Dalam fisika tentunya banyak yang mengenal GUT (String theory/Teori Dawai)

Cukup menarik juga Pak Awang mengisi tentang GUT Tectonik.

--------------------------------------------------------

GUTT - GRAND UNIFIED THEORY OF TECTONICS

By Awang

Sabtu 17 Mei besok saya akan memberikan kuliah tamu berjudul “Basic
Concepts of Tectonics” di Jurusan Teknik Geologi, Universitas Pakuan,
Bogor. Terima kasih Pak Moh. Syaiful (ETTI, Geologi Universitas Pakuan) dan
para mahasiswa HMTG Universitas Pakuan atas undangannya.

Sesuai dengan tema kuliah yang diminta untuk saya bawakan, saya akan
berbicara konsep-konsep dalam tektonik dengan aplikasi Indonesia. Indonesia
adalah wilayah tektonik dunia yang bagus untuk diaplikasikan berbagai teori
tektonik di dunia yang pernah berkembang lebih dari 150 tahun terakhir
sejak James Hall memelopori teori geosinklin pada tahun 1859.

Saya akan menunjukkan bagaimana teori geosinklin, undasi, gravity
tectonics, apungan benua, tektonik lempeng, terrane tectonics, plume
tectonics, dan penerapannya buat Indonesia.

Saya pada saat belajar tektonik semasa kuliah melalui mata kuliah
Geotektonik Indonesia 27 tahun yang lalu, tak semua teori tektonik
diajarkan. Hanya satu saja teori tektonik yang diajarkan, yaitu Tektonik
Lempeng. Padahal, sebelum teori tektonik global ini lahir pada tahun
1960-an, adalah teori geosinklin yang telah berkembang sejak tahun 1859
dipelopori James Hall, lalu ada teori undasi yang dikembangkan secara
single fighter oleh Rein van Bemmelen dari tahun 1927 selama 50 tahun
sampai 1977, ada juga teori apungan benua (continental drift) yang
dipopulerkan Alfred Wegener pada tahun 1915 yang kemudian diserap langsung
oleh teori Tektonik Lempeng. Saat saya kuliah pun, saat itu belum muncul
teori Terrane Tectonics (Howell et al., 1982) –lanjutan Tektonik Lempang,
apalagi Plume Tectonics (Maruyama et al., 1994) – dinamika mantel yang
berpengaruh ke tektonik litosfer.

Beberapa diskusi saya dengan mahasiswa-mahasiswa geologi sekarang dari
berbagai perguruan tinggi di Indonesia ketika saya bertanya apa teori-teori
tektonik yang diajarkan di kampus, mereka menjawab hanya Tektonik Lempeng.
Ketika saya bertanya: Geosinklin, Undasi, Tektonik Gravitasi, mereka
bingung. Saya bisa paham sebab zaman dulu pun kepada saya tidak diajarkan.
Tetapi ketika saya bertanya teori-teori tektonik modern seperti Terrane
Tectonics, Plume Tectonics, mereka pun bingung dan tak bisa menjelaskannya
dengan baik.

Lalu saya bertanya dengan detail Tektonik Lempeng dengan pertanyaan yang
sedikit dipersulit, mereka pun tak bisa menjelaskan dengan memuaskan, lalu
saya putar-putar dan acak-acak pertanyaannya, mereka tak bisa menjelaskan:
ciri bahwa mereka tak menguasi fondasi Tektonik Lempeng dengan kuat. Mereka
hanya bisa menjelaskan cukup memuaskan yang umum-umum saja, atau yang
pernah didengar dari dosennya, sementara pertanyaan-pertanyaan baru yang
sengaja saya acak-acak dan putar-putar membuat mereka diam atau menjawab
tak jelas.

Saya belum bertanya bagaimana membedah semua teori itu, menganalisisnya
dengan detail, menunjukkan di mana salahnya, di mana benarnya, di mana
lemahnya, di mana kuatnya; Saya juga belum bertanya bagaimana meramu
hal-hal baik dari setiap teori itu dan menjadikan satu teori tektonik yang
padu –katakanlah GUTT - Grand Unified Theory of Tectonics. Istilah GUT saya
pinjam dari fisika yang mendambakan semacam teori pamungkas.

Apakah Teori Geosinklin mati setelah 100 tahun dianut orang dengan hadirnya
Tektonik Lempeng? Saya tak melihatnya begitu, sebagian elemen Teori
Geosinklin masih hidup dan bisa diperbaharui. Apakah Teori Undasi mati
setelah van Bemmelen meninggal 31 tahun yang lalu? Saya tak melihatnya
begitu, bahkan dalam lima tahun terakhir saya menganalisis beberapa gejala
tektonik di Indonesia lebih memuaskan bila dijelaskan dengan Gravity
Tectonics sebagai elemen secondary tectogenesis Undasi daripada hanya oleh
Tektonik Lempeng (lihat publikasi-publikasi saya di pertemuan2 IAGI dan IPA
2011-2013 atau artikel2 terkait di berbagai jurnal). Apakah Teori Tektonik
Lempeng merupakan teori yang benar segalanya dan pamungkas? Saya tak
melihatnya begitu – saya melihat pergerakan lempeng lebih memuaskan
dijelaskan dengan menerapkan teori tektonik gravitasi sejagat/global, bukan
oleh konveksi dalam mantel bagian atas, bisa kita perdebatkan. Apakah teori
Plume Tectonics berkembang di akhir 1990-an? Saya tak melihatnya begitu –
dari tahun 1930-an van Bemmelen telah menerapkan pergerakan dinamika mantel
yang disebutnya ASTENOLITH sebagai dinamika fenomena tektonik di permukaan.

Dan masih banyak yang lain yang harus dilakukan dengan teori-teori tektonik
dunia, baik yang sudah dianggap mati, maupun yang dianggap sebagai teori
pamungkas dan final. Buat saya, tak ada teori pamungkas maupun final.

Saya tak menganut teori tunggal dalam tektonik, sebab masing-masing ada
kekuatan dan kelemahannya, maka saya ajukan sebuah terminologi sintesis
dalam teori tektonik bernama GUTT – Grand Unified Theory of Tectonics. Dan
ini pun tak akan pernah menjadi teori tunggal, final, atau pamungkas sebab
bila GUTT final, geologi pun akan final, mati.

Sayang, tak ada ahli tektonik Indonesia yang menekuni basic tectonics dari
teori-teori penyusun GUTT ini padahal Indonesia adalah arena yang baik,
kalau bukan terbaik, di dunia untuk menjadi arena pengujian fenomena
teori-teori tektonik dunia.

Dan kepada para mahasiswa seharusnya diajarkan semua teori tektonik dunia
yang pernah lahir, bersama masing-masing kekuatan dan kelemahannya. Kepada
mereka juga harus diajarkan fondasi-fondasi yang kuat, agar tak mudah
bingung ketika bangunan di atasnya dibolak-balik, diputar ke sana ke mari,
sebab mereka berdiri dan memegang fondasi yang kuat, tak akan terlempar
oleh pertanyaan yang sulit maupun perdebatan yang keras.

GUTT - Grand Unified Theory of Tectonics mungkin sebuah solusi alternatif
ketika Tektonik Lempeng yang sangat kuat itu tak memuaskan menjelaskan
suatu fenomena tektonik. Kita akan melihatnya.***
[image: Awang Satyana's photo.]
<https://www.facebook.com/photo.php?fbid=475588019254491&set=pcb.475588785921081&type=1>
[image: Awang Satyana's photo.]
<https://www.facebook.com/photo.php?fbid=475588095921150&set=pcb.475588785921081&type=1>
[image: Awang Satyana's photo.]
<https://www.facebook.com/photo.php?fbid=475588192587807&set=pcb.475588785921081&type=1>
[image: Awang Satyana's photo.]
<https://www.facebook.com/photo.php?fbid=475588279254465&set=pcb.475588785921081&type=1>
[image: Awang Satyana's photo.]
<https://www.facebook.com/photo.php?fbid=475588339254459&set=pcb.475588785921081&type=1>
Like<https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=475588785921081&id=100004098920754#>·
·
Share<https://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=22&appid=25554907596&p%5B0%5D=100004098920754&p%5B1%5D=475588785921081&share_source_type=unknown>
--
"Technology make the blind to see,
Open-mind make the don't know become understand".

----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke