Hehehe,,, Sabar Kang ET, ya memang baru segitulah.... Yang sering terjadi memang Joko Sembung makan permen, gak nyambung men. Moga2 hasil pemilu tahun ini bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, rakyat tidak akan terus-terusan jadi obyek belaka. Setahu saya, dulu teman2 Tagana itu cukup baik kok, moga2 saja mereka tidak ikut-ikutan seremonial belaka. Kalau masalah perubahan yang begitu cepat, dari hingar-bingar kemudian hilang semua, itu barangkali terbawa oleh perilaku G. Kelud sendiri yang biasanya proses peningkatan aktivitasnya cukup cepat. Dari level WASPADA ke AWAS waktunya relatif pendek dibanding gunungapi yang lain. Bahkan letusan kemarin, kalau tidak salah dari AWAS sampai ke DERRRR hanya berselang 2 jam saja. Jadi ya tidak heran kalau banyak masyarakat yang dijadikan "pengungsi" cukup 2-3 jam saja. Kalau jaman dulu "jujur - luhur", "jujur - makmur", "jujur - subur'. Sekarang, "*jujur - ajur*" Tapi,,,, saya yakin masih banyak orang yang baik.
Pardan, Suroboyo. 2014-02-19 7:14 GMT+07:00 <[email protected]>: > UUD cak Luth. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * <[email protected]> > *Date: *Wed, 19 Feb 2014 00:01:19 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [iagi-net] kabar kelut 8 > > > Mas Eko Teguh yang Paripurno info yang disampaikan atas kunjungan presiden > kita ke lokasi korban Kelud. > Kalau kita lihat tsunami jepang yg hebat beberapa waktu yang lalu, segera > teratasi baik korbannya maupun infrastrukturnya, karena Negara hadir dalam > menghadapi dampak bencana. Sedangkan dalam bencana Sinabung digambarkan > majalah lengkap degan foto2 seperti yang digambarkan mas ET Paripurno di > Kelud. > Presiden kita punya Staf Khusus bidang kebencanaan, staf khusus ini nyaris > thak therdengar dalam menghadapi letusan Sinabung dan letusan Kelud, beda > dengan menghadapi katastropi yg terpendam ribuan tahun yang lalu. > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * Eko Teguh Paripurno <[email protected]> > *Sender: * <[email protected]> > *Date: *Wed, 19 Feb 2014 04:48:20 +0700 > *To: *iagi-net<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[iagi-net] kabar kelut 8 > > > kabar kelut 8: berani jujur, bagus > > 17/2/2014 pukul 16.00 saya berkesempatan keluar-masuk ke tempat penyintas > di gedung pertemuan kecamatan nglegok. tempat pengungsian tersebut tertata > rapi dengan tikar tempat tidur berjajar rapi. kipas angin dengan pengharum > ruangan di depannya bekerja dengan baik. nasi kotak untuk makan siang juga > sudah dipersiapkan. penyanyi lokal dan "comic" sedang memberi hiburan untuk > penyintas dengan gurauan dan nyanyian. didepan sederet nasi kotak dan air > minum berderet menunggu disantap. konon nasi yang di depan disediakan untuk > rombongan pejabat. sementara penyintas duduk rapi menunggu rombongan yang 2 > jan yang lalu. > > di luar gedung penyitas terdapat panel poster yang menjelaskan status > aktivitas gunungapi yang diikuti dengan aktivitas perangkat pemerintah > pada setiap tahapan tersebut. yang menarik dari panel-panel tersebut, > perangkat sebagai subyek dan warga hanya sebagai obyek. > > melihat panel tersebut saya bergurau dengan kawan2 jangkar kelut "pada > kemana saja kalian kok ngga terpampang di panel itu?" saya tahu bahwa > warga, setidaknya diwakili oleh jangkar kelut dan aktivis warga lainnya > telah banyak melakukan kegiatan lebih dari yang dibayangkan banyak orang. > ada kegiatan pelatihan penanggulangan bencana, mengembangkan sistem > informasi melalui radio kimunitas dan radio komunikasi, melakukan > serangkaian gladi, menyertai dinamika gunungapi itu. > > di luar gedung banyak relawan dari berbagai kelompok dengan berbagai > atribut berbaur dengan aparat keamanan yang mengambil peran masing-masing, > melayani para penyintas. > > di belakang barak, berderet mck dengan kondisi bersih tidak berbau. air > selalu tersedia di 2 tandon plastik plus truk tangki air yang siap siaga. > tersedia ember plastik dan gayung baru di setiap mck. > > 18/2/2014 pukul 10.15 saya kembali ke lokasi. sekedar ingin ngobrol dengan > penyintas tentang kesan mereka setelah ketemu presiden. namuun, > alaaaammmaaaakkk.. tidak ada seorangpun penyintas. ruang sudah bersih tikar > dan tanpankipas angin berpengharum ruangan. > > hanya ada beberapa relawan dengan perangkat yang sedang menaikkan logistik > barak pengungsi ke mobil, untuk dibawa ke suatu tempat. > > air tidak lagi mengalir di mck. truk air yang kemarin siaga juga tidak ada > lagi. ember dan gayung juga entah ke mana. > > aparat keamanan wajar kalau tidak ada. relawan dengan berbagai attribut > juga tidak ada. hanya beberapa orang masih tertidur di tenda dan beberapa > mengangkut barang. > > panel-panel juga sudah tidak ada. tempat panel sudah berubah menjadi > tempat parkir mobil berisi barang logistik. yang masih seperti semula > adalah papan informasi keberadaan barak penyintas tersebut, dan spanduk > selamat datang pada pada presiden dan istri. > > memang penyintasnya kemana? itulah masalah pokoknya. dalam status yang > tetap awas, menjadi aneh kalau tiba-tiba saja ratusan penyintas dibiarkan > menghilang. kalau mereka tinggal di radius < 10 km seharusnya tidak > dibiarkan menghilang. kalau dari radius > 10 km, kenapa kemaren > dikumpullkan? yang mana ya? > > mengapa perubahan yang begitu drastis terjadi? maaf jika saya melihat > kunjungan presiden kali ini (atau selalu demikian?) bermakna seremoni > dibanding sebuah proses melihat fakta bagaimana perangkatnya memberikan > pelayanan kepada rakyat dalam kondisi darurat bencana. hal ini akan > berakibat buruk. presiden akan mempunyai persepsi yang keliru atas > kemampuan aparatnya dalam melayani rakyat. akibatnya presiden berpotensi > membuat kebijakan yang jaka sembung, ngak nyambung, dalam penanggulangan > bencana. jadi saya merasa hal-hal semacam ini ke depan harus dihindari. ini > bukan hanya membodohi rakyat, tetapi juga membodohi presiden. > > terus bagaimana sebaiknya? ya.. jujur saja. rasanya jujur lebih bagus :) > > (et paripurmo, 0818260162) > ET Paripurno > +62818260162 > [email protected] > www.geohazard.blog.com > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

