Dari debat Cawapres 2014 terlontar pertanyaan cerdas dari Pak Jusuf Kalla
yang dicawab cukup baik oleh Pak Hatta Radjasa.

Jusuf Kalla, "*Pak hatta, selalu kita menyebut bonus demografi. Kalau kita
tidak hati-hati bahwa bonus demografi kadang-kadang bisa menjadi bahaya,
bagaimana bapak menjadikan itu bukan sebagai bencana?. *

Hatta, "*Usia produktif tidak hanya usianya yang produktif tetapi
produktivitasnya juga harus produktif.*
*Kita harus perhatikan total factor productivity, harus kita masukkan dalam
agenda pengembangan ekonomi. Bonus demografi harus dapat meningkatkan
pertumbuhan pendapatan produk Neto bisa lebih dari 10 persen.*
*Kesenjangan usia yang muda dari 0-15 , dan yang 60 ke atas harus kita
dekati dengan program social protection, sedang yang produktif, kita harus
perhatikan dengan pendekatan program employment yang ditinggikan*".

Keduanya menunjukkan sudah menyadari hal ini, tetapi istilah ini sepertinya
belum banyak disadari masyarakat. :

*:-( "Pakdhe mereka cerdas-cerdas ya. Bukan sekedar pertanyaan singkatan"*
*:-D "Lah emange kamu tahu artinya PPD ?"*

[image: BonusDemografi1]Bonus Demografi

Bagi mahasiswa yang dalam dua tahun terakhir ini pernah mendengarkan
presentasi saya tentunya tahu apa itu Demografi Bonus yang ditanyakan Pak
JK dan dijawab bagus oleh Pak Hatta dalam Debat Cawapres. Demografi Bonus
ini selalu menjadi basis saya bila/ketika berpikir untuk masa depan
Indonesia. Masa depan anak muda.

[image: BonusDemografiEnergi]
<https://rovicky.files.wordpress.com/2014/06/bonusdemografienergi.jpg>Bonus
demografi merupakan kondisi demografi dimana jumlah penduduk produktif
melebihi jumlah penduduk yang tidak dalam usia produktif. Kondisi seperti
ini tidak mudah terjadi atau bahkan bisa dikatakan kesempatannya hanya
sekali saja. Kondisi ini merupakan hasil program kontrol kelahiran bayi
yang dicanangkan secara intensif tahun 1960-1970 an yaitu Program Keluarga
Berencana atas rancangan ide dari Widjoyo Nitisastro.

Salah satu konsen saya adalah penyediaan energi dan juga sumberdaya alam
untuk menjadi bahan bakar dan bahan baku untuk generasi pekerja tangguh
dari Indonesia! Dimana diperkirakan Indonesia akan menjadi Net Import Gas
tahun 2016 dan menjadi Net Import Energi total tahun 2024 atau paling
lambat 2027. Yang membuat saya galau adalah bagaimana kesiapan kita dalam
penyediaan energi ini. Semoga kedua pasangan capres-cawapres mampu
membuatnya menjadi sebuah kebijakan yang "aman".

*:-( "Pakde Net Import Energi itu nopo nggih ?"*

*:-) "Artinya jumlah sumber bahan bakar energi dalam negeri tidak mencukupi
kebutuhan energi total. Jadi kita membeli (mengimport) energi dari negara
lain. Jumlah batubara, migas, geothermal, serta energi kita tidak cukup
karena rakyat Indonesia RAJIN BEKERJA membutuhkan ENERGI !"*



[image: ImportEnergi 1]

Sebenernya import bahan baku bukan hal yang mengkhawatirkan karena yang
lebih penting menyiapkan untuk kebutuhan itu, termasuk dengan kontrak
pengiriman gas seperti yang dilakukan negara lain ketika kita masih surplus
gas. Artinya untuk import gas perlu "receiving terminal" untuk proses
de-gas-ing LNG.

Banyak negara dapat mengimport dengan mudah karena daya beli masyarakatnya
yang mampu membeli. Dimana rakyat yang tangguh, pandai, cerdas dan memiliki
mental kerja bagus akan mendapatkan dari penjual (exportir).

*:-( "Jadi import itu sebenernya tidak apa-apa ya Pakdhe ?"*
*:-) "Yang penting kamu cerdas dan membuktikan bahwa mampu membeli dan
membayarnya dengan bekerja !"*

Bahan baku, Bahan bakar dan Bahan pangan

Strategi yang dijalankan pemerintahan sekarang dengan "*membatasi*" eksport
bahan mentah hasil tambang merupakan salah satu kebijakan cerdas untuk
menyiapkan "bahan baku" untuk tenaga kerja Indonesia dimasa depan. Program
program seperti ini HARUS dijalankan nantinya oleh pemerintahan baru. Dan
juga untuk satu bahan yang terpenting lainnya yaitu membatasi eksport bahan
pangan yg mengandung kecerdasan.

*:-( "Hallah, Pakdhe ini. Mana ada bahan pangan mengandung kecerdasan ?"*

*:-D "Thole, tahukah kamu bahwa protein yg menjadi bahan dasar penyusun
otak manusia itu ada pada udang yang selama ini kualitas nomer stunya
justru kita kita eksport ?"*

*:-( "Woo pantesan saya nggak cerdas ya Pakdhe ?*

Kalau belum yakin fungsi protein, silahkan baca artikel scientist bulan
lalu ini
http://www.the-scientist.com/?articles.view/articleNo/39492/title/Protein-Protects-Aging-Brain/
Dongengan tentang prakiraan impor energi akan terjadi pernah dituliskan
disini *"Siap-siap Import Energi"
<http://rovicky.wordpress.com/2013/04/05/siap-siap-import-energi/>*

Salam serius
rdp
--
"Technology make the blind to see,
Open-mind make the don't know become understand".

----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke