Di Indonesia juga kebijakan yg sama sudah diberlakukan, hanya hasilnya tdk sama.
RPK
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Mon, 3 Nov 2014 08:12:58 
To: IAGI<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [iagi-net] Research University - Teaching University

2014-11-03 8:04 GMT+07:00 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>:

>  S3 atau Ph.D is a research or teaching degree, certainly not a
> government leadership or management qualification degree.
> Wassalam
> RPK
>

Tulisan menarik Yohannes Surya tentang Riset Univ dari FB beliau.

---
Yohanes Surya (OFFICIAL)
<https://www.facebook.com/YS.OFFICIAL?hc_location=timeline>
1 November <https://www.facebook.com/YS.OFFICIAL/posts/726358200747029>
Minggu lalu saya berkunjung ke NTU (Nanyang Technological Univ) Singapura.
Hendak belajar bagaimana dalam waktu tidak lama NTU bisa menjadi hebat.

Ada cerita menarik dari beberapa pimpinan NTU. Sekitar 10 tahun yang lalu
NTU itu bukan apa-apa. Fokusnya sebagai *teaching university* (universitas
yang menekankan pada kuliah) *bukan research University*.

Kemudian NTU membuat keputusan drastis mengubah positioning menjadi
research Univ. Setiap professor (dari level Asistant Prof. Sampai Full
Prof) harus meneliti dan menghasilkan paper di jurnal terkenal. Kebijakan
ini langsung membuat banyak professor shock. *Lebih dari 200 prof terpaksa
harus dirumahkan (secara bertahap). Sisanya yang 400 orang di”paksa” untuk
riset. *

Tekanan ini membuat para professor lebih rajin untuk riset dan cari dana
hibah, dihari sabtu dan minggu pun mereka riset (karena mereka punya beban
mengajar minimal 160 jam per semester). Kalau tidak menghasilkan paper atau
tidak mendapatkan dana hibah (grant), prof-prof ini bisa dikeluarkan. Riset
berkembang pesat sekali.. NTU juga membuka posisi bagi para professor baru
(usia 30-40 tahun) asal bisa menghasilkan minimal 2-3 paper berkualitas per
tahun.

Pemerintah Singapura mensupport usaha ini, setiap dana hibah yang diterima
NTU (dari pihak swasta) akan di dobelkan oleh pemerintah singapura.

Akibat dari peraturan ini, kini NTU dengan 1008 professor mampu
menghasilkan lebih dari 3900 paper di jurnal terkemuka setiap tahunnya.
Mereka menempati peringkat 39 dunia dan nomor 1 di Asia.

Saya pikir ini bisa jadi contoh bagus untuk universitas-universitas di
Indonesia kalau mau masuk percaturan dunia riset ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dan ini tentunya menjadi tantangan untuk pemerintahan baru kita
khususnya Kementerian Ristek dan Dikti....

----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------


Kirim email ke