maksudnya cuaca di Indonesia penyebab nya bukan Indonesia nya.
kita juga bingung tidak bisa atur cuaca di indonesia.

he.. he.. he...



________________________________
 From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
To: Forum HAGI <[email protected]>; IAGI <[email protected]> 
Sent: Tuesday, April 1, 2014 4:32 PM
Subject: [Forum-HAGI] Waaaduh ! ...BMKG akui Indonesia penyebab cuaca   ekstrem 
Inggris
 


Kalau batuk, jangan salahkan paru-paru. Tapi ada yang membakar sampah 
menyebabkan CO2 sehingga paru-parunya membuat tenggorokan gatel. Jadi bukan 
salahnya Indonesia kalau ada yg batuk. Itu pembakar Carbon terbesar di dunia yg 
harus tanggung jawab. 

rdp

BMKG akui Indonesia penyebab cuaca ekstrem Inggris
Reporter : Mohamad Taufik | Kamis, 13 Februari 2014 13:51

 
banjir di inggris. ©REUTERS/Kieran Doherty 

Berita Terkait 
        *  BMKG belum bisa komentari banjir Inggris 
        * Ini alasan hujan di Indonesia disebut penyebab banjir di Inggris 
        * Indonesia dituding penyebab banjir Inggris 
Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia 
mengakui iklim 
tropis Indonesia penyebab cuaca ekstrem di belahan bumi lain, termasuk 
di Amerika dan Inggris. Termasuk tudingan Inggris yang menyebut 
Indonesia sebagai penyebab Banjir di negerinya Ratu Elizabeth itu.

"Memang
 kondisinya seperti itu. Kan kita (Indonesia) di daerah tropis, 
paru-paru bumi. Radiasi mataharinya paling maksimum. Jadi, energi paling
 besar di terima bumi itu di tropis, itu lalu disebar ke daerah lintang 
paling tinggi, sub tropis (Eropa)," kata Kepala Pusat Perubahan Iklim 
dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian, kepada merdeka.com, Kamis (13/2).

Merujuk
 pada data yang dirilis BMKG Inggris (Meteorological Office/ Met Office)
 Edvin mengatakan selama ini BMKG juga bekerja sama dengan badan 
pemantau iklim dan cuaca Inggris tersebut. 

Kedua lembaga BMKG 
dan Met Office, sama-sama memantau sirkulasi Hardley atau pergerakan 
massa udara dari lintang 3 derajat (lintang kuda) menuju 0 derajat 
(ekuator). Karena lintang ekuator lebih panas ketimbang lintang kuda, 
dan konvergensi di lintang ekuator (udara naik ke lapisan udara atas) 
kemudian bergerak lagi ke lintang kuda.

"Itu salah satu acuan dan
 mekanisme pemantauannya sirkulasi hardley. Jadi memang, analisis Met 
Office memakai itu juga," kata Edvin.

Dia menjelaskan, sebenarnya
 banyak lagi faktor lain Indonesia penyebab perubahan cuaca ekstrem di 
Eropa. Misalnya Osilasi Madden Julian (hujan saat kering atau kemarau 
basah). Maddan Julian, juga diartikan suatu gelombang atau osilasi sub 
musiman yang terjadi di lapisan troposfer wilayah tropis.

"Faktor
 lain adanya Osilasi Madden Julian (kadang basah, kadang kering) atau 
hujan kering, kemarau basah. Itu juga disebarkan dari daerah tropis ke 
daerah lintang tinggi, Eropa dan Amerika Utara," ujarnya.

Belum 
lagi faktor laut. Edvin menjelaskan, sebagian besar wilayah Indonesia 
adalah lautan. Di sisi lain, Indonesia menerima radiasi matahari paling 
besar, sehingga panas matahari yang diserap laut besar pula. "Dan laut 
itu membentuk iklim di Indonesia karena memiliki wilayah laut terbesar,"
 ujarnya.

"Kalau orang cuaca yang ngeliat, di wilayah Indonesia 
itu hujannya memang paling maksimal. Kita ini, di Jawa misalnya sampai 
2.500 mm, padahal di Timika itu mencapai 13.000 mm. Di bagian selatan 
Jaya Wijaya, itu paling tinggi."

Jadi pada dasarnya, dia 
menegaskan, energi di bumi itu terkumpul di daerah tropis, kemudian 
disebarkan ke wilayah-wilayah lain. Selama ini, daerah daratan atau 
benua yang kondisinya mirip Indonesia ini kan ada tiga: Indonesia, 
Afrika Tengah dan Afrika Latin. Tiga daerah itu berfungsi sebagai 
paru-paru bumi. 

Lalu bagaimana dengan pengaruh Jet Stream, yang 
disebut-sebut mempengaruhi angin dan awan di Eropa? Edvin menjelaskan, 
bumi ini berotasi ke arah timur salah satunya didorong oleh sirkulasi 
angin. "Salah satu yang mendorong angin itu salah satunya Jets Stream 
tadi," ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, Met Office menarik 
kesimpulan bahwa cuaca di Eropa terpengaruh dari cuaca ekstrem dari 
belahan bumi lain, termasuk Indonesia. Terutama akibat curah hujan 
berlebihan di Indonesia.

Menurut Met Office menjelaskan, cuaca 
ekstrem ini terjadi di dua kawasan, yakni Atlantik dan Pasifik. Cuaca 
buruk di Atlantik dipengaruhi pola perubahan awan di atas Samudera 
Pasifik dan Amerika Utara.

Kondisi itu erat hubungannya dengan 
munculnya badai di Inggris selama bulan Desember dan Januari tahun ini. 
Met Office melanjutkan, ada perubahan besar arah angin (Jet Stream) di 
Pasifik yang didorong oleh pola peningkatan curah hujan di Indonesia dan
 kawasan tropis di Pasifik Barat.
[mtf]

--
"Saya akan mengikuti pemimpin yang menebar sikap optimis, bukan yang menguak 
fakta negatip yang merusak semangat  !".
______________________________________________
New HAGI Regular Course 2014 Schedule
http://hub.hagi.or.id/index.php/activity/regular-course-2014/
______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[email protected] | www.hagi.or.id
---*** for any help regarding maling list please send your email to 
[email protected]
----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke