Ibu Amanda Katili dan Keluarga Besar Prof. Katili yang berduka, 

Kami menyampaikan duka cita yang sangat dalam atas meninggalnya Ibunda
Ileana Syarifa Uno , dan  mendo'akan semoga Almarhumah diampuni
dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan dimuliakan tempatnya di sisi
Allah SWT. Dan semoga Ibu Amanda beserta keluarga besar yang ditinggalkan
diberikan kesabaran dan ketawakalan dalam menerima kehilangan besar
ini.Amiin.

Untuk rekan-rekan IAGI, sekedar informasi, Ibu Ileana Syarifa Uno ditinggal
oleh suaminya tercinta, Prof. J.A.Katili, pada 19 Juni 2008 ( 6 tahunan yang
lalu ). Di bawah ini adalah postingan mang Okim di hari meninggalnya Prof.
Katili, dan tanggapan mang Okim terhadap  buku Biografi J.A.KATILI terbitan
tahun 2007 : " HARTA BUMI INDONESIA ". Harapan mang Okim tak lain semoga
generasi penerus akan selalu mengenal Prof.J.A.Katili, yang dengan
semboyannya " FOR A FIGHTING MAN, THERE IS NO JOURNEY'S END ", menginspirasi
dan memotivasi kita semua untuk terus berkarya --- demi kepentingan nusa dan
bangsa kita tercinta. Semoga Allah SWT mempertemukan Almarhum dengan
isterinya tercinta, Ibu Ileana, di tempat yang mulia di sisi Nya. Amiin.

Salam duka,

Mang Okim

----------------------------------------------------------------------------
---------------------------

----- Original Message ----- 
From: miko 
To: [email protected] 
Sent: Thursday, June 19, 2008 9:54 PM
Subject: PROF. KATILI : INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN

Ibu Ileana Syarifa Uno dan keluarga yang berduka,
 
Tadi siang, dalam acara Pers Conference Rotary dengan insan Pers di
Merchantile Club BCA Jalan Sudirman Jakarta, Ibu Sandra Sugiharto , Past
President Rotary Club Kebayoran, menginformasikan tentang suatu acara
bersama antara Rotary dan KLH  dimana Ibu Amanda Katili menjadi nara sumber.
Saya kemudian menambahkan bahwa beberapa waktu yang lalu,  Prof. Katili
pernah menelpon dan meminta saya untuk datang menemui Beliau di Jakarta
sehubungan dengan informasi saya tentang temuan penting artefak Ponorogo
yang jumlahnya ribuan ( tersimpan rapih di tempat saya ). Sayang sekali
maksud mulia Prof. Katili yang ingin membantu saya  untuk mencarikan partner
/ peneliti ahli dalam hal artefak belum sempat  terpenuhi.
 
Tadi jam 17.45, setibanya di Bandung, saya menerima  pesan SMS yang
mengabarkan tentang telah meninggalnya Prof. Katili, tokoh bangsa yang
sangat kita cintai dan banggakan.  Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Kami
sekeluarga mendo'akan semoga Allah SWT menerima amal ibadah Almarhum ,
dosa-dosanya diampuni, dan tempat nya dimuliakan disisi Nya . Dan semoga Ibu
Ileana beserta keluarga besar yang ditinggalkan  diberikan kekuatan dan
ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini,  Amiiin.
 
Sekedar ungkapan betapa hormat dan kagumnya saya kepada Prof. Katili,
bersama ini saya salin kembali komentar spontan saya   atas  Biografi
J.A.Katili : Harta Bumi Indonesia ( 04 Agustus 2007 ).
 
Salam duka kami sekeluarga,
 
Sujatmiko ( mang Okim )
Jl. Pajajaran 128, Bandung 

----------------------------------------------------------------------------
-------------------------
 
----- Original Message ----- 
From: miko 
To: IAGI 
Cc: Soeharmono Tjitrosoewarno ; Soufyan Noerbambang 
Sent: Saturday, August 04, 2007 9:10 AM
Subject: BIOGRAFI J.A.KATILI : HARTA BUMI INDONESIA 

Rekan-rekan IAGI yang budiman,
 
Buku  Biografi J.A.Katili, HARTA BUMI INDONESIA,  yang mang Okim terima
dengan pesan  : Untuk Sdr. Ir. Soejatmiko, disertai  salam ( tanda tangan
Bapak J.A.Katili ), 25 Juli 2007 benar-benar sangat membahagiakan mang Okim.
Bagaimana tidak bahagia mendapatkan perhatian begitu besar dari seorang
tokoh  super beken seperti  Prof. Katili. Padahal, kalau tidak dikirimpun
insyaallah mang Okim akan membelinya juga di Gramedia karena mang Okim yakin
isinya  pastilah akan memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua
untuk doing good wherever you are and whatever you do ( meminjam prinsip Pak
Untung ).
 
Keyakinan mang Okim ternyata tidak meleset . Buku biografi setebal 421
halaman tersebut , yang dikemas dengan elok , sungguh sangat mempesona.
Kisah-kisah geologi  dan kehidupan disampaikan dengan untaian kata-kata yang
sangat indah dan puitis seperti antara lain : Una-Una, Sorga di Tepi Bencana
- - - - -  Dari Kampus Mengukir Matahari - - - - - Track record kegiatan
John di Blantika Geologi Tidak Bertepi dan Jauh dari Sanjungan Media Massa
- - - - - Gelar Dijunjung Hingga ke Ujung - - - - - dll. Di buku inilah
mang Okim baru tahu bahwa Prof. Katili yang berprinsip there is no journey's
end for a fighting man lahir dari suatu lingkungan yang sangat agamis
sehingga tidak heran  kalau dalam setiap pembahasan selalu terselip
kalimat-kalimat yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, nilai-nilai cinta
dan nilai-nilai pengabdian . Dan di buku ini pulalah mang Okim diingatkan
akan para founders geologi Indonesia seperti Pak Soetarjo Sigit , Pak
Yohannas, Pak Sartono almarhum, Pak Sukendar Asikin, Pak Klompe ( si jagal !
) , dll. Selain dari itu, komentar yang diberikan oleh Pak Beni Wahju, Pak
Suparka  dan Pak Sukendar Asikin melengkapi kehebatan  Prof. Katili
khususnya  dalam kaitannya dengan konsep Tectonic Indonesia dan New Global
Tectonic , dan dalam membimbing dan mencetak kader-kader ahli geologi
penerus.
 
Kisah masa kecil Prof. Katili tak kalah menariknya. Selain kecerdasan
intelektual yang telah dilimpahkan Tuhan kepadanya sejak kecil , keinginan
kuatnya untuk dapat survive dalam kehidupan ditunjukkannya misalnya dengan
belajar silat dan mandi kebal. Mungkin karena hal inilah maka dalam dua
peristiwa yang nyaris merenggut jiwanya yaitu jatuh ke sumur sedalam 4
meteran dan jatuh dari bubungan atap rumah, John kecil tidak sampai cedera .
Membaca pengalaman masa kecil Pak Katili ini yang diuraikan dengan sangat
menarik, mengingatkan mang Okim akan pengalaman sendiri - - - - - nostalgia
!
 
Rekan-rekan IAGI yang budiman,
 
Suatu hari di tahun 1990 an, mang Okim dipanggil oleh Prof. Katili ke kantor
beliau di Jakarta. Ketika itu Prof. Katili menjabat sebagai Penasehat Ahli
Menteri Pertamben Bidang Geologi dan SDM. Beliau rupanya mendengar banyak
tentang nasib dan kegiatan mang Okim di bidang batumulia khususnya yang
berkaitan dengan temuan terbaru yaitu giok Jawa  di daerah Banjarnegara ( di
utara kawasan Karangsambung ) . 
 
Setelah Prof. Katili  mendengarkan penjelasan mang Okim, spontan  kesibukan
beliau ditinggalkan  dan  mang Okim diajak ke teman pengusaha beliau yang
tinggal cukup jauh dari kantor beliau di Jl. Gatot Subroto.  Walaupun upaya
beliau tidak membuahkan hasil karena teman pengusaha beliau kebetulan banyak
kesibukan di luar negeri, spontanitas beliau dalam memikirkan dan
memperjuangkan  kemajuan " anak buah " dan para junior beliau sangat dikenal
luas di banyak kalangan. Ketika mang Okim mendapatkan musibah  di akhir
tahun 1985 , Prof. Katililah  yang dengan spontan menjanjikan membawa
persoalan mang Okim ke sidang Menteri.
 
Dari kisah tersebut di atas, tak heranlah kalau dalam kunjungan Prof. Katili
ke Yogyakarta tahun 1989 untuk pamitan di akhir tugasnya sebagai Dirjen
Geologi dan SDM , Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta menyerahkan
kenang-kenangan  dengan pesan yang sangat tulus :
 
Bapak yang baik,
Kau telah curahkan jiwa raga dan pikiran untuk nusa dan bangsa Indonesia,
Pula untuk kemajuan vulkanologi,
 
Serasa ingin kami persembahkan untukmu,
Gunung Merapi berlapiskan emas,
Sebagai tanda terima kasih kami - - - - kepadamu !
 
 
Semoga Prof. Katili dan Ibu Ileana Syarifa Uno dipanjangkan umur dan
dilimpahi rakhmat dan berkah serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
 
Dan kepada para penyusun  yang dikoordinir oleh Amanda Katili Ph.D., mang
Okim menyampaikan selamat atas keberhasilan para penyusun dalam mengemas dan
meramu data dan fakta sehingga buku Geografi J.A.Katili : Harta Bumi
Indonesia menjadi suatu karya tulis yang sangat pantas untuk dibaca dan
disimak, tidak saja oleh para ahli kebumian, tetapi juga oleh masyarakat
Indonesia yang berkeinginan mengasah jiwanya untuk menjadi insan yang
tangguh dan berhasil seperti halnya  Prof. J.A.Katili - - - - - For a
fighting man, there is no journey's end !!!!!
 
Salam batumulia, 
Mang Okim

----------------------------------------------------------------------------
--------------------------

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
iagi
Sent: Friday, August 08, 2014 10:28 AM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: [pp-iagi-2011] FW: InnalilahiWainnaillaihi rojiun...

Kepadan yth 
Bapak Ibu anggota IAGI
Di tempat

InnalilahiWainnaillaihi rojiun...Ibu Iliana Uno-Katili meninggal dunia hari
ini jam 19.45 Kamis malam jumat tgl 7 Agustus karena sakit. Rumah duka
jl.Penguin V,Bintaro sektor 3,exit dari tol harus melalui exit Tanah Kusir
sebab exit Pondok Aren ditutup/perbaikan. Insyaallah pemakaman di Jeruk
Purut ba'da jumaatan.Mohon do'a.Mohon berita ini diteruskan. Wassalam,henk
uno. 
" Informasi dari Bapak Bintal Djemur"

Terimakasih 
Sutar 

----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke