Saya dari dulu sebetulnya sangat benci dengan istilah subsidi bbm ini,
kenapa? Istilah subsidi ini muncul sejak orde baru. Perbedaan harga jual
pertamina dgn harga pasar dunia di Indonesia disebut subsidi. Apakah betul
waktu itu pemerintah nomboki beda harga tersebut? Waktu itu produksi
oil/gas kita masih surplus dibanding dgn konsumsi, jadi penerimaan
pemerintah masih besar sekali dari bbm ini meskipun menjual minyak ke
rakyat dengan harga yg disebut disubsidi itu. Yg betul menurut saya yaitu
penerimaan pemerintah dari sektor minyak berkurang karena menjual minyak
murah di dalam negeri. Jadi tidak betul pemerintah men subsidi atau nomboki
beda harga tersebut. Disebut subsidi supaya kelihatan pemerintah berjasa
kepada rakyat, yaitu memberi bantuan. Sehingga di mata rakyat penguasa
kelihatan hebat, ya gak?
Nah sekarang kena tulah dari Yang di Atas, mampus lu sekarang. Dengan
kondisi produksi minyak defisit seperti sekarang lu harus betul2 men
subsidi harga minyak utk rakyat seperti yg dulu lu bohongi rakyat dengan
kata2 lu sendiri, yaitu subsidi!! Jadi pembelajaran bagi para politikus
itu, supaya hati2 membohongi rakyat, nanti kena tulah lho!
Karena pemerintah sekarang kena getah para politikus yang dulu, mau gk mau
harus mengurangi subsidi dengan menaikkan harga bbm.
Saya yakin Jokowi akan berani ambil resiko menaikkan harga bbm ini dalam
waktu dekat supaya APBN menjadi sehat. Orang bersih pasti berani demi
kebaikan ke depan. Hanya orang kotor saja yg takut bertindak karena takut
bayangannya sendiri yg kelam. Tul gak?
Salam,
YSY

----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke