanya sekarang, keyakinan mereka terbukti tidak benar. Tim Mandiri sangat terbuka untuk berseminar, berdiskusi, bekerjasama dengan siapa saja dari dunia penelitian dan pendidikan yang tertarik, termasuk dari kelompok Petisi 34 kalau memang bermaksud baik untuk kemajuan bangsa dan ilmu pengetahuan. Dalam mimbar ilmiah, tidak perlu kita bergunjing terlalu jauh tentang apa isi dari Gunung Padang sebenarnya. Bagi dunia ilmiah keberadaan bangunan sangat besar dari masa pra-sejarah Indonesia dengan struktur yang tidak sederhana terutama adanya ruang-ruang sudah cukup merupakan hal yang sangat luarbiasa, "truly beyond imagination" yang boleh jadi dapat menjadi pembuka ke banyak hal lebih besar yang selama ini barangkali dianggap mustahil. Kami berharap semua pihak menyikapi isyu ini dengan jernih-bijaksana dan positif sehingga tidak gampang terhasut. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih, dan mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Wassalam, DHN - Tim Terpadu Riset mandiri (TTRM) -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Sujatmiko Sent: 16 September 2013 7:08 To: [email protected] Cc: MGEI; "[email protected]."@vega.idgx.net; Bachtiar T. Subject: [iagi-net] SITUS GUNUNG PADANG : TEMUAN REAKTOR HYDROELECTRIC DI PERUTNYA Rekan-rekan IAGI yang budiman, Sudah lama rasanya kita tidak pernah membaca postingan di milis IAGI tentang kemajuan penelitian di Situs Gunung Padang Cianjur, padahal penelitian oleh Tim Mandiri terus berlangsung tanpa jedah. Walaupun penelitian tersebut sempat terganggu dengan adanya Petisi yang mengusulkan kepada Presiden untuk menghentikannya karena alasan kearkeologian dan kelestarian ( milis mang Okim 30 April 2013 , Petisi 34 : Situs Gunung Padang Terselamatkan ) , tetapi karena kekuatan lobby yang sangat luar biasa dari Tim Mandiri, maka Presiden dengan tegas dan tega , mengabaikan Petisi yang ditanda-tangani oleh 34 Arkeolog dan Geolog dari beberapa Asosiasi dan Instansi terkait, dan mengeluarkan Instruksi Presiden untuk meneruskan penelitian. Menghadapi Instruksi Presiden di atas, para Arkeolog dan penanda tangan Petisi tampaknya mengambil sikap tiarap dan diam seribu bahasa. Bagi mang Okim sendiri, karena merasa berstatus bebas merdeka, maka sekali-sekali muncul di blog Andi Arief Dua dengan tujuan agar yang memberikan komentar tidak hanya yang setuju 100 % dengan laporan hasil penelitian Tim Mandiri yang nuansanya terus-terusan berisi slogan tentang hebatnya hasil penelitian dan kedahsyatan karya nenek moyang kita di Gunung Padang. Timbrungan mang Okim terakhir di blog Andi Arief Dua misalnya tentang tindak kekerasan masyarakat setempat dan pemaksaan dihentikannya penelitian akibat dipergunakannya bahan peledak. Berita tersebut kebetulan mang Okim dapat langsung dari Kabid Kebudayaan Cianjur, yang seperti halnya masyarakat setempat, merasa capek juga dengan kegiatan penelitian yang terkesan tanpa hasil nyata --- dan konon juga tidak berizin resmi ( ini yang disampaikan dan dikeluhkan langsung oleh Pak Kabid Cianjur sendiri ). Temuan Reaktor Pembangkit Energi Hydroelectric Berita terakhir yang membuat jantung mang Okim berdagab-degub adalah yang dirilis oleh DetikNews 11 September 2013 berjudul " Riset di Gunung Padang Selesai, Peneliti Temukan Sesuatu yang Istimewa ". Dalam berita tersebut disebutkan bahwa Erick Rizky , koordinator Tim Mandiri / TTRM Gunung Padang , menyatakan bahwa penelitian TTRM telah selesai dan laporannya akan segera diserahkan ke Presiden. Menurut Rizky, temuan TTRM terpenting adalah tentang adanya 4 lapisan di Gunung Padang dimana penelitian lapisan 1 dan 2 akan ditinjaklanjuti oleh Kemdikbud atau Pemda, sedangkan untuk lapisan 3 dan 4, karena sangat istimewa dan tidak ada duanya di dunia, maka tindak lanjut penelitiannya akan diserahkan sepenuhnya kepada keputusan Presiden --- apakah ke Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, atau ke TNI-POLRI. Temuan istimewa tersebut, yang diawali dengan temuan sebelumnya yaitu chamber cawan raksasa, adanya sungai dan mata air, kubah, menara, dan aquifer serta transmitter, terkait dengan adanya sebuah alat mirip reaktor pembangkit energi hydroelectric - - - Subhanallah. Pak Andi Arief yang diminta konfirmasinya oleh DetikNews mengakui tentang adanya beberapa temuan tetapi tidak bersedia mengungkapkannya. Membaca berita DetikNews di atas, yang bagi banyak orang mungkin sangat membanggakan tetapi bagi mang Okim sangat mencemaskan, marilah kita do'akan semoga apa yang dilaporkan oleh Erick Rizky tersebut benar adanya. Peristiwa beras Super Toy dan Blue Energy yang sempat mengganggu reputasi Presiden masih segar di ingatan mang Okim. Apakah temuan TTRM yang sangat istimewa dan tidak ada duanya di dunia ini akan mengangkat atau malah akan mengganggu lagi reputasi Presiden seperti halnya beras Super Toy dan Blue Energy, wallahualam bissawab. Hanya bagi mang Okim, Wright or Wrong is Our President. Adalah tugas kita semua untuk mengamankan beliau. Munculnya gagasan Petisi 26 April 2013 yang alhamdulilah mang Okim dukung adalah murni untuk tujuan itu, tidak untuk yang lain. Semoga Allah SWT melindungi bangsa dan negara kita, yang setelah merdeka dari penjajahan selama hampir lebih 68 tahun, dalam banyak bidang masih saja dalam kondisi sangat memprihatinkan. Mohon beribu maaf kalau ada yang kurang berkenan, semoga postingan ini ada manfaatnya, Wassalam, Mang Okim ---------------------------------------------------- Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013) The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/ ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------- ---------------------------------------------------- Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013) The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/ ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

