Yth Pak Syaeful dan rekan-rekan IAGI,

Mungkin Pak Syaeful dan rekan-rekan mengira mang Okim belum pernah ke Situs
Gunung Padang ya. Keliru Pak, mang Okim paling sedikit sudah 4 kali ngeluruk
kesana. Yang pertama bareng Arkeolog, yang kedua bareng KRCB+ Wagub Jabar,
yang ketiga bareng Tim Badan Geologi dipimpin Prof Sutikno Bronto + Arkeolog
( kami kemudian bergabung dengan rombongan Direktur Permuseuman dan Cagar
Budaya Serang + 14 Kepala UPT Balai Cagar Budaya dari seluruh Indonesia ),
dan yang keempat bareng Arkeolog + DAAI TV. Di kunjungan ke 3, mang Okim
sempat memungut sepotong batu tiang yang tergeletak di kawasan parkir Situs
Gunung Padang untuk uji kualitas ( lihat email mang Okim di milis IAGI 10
Mei 2013 : "Batu Gunung Padang Nan Memukau" ). Uji kualitas ini dimaksudkan
sebagai alternative bagi masyarakat di sekitar Situs Gunung Padang   dalam
meningkatkan kesejahteraannya melalui kerajinan batu mulia ( sudah mendapat
lampu hijau dari beberapa dinas terkait di Pemprov Jabar ). Dengan demikian
maka argumentasi ilmiah yang selama ini mang Okim posting insyaallah bukan
ASBUN melainkan didasarkan atas pengamatan lapangan ditambah banyak
referensi arkeologi/geologi ( bukan reka-reka atau hipotesis !). 

Kepada rekan-rekan IAGI/MGEI, mengapa siih tidak ada yang memberi komentar
tentang pasir ayakan peredam gempa, industry metalurgi canggih, semen
perekat berkomposisi 45 % kandungan mineral besi , kandungan mineral besi di
lokasi pertambangan yang tidak lebih dari 5 % , atau instalasi reactor
listrik hidro di level 4, dll.nya ??? Itu semua yang konon dibangun pada
periode 13.000 - 23.000 tahun yl bukan fitnah mang Okim tetapi pernyataan
yang langsung keluar dari jubir TTRM/TIMNAS serta pimpinan tertingginya.
Tegakah kita membiarkan Presiden SBY menerima hipotesis-hipotesis yang
selama lebih dari 2 tahun penelitian tidak pernah terbukti ??? Di bawah ini
mang Okim salin jawaban mang Okim atas tanggapan Pak Danny di Facebook,
semoga lebih memperjelas lagi argumentasi ilmiah mang Okim :

Yth Pak Danny, 

Masyarakat berhak tahu tentang latar belakang lahirnya hipotesis piramida.
Bukankah Bapak dan Pak AD mendukung penuh penelitian Turangga Seta sejak di
G. Lalakon dan G. Sadahurip ? Tidak ingatkah Bapak ketika pada 19 Maret 2011
mang Okim nelpon Bapak dari puncak G. Lalakon, menanyakan tentang kebenaran
interpretasi hasil geolistrik seperti yang dijelaskan oleh Pak AD dalam
video yang diputar di Gedung Sate ? Bapak bilang data geolistriknya masih
diolah ( pada hal Pak AD secara gamblang telah mengonfirmasi tentang
hipotesis adanya piramida di G. Lalakon dan G. Sadahurip ). Yang mang Okim
herankan , mengapa setiap himbauan mang Okim untuk kembali ke basic
geological knowledge, selalu dibalas dengan cemoohan, penghinaan, ancaman,
dll.nya. Masalah pasir ayakan peredam gempa dan semen perekat mengandung 45
% unsur besi tidak pernah dijelaskan, padahal sudah ditanyakan banyak kali,
di forum terbuka atau di milis / FB. 

Mengenai hipotesis adanya piramida di Gunung Padang, bukankah sudah ada
undangan terbuka dari Pak Andi Arief lewat FB beliau ? Mang Okim tidak perlu
mengelaborate masalah piramida ini karena penjelasannya telah muncul di
koran Kompas kemaren dan hari ini ( pendapat Ketua IAAI Pak Yunus dan
sesepuh Arkeologi Prof. Harry Truman, dll ). Apakah Pak Danny dkk masih saja
akan menganggap beliau-beliau ini sebagai orang bodoh dan penghianat
intelektual seperti yang selama ini dilontarkan oleh Pak Andi Arief ?
Beliau-beliau adalah pakar di bidangnya dan adalah hak beliau-beliaulah
kalau sampai mengeluarkan petisi dll. Hanya sayang, Presiden SBY lebih
percaya kepada para pembisik daripada para pakar dan sesepuh di bidang
arkeologi, sehingga sejak keluarnya petisi 26 April 2013, beliau-beliau
memilih tiarap dan tutup mulut dari pada selalu dihujat dan dipermalukan di
depan umum. Wallahualam.

Wassalam,
Mang Okim

----------------------------------------------------------------------------
-
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
[email protected]
Sent: Thursday, October 02, 2014 7:05 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] UNDANGAN PEMBUKTIAN PIRAMIDA GUNUNG PADANG (DARI FB)

yth. mang okim,

alangkah indahnya kalau mang okim bisa sesegera mgkin mengunjungi situs gn
padang shg bisa berdiskusi dg teman2 di tim.

 


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke