kalau Kaya bisa subsidi dan bisa Ngebor , terus kapan kita kayanya Ism
BBM Sekelas Pertamax Plus di Malaysia Rp 7.350/Liter, Ini Kata Ahli GeologiRista Rama Dhany - detikfinance Rabu, 07/05/2014 15:26 WIB Foto: Harga BBM di SPBU Malaysia Jakarta -Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang dijual di Malaysia adalah jenis RON atau sekelas Pertamax Plus dengan harga sekitar Rp 7.350/liter. Sementara BBM subsdi di Indonesia adalah Premium RON 88 dengan harga Rp 6.500/liter. Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari mengungkapkan, Malaysia bisa memberikan subsidi BBM dengan kualitas BBM yang jauh lebih baik (RON 95) karena pemerintahan negeri Jiran tersebut kaya. "Saya 8 tahun pernah tinggal di Malaysia, saya melihat mereka masih bisa beri subsid BBM ke rakyatnya bahkan dengan kualitas BBM yang bagus karena pemerintahannya kaya, kalau kita yang kaya kan orangnya, sehingga mampu memberikan subsidi bahan bakar yang RON-nya lebih tinggi," ucap Rovicky ditemui di City Plaza, Rabu (7/5/2014). Di sisi lain, memberikan subsidi atau menjual BBM dengan RON makin tinggi justru lebih memberikan banyak keuntungan khususnya bagi rakyat. "Saya tidak melihat dari sisi kebijakan kenapa Malaysia subsidi BBM RON 95, tapi saya lihatnya dari segi fisika. Kalau secara fisika penggunaan RON 95 justru lebih hemat, lebih untung, mesin kendaraan lebih bersih dan perawatan mesin jadi lebih murah," tutupnya.(rrd/dnl) > Mau dapat minyak yang banyak ? Ya ngebor > ---- > Ahli Geologi Ini Sebut RI Masih Kaya Minyak > > Rista Rama Dhany - detikfinance > Rabu, 07/05/2014 15:48 WIB > Jakarta -Indonesia menghabiskan US$ 150 juta/hari untuk > mengimpor > minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), karena produksi > minyak dalam negeri terus turun. Namun ternyata, minyak bumi > di Indonesia masih banyak. > > "Cadangan minyak kita memang saat ini sekitar 3 miliar barel > lebih sedikit, kalau dihitung-hitung itu hanya cukup 10 > tahun saja," ucap Ketua Umum Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Rovicky Dwi Putrpohari > ditemui di City Plaza, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu > (7/5/2014). > > Namun bukan berarti minyak di Indonesia tinggal 10 tahun > lagi, > melainkan masih bertahun-tahun lagi. Rovicky mengatakan, > masih banyak terdapat potensi cadangan minyak bumi baru di > Indonesia, bahkan pada lapangan-lapangan yang sudah sedot > minyaknya bertahun-tahun. > > "Minyak kita masih banyak, daerah timur Indonesia saja masih > sedikit yang dieksplorasi, bahkan di wilayah barat pun yang > katanya sudah > tidak ada minyak lagi, di sana masih banyak, di Selat Malaka > juga > banyak," katanya. > > Namun, untuk mendapatkan minyak bumi tersebut tentunya harus > banyak melakukan pengeboran minyak. > > "Masalahnya sekarang ini yang ngebor minyak makin sedikit. > Tadi dari data SKK Migas tahun ini rencananya mau ngebor 260 > sumur sampai akhir semester-1 baru 33 sumur yang dibor, > masih sedikit sekali, bagaimana mau dapat banyak minyak," > ungkap Rovicky. > > Pengeboran minyak di wilayah barat khususnya di Sumatera > telah > dilakukan sejak 1900, namun Indonesia baru dapat minyak di > wilayah tersebut setelah 40 tahun kemudian, yakni di > lapangan Duri yang > dilakukan oleh Chevron, dengan produksinya maksimal pernah > mencapai 1 juta barel/hari. Padahal di daerah Duri itu sudah > banyak dibor tapi tidak menemukan minyak. > > "Seperti di Papua Tangguh, sebelumnya sudah dibor oleh > ConocoPhillips, Mobil Oil dan banyak lagi tapi nggak dapat. > Eh pas dibor sama BP > (British Pteroleum) dapat banyak gas bumi. Di Cepu juga sama > sudah dibor sama banyak perusahaan nggak dapat-dapat, > ternyata pas dibor lebih dalam sedikit banyak minyaknya," > tuturnya. > > Rovicky menegaskan, jika ingin produksi minyak tambah banyak > bahkan di atas 1 juta barel per hari, caranya hanya > satu."Makin banyak ngebor," tutupnya.(rrd/dnl) > -- > "Saya akan mengikuti pemimpin yang menebar sikap optimis, > bukan yang menguak fakta negatip yang merusak semangat !". > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- > (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information posted on its mailing lists, whether posted by > IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, > including but not limited to direct or indirect damages, or > damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, > data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

