Pak Bintal itu teman dekat saya, walapun seangkatan. Waktu beliau melakukan
"pemetaan doktoral" di daerah Trenggalek di Jatim di awal tahun 60-an, saya
bertindak sebagai pembimbing. Ini kedengarannya aneh, tetapi situasinya di
zaman itu serba darurat, begitu lulus Drs langsung memberi kuliah itu biasa.
Aneh pula kalau batu ginjalnya Pak Bintal itu berbentuk kristal, biasanya
seperti oolite yg terdiri dari calcite dan/atau oxalat, berlapis-2 konsentrik.
Saya pernah ikut nimbrung diskusi soal batu ginjal dg Dr. Sihombing alm, yg
disertasinya dalam ilmu kedokteran mengenai batuginjal, dan pada waktu itu
kalau tdk salah co-promotornya Prof. Rubini Soeria-Atmadja, alm.
Selamat pada Mas Bintal dengan berhasilnya operasi ginjal padahal umur beliau
sdh hampir 80. Saya doakan juga beliau segera pulih dan melanjutkan
aktivitasnya yaitu menuliskan sejarah perkembangan geologi di Indonesia.
Wassalam,
RPK
Powered by Telkomsel BlackBerry®