Go, go, go!!
Timnas Gunung Padang Temukan Senjata Khas Jawa Barat
Monday, 15 September 2014, 19:21 WIB
Komentar : 0
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/09/15/nbxzno-timnas-gunung-padang-temukan-senjata-khas-jawa-barat#comments-list>
[image: Para peneliti asing berdiskusi membahas hasil penelitian tentang
Situs Gunung Padang di Gunung Padang, daerah Cianjur, Kamis (5/12).
(Republika/Edi Yusuf)]
Para peneliti asing berdiskusi membahas hasil penelitian tentang Situs
Gunung Padang di Gunung Padang, daerah Cianjur, Kamis (5/12).
(Republika/Edi Yusuf)
A+
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/09/15/nbxzno-timnas-gunung-padang-temukan-senjata-khas-jawa-barat#>
 | Reset
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/09/15/nbxzno-timnas-gunung-padang-temukan-senjata-khas-jawa-barat#>|
A-
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/09/15/nbxzno-timnas-gunung-padang-temukan-senjata-khas-jawa-barat#>

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Selain menemukan sejumlah artefak unik pada
ekskavasi permulaan, Timnas Peneliti Gunung Padang, menemukan artefak mirip
senjata khas Jawa Barat, Kujang Gunung Padang.

"Benda ini telah diamati dan diperkirakan asli buatan manusia zaman dulu,
dimana batunya dipangkas di semua permukaan dan digerinding atau digosok,
sehingga menjadi halus termasuk permukaannya," kata Ali Akbar Timnas
Peneliti Gunung Padang, Senin (15/9).

Dia menjelaskan, sebelum prasejarah teknik tersebut sudah dikenal dan
dipergunakan masyarakat. Selain itu, bentuk benda seperti itu mungkin hanya
satu-satunya bukan saja di Indonesia bahkan di dunia.

Saat ini ungkap dia, pihaknya sedang meneliti secara intensif dan dalam
waktu dekat akan meminta izin supaya artefak itu dibawa ke laboratorium di
Jakarta.

"Kami punya alat yang namanya mikrotemografi seperti cytiscan yang nantinya
benda tersebut dimasukan ke lab, untuk mencari tahu sebelah mana benda yang
dimodifikasi oleh manusia zaman dulu," katanya.

Dia menjelaskan, apakah pada benda tersebut, ada kemungkinan mengandung
zat-zat atau material yang menempel atau bekas tumbuhan atau dipakai untuk
menebang pohon atau lainnya.

"Minggu depan artefak yang ditemukan di bagian selatan teras lima tertimbun
cukup dalam akan kami bawa ke lab di Jakarta untuk diteliti," katanya.

Selain artefak berbentuk Kujang, pihaknya menemukan beberapa tembikar atau
gerabah yang menunjukan manusia sudah memiliki kemampuan untuk membuat
wadah. Benda tersebut diperiksa oleh ahli tembikar atau gerabah dan
ternyata pembuatannya kala itu menggunakan teknik yang ditekan bukan
menggunakan roda putar.

"Kalau roda putar teknik belakangan yang dipakai manusia. Ini ditekan
teknik awalnya sehingga periodenya memang cukup tua. Dari berbagai
bentuknya kami sudah pelajari dan tembikar-tembikar itu ada yang seperti
kendi dan piring," katanya.

Penemuan gerabah itu, hampir semuanya ditemukan di Teras 2 dan temuan kendi
cukup banyak dalam kondisi pecah-pecah.

Pihaknya telah membuat secara simulasi kemungkinan benda itu untuk prosedur
prosesi dari penziarah yang datang dari utara mengambil air untuk bersuci
dengan kendi, naik ke tangga utara dan terus hingga ke teras 1, lalu
membasuh diri.

"Setelah membasuh diri, benda itu ditinggalkan, lalu mereka melakukan
ritual berikutnya. Itu jenis-jenis artefak pertama dari tanah liat," kata
Ali.

Penemuan artefak lainnya, Ali menambahkan, ada artefak yang mirip alat
logam yang bentuknya seperti pisau. Jika dilihat secara seksama maka benda
ini seperti ada pegangannya, lalu ada bentuk tajaman ukuran kecil.

"Mungkin pegangan ini, dulu ada gagangnya dan tajaman pisau ini kemungkinan
masih panjang karena terlihat sudah patah. Dengan adanya artefak ini, warga
dulu yang tinggal di situs ini sudah mengenal budaya logam," katanya.

Dia menjelaskan masyarakat yang tinggal di kawasan itu, bukan masyarakat
yang berburu dan peramu makanan.?Kami belum memasukannya ke dalam
laboratorium karena benda ini terlihat rapuh sekali, sedangkan di lab
perlakuannya cukup banyak jadi kami simpan dulu," katanya.

Melihat berbagai penemuan artefak itu, pihaknya menilai, warga yang sudah
menetap di situs sudah terorganisir, mampu bekerja sama dengan baik,
bergotong royong membuat bangunan yang besar.

2014-09-15 12:12 GMT+05:00 Bandono Salim <[email protected]>:

> Menarik sekali bila batuan andesit berbentuk kujang dapat dislab di pusat
> batu mulia; sehingga kawat besi dapat muncul.
> Potong melintang dan memanjang pasti akan kelihatan kabel kawatnya; atau
> dibuat sayatan tipis dan dilihat di bawah mikroskop polarisasi;  akan jelas
> mineral "kawat" tersebut. DR. Andri Slamet pasti dapat mengidentifikasinya.
> Salam hormat.bdn.
> Pada 15 Sep 2014 15:15, <[email protected]> menulis:
>
> Kalau dari deskripsi di koran PR artefak-nya itu mungkin electronic,
>> karena ada jaringan kawat.
>> RPK
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * "Sujatmiko" <[email protected]>
>> *Sender: * <[email protected]>
>> *Date: *Mon, 15 Sep 2014 11:56:33 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Cc: *MGEI<[email protected]>
>> *Subject: *RE: [iagi-net] Bongkar
>>
>>  Yth Pak Danny-Pak Ali Akbar,
>>
>>
>>
>> Setelah mengikuti perkembangan penelitian TIMNAS Gunung Padang sejak
>> beberapa hari terakhir ini, mang Okim hanya bisa mendo’akan , semoga yang
>> dicari sejak 3 tahun terakhir ini ketemu, yaitu adanya chamber atau ruang
>> kosong yang ditengarai ada “brankasnya”, bidang pemangkasan (batas budaya
>> ?), pintu gerbang 18 meteran, pasir ayakan peredam gempa, semen canggih
>> mengandung 45 % mineral besi ( semen tercanggih di abad modern mengandung
>> kurang dari 6 % kadar besi ), industri metalurgi canggih, dan kemungkinan
>> adanya reaktor listrik hidro di level 4 ( 13.000 – 23.000 tahun yang lalu
>> !!! ).
>>
>>
>>
>> Sekedar informasi, di front page koran Pikiran Rakyat pagi ini  diumumkan
>> tentang adanya temuan artefak aneh dari batuan andesit-basalt yang seluruh
>> permukaannya masih terbungkus kulit pelapukan . Pak Andi Arif dengan bangga
>> memberikan komentar  bahwa artefak tersebut dibuat dengan menggunakan
>> teknologi tinggi, mengandung serat kawat dari besi memanjang, memiliki
>> anomaly magnetic tinggi, memiliki hanya satu kutub magnet, porositas
>> permukaan konsisten, dan mirip senjata kujang. Mang Okim sangat prihatin
>> atas statemen tersebut karena di batuan yang dianggap artefak ternyata
>> tidak terlihat adanya bekas bidang pemangkasan alias utuh , sehingga
>> interpretasinya lebih ke batuan murni sebagai sisa pelapukan. Sekedar
>> catatan, batuan dengan bentuk yang lebih kurang sama banyak ditemukan di
>> kawasan karst Citatah, dan itu adalah murni hasil pelapukan alamiah .
>>
>>
>>
>> Mang Okim juga sangat prihatin melihat foto-foto kegiatan ekskavasi yang
>> melibatkan personel militer dan membongkar tebing curam .  Mang Okim kurang
>> setuju bahwa secara teknis  dan prinsip , trenching geologi  tidak ada
>> bedanya dengan trenching arkeologi. Bocoran berita berikut dari arkeolog
>> yang menyaksikan kegiatan di Gunung Padang semoga dapat menjadi
>> pertimbangan : “ *Saya sangat sedih melihat perkembangan kegiatan
>> penelitian di Situs Gunung Padang hari ini. Kotak ekskavasi dibuka di
>> sembarang tempat, tidak mengacu pada kegiatan  penelitian yang sudah
>> dilakukan sebelumnya. Beberapa kotak dibuka di lahan yang sangat rawan akan
>> longsor.  Begitu juga dengan  hak publik yang datang berkunjung ke situs
>> yang telah terampas. Sebagian besar situs ditutup dengan terpal setinggi 2
>> meteran. Mau apa  mereka sebenarnya di situs yang kita banggakan ini ???*
>>
>>
>>
>> Sebagai insan kebumian ( walau telah dicap sebagai “ geolog gaek “ dan
>> “penjahat intelektual”) ,  mang Okim secara konsisten terus mengikuti
>> perkembangan penelitian “ piramida “ di G. Lalakon, G. Sadahurip, dan G.
>> Padang. Dari hasil pemindaian geolistrik, georadar, dsbnya oleh TTRM,
>> hipotesisnya ternyata sama bahwa di perut ketiga gunung tersebut terdapat
>>  bidang pemangkasan, ruang kosong, dan bangunan budaya lainnya. Pertanyaan
>> mang Okim sangat sederhana : *“Mengapa yang dipilih justru Situs Gunung
>> Padang yang telah diakui merupakan Situs Megalitik Punden Berundak terbesar
>> di kawasan Asia Tenggara “, dan bukan Gunung Lalakon atau Gunung Sadahurip?*
>> Mang Okim sungguh miris mendengar komentar beberapa anggota militer yang
>> membantu penggalian --- bahwa kegiatan ekskavasi tersebut tak ubahnya
>> dengan “ penggalian illegal “.
>>
>>
>>
>> Mang Okim mohon beribu maaf kepada Pak Danny – Pak Ali Akbar dan seluruh
>> anggota tim, kalau postingan ini kurang berkenan. Harapan mang Okim semoga
>> hipotesis yang selama ini diyakini kebenarannya dapat cepat terbukti dan
>> Situs Gunung Padang tetap eksis sebagai tujuan wisata unggulan Kabupaten
>> Cianjur. Amiin.
>>
>>
>>
>> Salam cinta Geo-Arkeologi,
>>
>> Mang Okim
>>
>>
>>
>> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of *Eko
>> Teguh Paripurno
>> *Sent:* Monday, September 15, 2014 8:30 AM
>> *To:* iagi-net
>> *Subject:* Re: [iagi-net] Bongkar
>>
>>
>>
>> Menarik sekali pak DHN. Semoga kerja2 berikutnya di banyak kawasan lain,
>> Peg Kendeng Blora dan Pati misalnya,  dilakukan  dengan seksama, sumberdaya
>> memadai dan penuh koordinasi seperti di GP.
>> Salam hormat
>>
>> ET Paripurno
>> +62818260162
>> [email protected]
>> www.geohazard.blog.com
>> -------------------------------------------
>>
>> On Sep 15, 2014 8:09 AM, "Danny Hilman Natawidjaja" <
>> [email protected]> wrote:
>>
>> Alhamdulillah semua lancar aman dan hasilnya baik. Sekarang ini sudah
>> bukan lagi aktivitas TTRM tapi TIMNAS berdasarkan KepMen, juga Surat Tugas
>> langsung dari KepMen utk melakukan penelitian 'awal'.  Selain itu, Tim
>> peneliti juga bekerjasama dengan TNI AD yg selain melakukan Karya Bakti
>> juga ditugaskan oleh KASAD (atas perintah presiden langsung) untuk membantu
>> kegiatan penelitian dan pelestarian. Dalam Timnas, sy adalah Wk Ketua
>> Bidang Geologi sedang untuk Bidang Arkeologi Pak Ali Akbar.
>>
>> Trenching geologi yg biasa dilakukan dalam penelitian geologi Kuarter,
>> paleoseismologi dan paleotsunami secara teknis dan prinsip tidak ada
>> bedanya dengan trenching arkeologi kecuali tentunya dalam fokus yg diamati
>> dan pendokumentasian. Dua-duanya tentu saja harus memperhatikan keamanan
>> dan kelestarian lingkungan.
>>
>> Sekarang ini sudah dibuka beberapa trenching diluar pagar situs sedalam
>> 1.5 - 2.5 m yang fokus utamanya untuk pembuktian model geologi-geofisika
>> (berdasarkan geolistrik, georadar, seismik tomografi, bor). Selain itu ada
>> satu tebing "head scarp" bekas longsor yang setelah dibersihkan dari
>> semak-semak dan tetumbuhan yang menutup ternyata memperlihatkan singkapan
>> geologi dari lapisan-lapisan batuan di bawah Situs. Sekarang ini adalah
>> kesempatan yang baik bagi rekan2 geologi yang tertarik untuk melihat fakta
>> geologi bawah permukaan G.Padang. Kemp ada juga kunjungan dari ITB 80
>> (berbagai jurusan) ke GP.
>>
>> Sekarang ini trenching yg awalnya berfokus geologi sudah juga diakui dan
>> didokumentasikan oleh Tim Arkeologi karena ternyata dianggap memperlihatkan
>> bukti arkeologi sangat penting, termasuk temuan banyak artefak batu. Dengan
>> kata lain, anggapan (dan status legal) bahwa situs hanya ada di dalam pagar
>> dan hanya di permukaan kelihatannya tidak benar.
>>
>>
>>
>> Salam geologi
>>
>> DHN
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
>>
>> *From: *Bandono Salim
>>
>> *Sent: *Senin, 15 September 2014 05:32
>>
>> *To: *Iagi
>>
>> *Reply To: *[email protected]
>>
>> *Subject: *[iagi-net] Bongkar
>>
>>
>>
>> Katanya  TTRM sudah mulai membuat trench dan sumur uji di gn padang.
>> Kalau cara geologi yang digunakan situs itu dapat brantakan. Semoga Ali
>> Akbar dapat memberi arahan dan petunjuk cara arkeologi menggali sehingga
>> kalau meninggalkan situs gn padang; kondisi situs kembali mendekati kondisi
>> awal.
>> Apapun hasilnya asal tidak memalukan dua DR. Geologi dan teman geologi
>> lainnya.
>> Salam hormat, bdn.
>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> not limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> not limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> not limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
>>
>> =
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> not limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
>>
>>
> ----------------------------------------------------
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
> JAKARTA,15-18 September 2014
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>
>


-- 
***********************************
Amir Al Amin
Operations/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke