Pak Ong dan rekan rekan

Statistik yang dibuat IHS dilakukan ada era dimana (setahu saya) tidak ada 
penemuan giant field didunia ini.
Jadi statistik itu berlaku pada saat eksplorasi secara world wide memang tidak 
terlalu sukses.

Coba kalau ditarik sepuluh tahun kebelakang apa masih seperti itu gambarannya ?

Bahwa Boone iu kaya sih memang , tapi hartanya cuma 950 juta US$ kok , masih 
kalah dengan raja minyak yang lain .Udah lagi ndak bahagia hahahaha

Apa saya salah ?
si Abah
On Thursday, April 17, 2014 2:28 PM, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> 
wrote:
 
2014-04-17 12:01 GMT+07:00 Ben Sapiie <[email protected]>:

Lha, terus siapa yang harus melakukan eksplorasi kalau gitu? 
>Mungkin pemerintah? Atau perusahaan kecil? Atau seseorang yang sangat idealist 
>sebagai geologist sejati... He..he..he
>

Menarik ulasan Pak Ong tentang fenomena ini. Satu slide dari IHS itupun juga 
mengagetkan saya. Kok seolah tidak mengikuti pakem selama ini, dimana 
eksplorasi lebih menguntungkan atau "menghemat biaya" dalam dunia EP. 


Salah satu penjelasannya barangkali seperti sudah disinggung Pak Ben "Mino" 
Sapiie diatas. Perusahaan kecil akan lebih "berani" melakukan kegiatan 
eksplorasi. Terutama perusahaan yang sahamnya belum listed di pasar modal. 
Perusahaan kecil gagal ngebor, katakanlah biayanya  (plus boaya lain) 
menghabiskan 15 juta dolar, maka dia hanya kehilangan 15 juta dolar saja. 
Tetapi perusahaan besar ketika belum berhasil menemukan dan biayanya yang sama 
15 juta, kemungkinan juga akan mengalami penurunan saham Atau kerugiannya tidak 
hanya 15jt saja, tetapi ditambah turunnya harga saham. Mugkin reputasinya 
turun, kepercayaan pemilik saham turun.

Apakah begitu ? dan akhirnya perushaan kecil saja yang "berani" eksplorasi, 
kalau dapet ya dijual ke perusahaan besar utk dikembangkan.


Yang ada dalam chart IHS, memang bukan pada undeveloped field tetapi produced 
(developed) fields. 


Ada berita yang cukup menarik dalam dunia pertambangan yang akan listed di BEI. 
Saat ini ada akan ada pergeseran peraturan yg berdampak pada perusahaan yang 
boleh listing di BEI. Saat ini ada perubahan/kemajuan  bahwa perusahaan tambang 
yg belum ber-operasi/ produksi akan bisa 
listing di BEI, asal sudah memiliki cadangan, telah menyelesaikan BFS 
dan siap masuk ke oparasi produksi. Peraturan sebelumnya mempersyaratkan 
perusahaan harus sudah profit minimal 2 tahun.


Aturan baru ini hasil/usulan serta Komite bersama IAGI-PERHAPI dalam membuat 
draft aturannya.

Brafo MGEI/IAGI !


Salam

RDP

 

>Dalam bisnis hal seperti tidak hanya menimpa urusan oil and Gas.. Sofware dan 
>manifactues dan tools juga mengalami. Hal yang sama. Hukum alam dimana ikan 
>paus makan ikan kecil.. Beli saja dari pada mikir susah2... (At the end 
>eveything about economic).
>
>BS
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>________________________________
>
>From:  "Ong Han Ling" <[email protected]> 
>Sender:  <[email protected]> 
>Date: Thu, 17 Apr 2014 09:20:59 +0700
>To: <[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: RE: [iagi-net] Lebih murah beli ketimbang eksplorasi.
>
>
>Bu Pavita,
> 
>Betul sekali GM Anda dulu, acquisisi lapangan minyak jauh lebih
murah dari pada eksplorasi sendiri. 
> 
>Hal ini terlihat dari grafik IHS yang ditayangkan oleh Sdr.
Rocvicky. Grafik tsb. “F” adalah Cost of Finding dan
“D” adalah “Cost of Development”, keduanya dalam $/boe.
Digrafik tsb. terlihat bahwa selama periode 2008-2012, F&D selalu lebih
mahal dari pada kalau beli lapangan minyak yang sudah berproduksi, yaitu lewat
acquisition ataupun Meger & Acquisition (disini disbut Proved Acq.cost). Dari
grafik terlihat bahwa tahun 2008, harga F&D adalah $25/boe, sedangkan harga
Proved Acq cost cuma $14/boe. Atau kalau diekstrapolasi, “F”
atau “Cost of Finding” atau sering disebut “Cost of
Exploration” jauh lebih mahal dari pada kalau beli lapangan minyak lewat
acquisition. 
> 
>Maka email saya kepada Sdr. Rocvicky: “Seandainya data IHS
benar, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa geologist itu pinter meyakinkan
Perusahaannya bahwa dengan konsep eksplorasinya dia akan mendapat lapangan
minyak yang lebih murah dibandingkan kalau memperolehnya dari acquisition.
Ternyata ini tidak demikian!”. Atau kalau gamblangnya, Geologist itu tanpa
sadar adalah pembohong (Ha..Ha..Ha..).
> 
>Data yang ditayangkan oleh IHS ini adalah data untuk 2008-2013.
Sebetulanya ini sudah lama diketahui. Perusahaan Internasional raksasa sekitar
tahun 70-an  berlomba mendirikan research center raksasa dengan peralatan
yang cangih dan top scientist hingga biaya sangat tinggi dan menganggap bahwa
semua samples dan data yang mereka olah adalah yang paling benar. Shell di
Rijswijk, BP di Sunbury, Exxon di Houston, Chevron di San Ramon, dsb. 
Mereka tidak percaya sama orang lain. Selain itu Research Centre juga dijadikan
“show case” untuk menarik Development Nations untuk memberikan
exploration block.
> 
>Namun sekitar 90-an perusahaan raksasa mulai berpikir kembali.
“Probability of Success(POS)” mereka ternyata tidak lebih baik
dari  perusahaan minyak yang  tidak punya research centre. Samples dan
data independent di-outsource dan diolah oleh service companies yang
competitive hingga finding cost mereka jauh lebih rendah. Menyadari hal ini
Perusahaan raksasa mulai  memperkecil dan bahkan membubarkan exploration 
research
center mereka seperti paleontology, sedimentology, geochemistry, special
processing, dll. Alasannya simple, terlalu mahal untuk melakukan semua sendiri.
 
> 
>Menyadari bahwa kalau melakukan eksplorasi sendiri jatuhnya akan
mahal sekali, seorang executive perusahaan minyak sektar tahun 90-an, membeli
perusahaan2 minyak yang punya proven reserve tanpa peduli keuntungan perusahaan
yang dibeli. Orang tsb. adalah Boone Pickens, seorang  geologist yang
menjadi billionaire karena visinya. 
> 
>Moga-moga keterangan ini menjawab pertanyaan Anda.
> 
>Salam,
> 
>HL Ong         
> 
> 
>From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Parvita 
>Siregar
>Sent: Monday, 14 April 2014 11:14 AM
>To: [email protected]
>Subject: RE: [iagi-net] Lebih murah beli ketimbang eksplorasi.
> 
>Pak Ong, 
> 
>Mohon penjelasan.  Dulu saya pernah diberitahu oleh salah
seorang GM di perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya, bahwa keuntungan bila
sebuah perusahaan memulai dari eksplorasi sampai development lebih besar
daripada kalau akusisi.   Apakah betul?
> 
>PARVITA
SIREGAR| SENIOR
GEOLOGIST| AWE (NORTH MADURA) NZ LTD| AWE LIMITED
>
>________________________________
> 
>P +62 21 2934 2934 |  D EXT 107 |  F +62 21 780 3566 |  M +62  811 996 616 |  
>[email protected] 
>From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ong Han Ling
>Sent: Monday, April 14, 2014 9:32 AM
>To: [email protected]
>Subject: RE: [iagi-net] Lebih murah beli ketimbang eksplorasi.
> 
>Pak Rovicky,
> 
>Grafik IHS interesting. Selama 5 tahun, 2008-2012,
berturut-turut ternyata melakukan eksplorasi sendiri lebih mahal daripada kalau
beli cadangan dengan cara Acquisition. 
> 
>Dengan berpatok pada grafik IHS tsb. Anda menarik kesimpulan
tentang penyebab kemungkinan turunnya eksplorasi di Indonesia. Saya tidak
setuju dengan pendapat demikian. Tidak adanya eksplorasi di Indonesia tidak
lain adalah karena kelakuan dan buatan kita sendiri.
> 
>Seandainya data IHS benar, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
geologist itu pinter meyakinkan Perusahaannya bahwa dengan konsep eksplorasinya
dia akan mendapat lapangan minyak yang lebih murah dibandingkan kalau
memperolehnya dari acquisition. Ternyata ini tidak demikian! 
> 
>Sebetulnya kejadian demikian telah diamati sekitar permulaan
tahun 80-an. Perusahaan besar IOC, seperti seven sisters, yakin bahwa mereka
paling hebat dalam melakukan eksplorasi. Mereka punya research center yang
cangih. Mereka yakin bahwa merekalah yang paling hebat, dan bisa mendapatkan
cadangan yang  murah. Ternyata mereka keliru. Research center eksplorasi
yang tahun 70-80-an beryaya, tahun 90-an mulai dibubarkan seperti paleontology,
petrography, geochem, dsb. karena dianggap tidak effektif dan membebankan
“cost of finding”.        
> 
>Boone Pickens seorang geologist sekitar 80-an, setelah melakukan
penelitian tentang acquision perusahaan minyak, berpendapat bahwa cost of
finding ($/bbl)  yang dikeluarkan  perusahaan minyak IOC sangat
tinggi. Pada tahun 80-an, pendapat umum adalah bahwa persuahaan dengan profit
tinggi dianggap perusahaan bagus. Namun Boone Pickens melihat bahwa kalau
membeli perusahaan minyak, yang perlu diperhatikan adalah cadangan dan bukan
“profit”. Dia observe bahwa banyak Perusahaan sebelum menjual
menurunkan aktivitas eksplorasi supaya “profit” tinggi, mengingat
eksplorasi adalah cost melulu. Dia mulai membeli perusahaan yang rugi tapi
cadangannya besar. Boone Pickens sekarang adalah seorang billionaire.   
> 
>Salam,
> 
>HL Ong
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>From:[email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Rovicky Dwi Putrohari
>Sent: Thursday, 10 April 2014 11:49 AM
>To: IAGI; economicgeology
>Subject: [iagi-net] Lebih murah beli ketimbang eksplorasi.
> 
>Gambar terlampir merupakan salah satu presentasinya IHS
tentang MnA.
>Ini salahsatu jawaban mengapa eksplorasi miga (termasuk di
Indonesia) tidak begitu laku. 
>Tantangan berat tidak hanya host country, tetapi juga pelaku
eksplorasi.
>Saya belum punya data untuk
pertambangan, barangkali ada yang punya ?
>salam
>Rovicky DP 
>
>--
>
>


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke