Bagaimana dengan kebutuhan baja, nikel, batubara dan mineral
> tambang lainnya ?  Berapa kebutuhan dan supply dalam 5-10
> tahun mendatang ?
> Mohon infonya.
> Kalau batubara dipakai utk listrik, berapa lama utk
> konstruksi serta daya serapnya? Mungkin bisa "mengurangi"
> kebutuhan diesel
>
> Rdp
>
================================================

kalau kebutuhan mineral sangat tergantung dg industrinya (
flutuatif ) , kalau produksinya kira kira Nikel 37 juta Ton,
Pasir besi 11 juta ton , dst
yang pasti akan naik itu kebutuhan untuk energi ( listrik dan
BBM ) karena ini berhubungan langsung dg pertumbuhan ekonomi
dan penduduk. saat ini pertumbuhannya kira kira 8 % ini artinya
kebutuhan minyak dan batubara juga akan naik terus , kalau
sekarang produksi batubara sudah lebih 390 Juta ton dg
pemakaian domestik hanya 22 % atau kira kira 85 juta ton
sisanya diekpor , dimana pemakian utama batubara domestik 
untuk energi/listrik
batubara ini penompang utama untuk tersedianya listrik ( saat
ini ada pembangkit batubara 46 % , gas 29 % , PLTD 12 % ) ,
kalau pertumbuhan listrik 8 % dan PLTD diganti batubara karena
production cost jauh lbh murah bisa seperempatnya maka akan
lebih banyak lagi kebutuhan batubaranya dimasa datang , kalau
tidak dikendalikan bisa terjadi akan menjadi net importir
batubara apalagi kalau produksinya juga akan mengalami
penurunan.spt halnya minyak dulu dari net ekportir menjadi net
importir.sebetulnya sdh ada aturan adanya  Wilayah pencadangan Nasional
untuk keperluan strategis , tapi gimana penjabarannya kalau
semua wilayah sudah dikapling dg IUP semua, ya ujung ujungnya
harus dikendalikan di hilirnya ( produksi dan ekpornya ). Kemarin siang sampai 
malam sebagian Jakarta dan tangerang mati
 listrik sehingga terjadi kesremawutan Comuter line dan jalan
 raya krn lampu lalin mati , hanya gara gara pembangkit di 
 Muara Karang batuk batuk , kayaknya  potensi gangguan ini akan
 sering terjadi bahkan akan meluas dibeberapa tempat ( krisis
 energi ),membangun batubra itu lebih cepat daripada panasbumi , kalau
batubara kira kira 3 tahun selesai kalau panas bumi sampai 7
tahun. jadi kalau sekarang mulai ekplorasi baru 2021 nyala. yg
paling cepat PLTD , mangkane kalau suatu daerah itu krisis
banyak pemadaman untuk dpt secepatnya mengatasi pakai PLTD
apalagi kalau sewa PLTD cuma jangan ditanya biaya produksinya
melangit , akhirnya subsidinya jebol.Jadi problem sama antara minyak dan 
listrik mulai hulu sampai
hilir, Bagiman mengurai ini , kalau lihat  Tulisannya Jokowi di
Kompas bbrapa waktu lalu dg Revolusi Mental , malah tadi pagi
di kompas juga ada tulisan revolusi doa........rupanya lagi
musim revolusiPertanyaannya Bagaimana memulai dan caranya revolusi di listrik
dan migas ini ? mungkin salah satunya Subsidi dihilir spt yg
selama ini dialihkan ke subsidi hulu  atau paling nggak dibagi
dua....

Daripada Sepiii..


ISM








> Bagaimana dengan kebutuhan baja, nikel, batubara dan mineral
> tambang lainnya ?  Berapa kebutuhan dan supply dalam 5-10
> tahun mendatang ?
> Mohon infonya.
> Kalau batubara dipakai utk listrik, berapa lama utk
> konstruksi serta daya serapnya? Mungkin bisa "mengurangi"
> kebutuhan diesel
>
> Rdp
>
> Sent from my iPhone
>
>> On 12 Mei 2014, at 22.13, [email protected] wrote:
>>
>> Menkeu Chatib: RI Jadi Salah Satu Negara Pengimpor Minyak
>> Terbesar di 2018Maikel Jefriando - detikfinance
>> Jumat, 09/05/2014 16:55 WIB
>>
>> (  Apa ya , program Presiden baru terkait masalah ini ,
>> dimana
>> konsumsi sdh mencapai 1,5 juta barel BBM sekarang ini dg
>> pertumbuhan 7 % maka tahun 2020 konsumsi sudah kira kira 2
>> juta
>> barel. disisi lain lifting menurun terus katanya kalau tdk
>> ada
>> usaha masif 2020 tinggal 600 ribu. mungkin subsidi sdh
>> diatas
>> 500 T ) , siapapun presidenya akan menghadapi masalah ini
>> ISM
>>
>>
>> Menkeu Chatib: RI Jadi Salah Satu Negara Pengimpor Minyak
>> Terbesar di 2018Maikel Jefriando - detikfinance
>> Jumat, 09/05/2014 16:55 WIB
>>
>>
>> Jakarta -Sekitar 4 tahun lalu, Indonesia memutuskan untuk
>> keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak
>> alias
>> OPEC. Kini, Indonesia sudah menjadi negara pengimpor minyak
>> karena produksi yang berada di kisaran 800 ribu barel per
>> hari
>> tak mampu memenuhi permintaan yang mencapai lebih dari 1
>> juta
>> barel per hari.
>> Menurut Chatib Basri, Menteri Keuangan, Indonesia bakal
>> menjadi
>> salah satu negara importir minyak terbesar di dunia pada
>> 2018.
>> "Ingat, 2018 Indonesia akan jadi importir minyak permanen.
>> Jadi
>> isu itu harus diperhatikan, siapapun pemerintahannya,"
>> tegas
>> Chatib kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat
>> (9/5/2014).
>> Menjadi importir minyak, lanjut Chatib, tentunya bukan
>> berita
>> bagus. Apalagi konsumsi BBM di Indonesia terus naik dengan
>> laju
>> di kisaran 5-7%.
>> "Kalau sudah menjadi importir permanen, itu bukan kondisi
>> yang
>> bagus lagi," ujarnya.
>> Dengan impor yang tinggi, kata Chatib, akan memperburuk
>> transaksi berjalan atau current account. Ini membuat
>> pertumbuhan ekonomi sulit untuk dipacu.
>> Ia mengingatkan, tahun lalu impor minyak yang tinggi
>> membuat
>> defisit transaksi berjalan mencapai 4,4% terhadap PDB. Ini
>> adalah kondisi yang buruk buat perekonomian Indonesia.
>> Kemudian APBN juga akan semakin terbebani oleh anggaran
>> subsidi
>> BBM yang melonjak. Pemerintah baru akan sulit
>> mengoptimalkan
>> belanja negara.
>>
>>
>> ___________________________________________________________
>> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information  posted on its mailing lists, whether posted by
>> IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
>> including but not limited to direct or indirect damages, or
>> damages of any kind whatsoever, resulting  from loss of
>> use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of  any information posted on IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
> ----------------------------------------------------
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
> JAKARTA,15-18 September 2014
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information  posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
> including but not limited to direct or indirect damages, or
> damages of any kind whatsoever, resulting  from loss of use,
> data or profits, arising out of or in connection with the
> use of  any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke