sebetulnya yg krisis ( kekurangan ) adalah energi primernya ,
kurang itu bukan karena produksinya tidak ada . energi primer
utama untuk listrik saat ini batubara, gas, bbm , air dan
geothermal.
Kalau kita lihat di Rencana Umum Penyediaan listrik (RUPTL
2012- 2022 ) maka beban puncak di tahun 2017 akan mencapai kira
kira 50 ribu MW  ( saat ini kira kira baru 35 ribu MW ) dari
kebutuhan tsb baru 45 % dari batubara atau setara dg kira kira
60 an  Juta Ton batubara , disisi lain produksi batubara kita
itu sudah kurang lebih 400 juta Ton , jadi yg dipakai tidak
lebih dari 20 % , seandainya semua listrik pakai batubara pun
masih cukup. Belum lagi dari gas yg masih dibawah 1500 bbtud
padahal produksinya sdh mencapai 7000 an . belum lagi
geothermal yg potensinya diatas 25 ribu MW dan air  75 ribu MW
, belum lagi yg kecil kecil spt solar, angin, biomass dll.
Jadi sebetulnya tidak ada kekawatiran kekurangan energi primer
dan tdk usah terburu buru pakai nuklir bahkan tidak perlu pakai
minyak/BBM karena BBM ini meskipun kontribusinya kecil yg hanya
kira kira 20 % tapi kontribusi thd biaya pembangkitannya cukup
besar lebih dari 60 %, krisis ini yg ada hanya "salah urus" yg
menyebabkan "salah kaprah "

basically agar tidak terjadi labil ekonomi harus ada
harmonisasi untuk mensiasati kecerdasan agar tidak mempersuram
statusisasi kemakmuran........ kok jadi ikut ikutan Vicky...
rilek dulu malam minggu.
ISM


====================


RDP :
> Kalai dilihat secara keseluruhan, dari prediksi kebutuhan
> listrik, ketersediaan sumberdaya dan cadangan energi yg
> sudah ada, maka dengan energi terbarulanpun PLN mungkin
> tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri.
> Bahkan dengan PLTNuklirpun nelum tentu memenuhi.
> Jadi perlunya energi baru dan terbarukan bukan hanya karena
> minyak kita habis. Kita mungkin sudah HARUS net-impor LNG
> tahun 2017 ini. Tapi recieving terminal juga maaih
> kedodoran. Apalagi PLTN belum ada yg berani membuat
> keputusan "panas" ini.
> Jadi mungkin sekali batubara harus dioptimalkan menjadi
> simberbahan baku energi utk listrik segera. Selain yg lain
> berjalan beriringan tanpa hatus ada yg ditunda.
>
> Salam listrik
>
> Rdp
>
> Sent from my Windows Phone From: [email protected]
> Sent: 9/21/2013 2:54 PM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net] Cadangan Minyak RI Diprediksi Ludes 2025
> ?
>
> PLN Waspada, Cadangan Minyak RI Diprediksi Ludes 2025
> Rista Rama Dhany - detikfinance
> Kamis, 19/09/2013 12:43 WIB
>
> Foto: dok.detikFinance
> Jakarta - Saat ini 88% pembangkit listrik PLN masih berbahan
> bakar fosil (energi tidak terbarukan) seperti batubara dan
> minyak. Dari jumlah tersebut, 23% menggunakan BBM, sementara
> cadangan minyak Indonesia diprediksi habis di 2025.
> "Cadangan minyak kita makin sedikit, diprediksi tahun 2025
> minyak kita habis, mau bagaimana kita. Kalau tidak
> diantisipasi
> bisa kaget kita, generasi kita nanti bagaimana," ujar Kepala
> Divisi Energi Baru Terbarukan PLN Mochamad Sofyan saat
> ditemui
> di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (19/9/2013).
> Sebanyak 88% pembangkit PLN, saat ini masih mengandalkan
> energi
> fosil. "Di mana pembangkit menggunakan bahan bakar batubara
> mencapai 44%, gas masih 21%, dan minyak 23%, sementara
> energi
> terrbarukan masih kecil sekali hanya 3,5%," ungkap Sofyan.
> Kalau dari awal PLN atau Indonesia tidak membangun banyak
> pembangkit menggunakan energi terbarukan, maka nasib
> Indonesia
> bisa seperti warga di Filipina danJepang, yang tidak
> memiliki
> energi fosil, namun energinya masih mengandalkan energi
> fosil.
> "Kalau Jepang tidak masalah, karena mereka negara kaya,
> mereka
> punya uang banyak, tapi seperti Filipina bagaimana? Mereka
> tidak punya minyak, batubara dan gas, yang terjadi
> masyarakatnya harus terbebani oleh tarif listrik yang
> mahal,"
> ujarnya.
> "Di Filipina itu tarif listriknya paling tinggi kedua di
> Asia
> setelah Singapura. Kalau ini tidak kita antisipasi dari
> sekarang, nasib kita bisa seperti di Filipina, Jepang, dan
> Singapura, harga listriknya mahal," tambahnya.
> Untuk itu, PLN memiliki rencana jangka panjang sampai tahun
> 2021 pembangkit energi baru terbarukan yang saat ini baru
> 3,5%
> harus menjadi 20%.
> "Ini target yang tidak mudah, namun harus dilakukan, fokus
> utama energi baru terbarukan yang akan dibangun PLN ada tiga
> yakni dari panas bumi, hydro dan biomassa," kata
> Sofyan.(rrd/dnl)
>
>
>
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
> ----------------------------------------------------
> Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013)
> The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition
> Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
> including but not limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind
> whatsoever, resulting from loss of use, data or profits,
> arising out of or in connection with the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
> ----------------------------------------------------
> Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013)
> The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition
> Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information  posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
> including but not limited to direct or indirect damages, or
> damages of any kind whatsoever, resulting  from loss of use,
> data or profits, arising out of or in connection with the
> use of  any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id


----------------------------------------------------
Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013)
The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition
Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke