Jitu tenan bedekanne Oom...👍

Sent from my Samsung device by Sunarnyoto Soenarwi

-------- Original message --------
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> 
Date: 05/01/2016  09:46  (GMT+08:00) 
To: economicgeology <[email protected]>, IAGI 
<[email protected]> 
Subject: [iagi-net] Re: [economicgeology] Re: [iagi-net] Dana Ketahanan Energi 

Sudah "tak bedek sakdurungnya"  
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/04/183622626/Pemerintah.Menunda.Waktu.dalam.Memungut.Dana.Ketahanan.Energi
Mari kita kerja lagi.

rdp
===================

                                                         JAKARTA, KOMPAS.com - 
Pemerintah memutuskan 
menunda waktu melakukan pungutan untuk dana ketahanan energi melalui 
setiap liter premium dan solar yang dibeli masyarakat.
Keputusan penundaan itu diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin 
Presiden Joko Widodo, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1/2015).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said 
mengungkapkan bahwa Indonesia sangat membutuhkan dana ketahanan energi 
untuk membangun energi baru dan terbarukan.
Hanya saja, pemerintah menyadari perlunya menata waktu pelaksanaan dan 
regulasinya sehingga tidak menimbulkan polemik.
Sudirman melanjutkan, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla 
memutuskan agar dana ketahanan energi harus diimplementasikan dengan 
mekanisme APBN.
Karena itu, dana ketahanan energi ini akan diusulkan saat pemerintah membahas 
APBN Perubahan bersama DPR RI.
"Waktu pelaksanaan akan menunggu proses APBN-P. Dengan begitu, menghindari 
berbagai kontroversi yang muncul," kata Sudirman.
Awalnya, pemerintah akan memungut Rp 300 dari harga satu liter solar 
dan Rp 200 dari harga satu liter premium yang dibeli masyarakat.
Asumsi dana pungutan yang terkumpul dalam setahun mencapai Rp 16 
triliun serta akan dimanfaatkan untuk pembangunan energi baru dan 
terbarukan maupun subsidi untuk daerah yang belum teraliri listrik.
Pungutan dana ketahanan energi awalnya akan dilakukan mulai 5 Januari
 2016 berbarengan dengan berlakunya harga baru bahan bakar minyak.
Namun, rencana pemerintah memungut dana ketahanan energi banyak 
mendapat kritik karena dianggap tidak sesuai dengan Undang-Undang 
tentang Energi tahun 2007.
(Baca: Dana Ketahanan Energi, Pungli Negara kepada Rakyat?)
Karena pungutan dana ketahanan energi ditunda pelaksanaannya, maka 
ada penurunan harga keekonomian BBM seperti solar turun dari Rp 6.700 
menjadi Rp 5.650, premium non Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) turun dari
 Rp 7.300 menjadi Rp 6.950, dan premium Jamali turun dari Rp 7.400 
menjadi Rp 7.050.                            

--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".

2015-12-30 9:10 GMT+07:00 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>:
Mudah-mudahan pungutan ini tidak karena untuk kebutuhan eksplorasi 
migas. Dana eksplorasi semestinya bukan diambil dg cara seperti ini. 
Khawatir kalau muncul persepsi bahwa, seolah olah, eksplorasi baru akan 
dilakukan karena adanya dana tambahan secara khusus. Penting 
dimengerti bagi sebuah negara, kegiatan eksplorasi HARUS tetap dilakukan
 walau harga komoditasnya rendah maupun tinggi. Karena sebagai energi, 
migas adalah kebutuhan mutlak sedangkan dampak/hasil kegiatan eksplorasi adalah 
jangka panjang dan tidak pernah instant. Dengan demikian aktifitas eksplorasi 
semestinya tidak tergantung dari harga minyak yang saat ini fluktuasinya 
berubah sangat cepat. 

 Dana eksplorasi itu diambil dari pendapatan produksi migas, dari pajak 
pengusahaan migas, perolehan produksi minyak mentah (bagihasil) serta 
hasil usaha hulu lainnya. Bukan diambil dari rakyat penguna energi di 
hilir. Analogi sederhana dari dana eksplorasi migas adalah adalah
 dana reboisasi hutan yang diambil dari retribusi hasil hutan, atau 
keuntungan perusahaan perhutani. Bukan diambilkan dari harga jual mebel 
kan ?Dalam keterangannya di beberapa media yang saya baca, salah satu 
pertimbangannua adalah UU yang juga memberikan 'peluang' untuk mengambil dana 
dari energi fosil ini. Namun kalau alasannya untuk memberikan beban pada energi 
fosil, bagaimana dengan BATUBARA ? Ini semestinya juga harus fair untuk listrik 
yg dibangkitkan dari batubara juga. 
IAGI mungkin memang perlu bersuara, karena menyinggung persoalan energi fosil 
(minyak, gas dan batubara) yg merupakan salah satu obyek dari IAGI.
rdp(dalam hati saya mikir, kebijakan dana yg kontroversial ini akan dianulir 
untuk memunculkan seorang "pahlawan")
--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".

2015-12-30 8:31 GMT+07:00 [email protected] [economicgeology] 
<[email protected]>:
Mas Stj, saya sangat setuju bahwa issue ini sangat penting utk dicermati dan 
ditanggapi tapi Apakah ini ada hubungannya dengan ilmu geologi atau profesi 
geologi atau hanya sekedar kebijakan politik. Sebagai organisasi profesi, 
iagi/mgei sebaiknya tetap dijalur profesi dan tidak masuk ke Jalur politik. 
Biarlah organisasi / lsm lain yg mmg menekuni jalur politik yg menanganinya. 
Demikian pemikiran saya.

Im

Powered by Telkomsel BlackBerry®



-----Original Message-----

From: " - [email protected]"

 <[email protected]>

Sender: <[email protected]>

Date: Wed, 30 Dec 2015 00:22:26

To: [email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>

Reply-To: [email protected]

Subject: [iagi-net] Dana Ketahanan Energi



Relan-rekan 'IAGI-er dan MGEI-er':



Isu (yang telah secara resmi diumumkan namun belum diberlakukan) tentang akan 
dikutipnya Dana Ketahanan Energi dari sebagian harga BBM per liternya  
akhir-akhir ini cukup panas bergulir di luar sana namun sepertinya adem-adem 
saja kita menanggapinya.



Tidakkah IAGI merasa perlu minimal mencari tahu tentang apa, bagaimana dan 
kenapa ide ini direncanakan/(hanya) diwacanakan? Bukan ide bahwa kita perlu 
Dana Ketahanan Energi (kalau yang ini sangat perlu kan?) tapi ide tentang 
mekanisme mendapatkannya lah yang perlu dicari tahu duduk perkaranya.



Sudah sedemikian tak pedulinyakah kita dengan  menganggap isu seperti ini tidak 
cukup penting untuk dicermati (dikritisi)? Atau mungkin secara diam-diam telah 
begitu saja (terhipnotis?) menyetujuinya?



Ide ini bisa jadi menggelikan sekaligus mengerikan . . .



Salam,

Budi Stj

Powered by Telkomsel BlackBerry®



------------------------------------



------------------------------------





------------------------------------



Yahoo Groups Links



<*> To visit your group on the web, go to:

    http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/



<*> Your email settings:

    Individual Email | Traditional



<*> To change settings online go to:

    http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/join

    (Yahoo! ID required)



<*> To change settings via email:

    [email protected]

    [email protected]



<*> To unsubscribe from this group, send an email to:

    [email protected]



<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:

    https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/









----------------------------------------------------





Visit IAGI Website: http://iagi.or.id


Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact


----------------------------------------------------


Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)


Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:


Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta


No. Rek: 123 0085005314


Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)


Bank BCA KCP. Manara Mulia


No. Rekening: 255-1088580


A/n: Shinta Damayanti


----------------------------------------------------


Subscribe: [email protected]


Unsubscribe: [email protected]


----------------------------------------------------


DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 


posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 


In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited


to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 


from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 


any information posted on IAGI mailing list.


----------------------------------------------------



=

Kirim email ke