Teman-teman IAGi,

 

Interesting tulisan Pak Wikan tentang pengaruh gempa dengan adanya injection 
wells dan fracturing yang terjadi di sekitar daerah Barnett shale. Haydraulic 
fracturing adalah relatip baru, lima tahun terakir ini. 

 

Eropa, terutama Perancis, German, dan Inggris mempunyaji density Tenaga nuklir 
cukup padat.  Mereka takut sekali kalau fracturing akan menyebabakan 
micro-earthquake dikemudian hari. Eropa sementara ini melarang, kecuali 
Polandia. Ingris memperbolehkan malakukan testing tetapi belum untuk 
production. Mereka semua menunggu hasil dari Amerika yang lebih maju dalam hal 
fracturing.  Mereka menunggu long term effect dari hydraulic fracturing. 

 

Salam,

 

Hl Ong

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Wikan 
Windrasto - [email protected]
Sent: Tuesday, April 19, 2016 9:51 PM
To: Iagi Net
Subject: [iagi-net] Induced Earthquake – Apakah Eksploitasi Shale Oil&Gas 
Menyebabkan Aktivitas Seismik (Gempa Bumi)?

 

Rekan-rekan sekalian,

 

Berikut catatan mengenai topik induced earthquake terkait eksploitasi shale 
oil/gas dalam diskusi komunitas environmental geologist.

 

Induced Earthquake – Apakah Eksploitasi Shale Oil&Gas Menyebabkan Aktivitas 
Seismik (Gempa Bumi)?

Dinner Talk by Houston Geological Society 
April 13, 2016 at the Black Labrador Old England Pub, Montrose Houston.
Pembicara: Dr. Heather DeShon, Southern Methodist University

 

Terjadinya intraplate earthquake di benua Amerika Utara yang terjadi pada 
akhir-akhir ini (setelah sekitar tahun 2000-an) telah menimbulkan pertanyaan 
mengenai penyebab atau pemicunya. Intraplate earthquake yang dimaksud di sini 
adalah aktivitas seismik atau gempa bumi yang terjadi tidak pada daerah active 
margin (pertemuan/pemisahan lempeng tektonik) serta bukan akibat dari aktivitas 
vulkanisme (kegunungapian).

 

Secara umum, gempa bumi diketahui sebagai pelepasan energi elastik pada batuan. 
Pelepasan energi tersebut dapat berlangsung secara gradual atau pelan-pelan dan 
menghasilkan gempa bumi minor atau dengan skala magnitudo rendah (<M3) yang 
rutin terjadi tetapi tidak terasa getarannya oleh manusia dan tidak menimbulkan 
efek kerusakan yang berarti. Apabila energi elastik yang terakumulasi telah 
berlangsung sangat lama (puluhan ribu hingga jutaan tahun) dan pelepasan energi 
terjadi secara mendadak, maka akan terjadi aktivitas seismik atau gempa bumi 
yang cukup atau sangat terasa oleh manusia dan menimbulkan efek kerusakan, 
yaitu magnitudo ringan-menengah (M3-5) hingga kuat-besar (>M5-8).  

 

Gempa bumi yang telah banyak diteliti biasanya terkait dengan kejadian alamiah 
karena pergerakan lempeng tektonik atau aktivitas kegunungapian. Penelitian 
mengenai aktivitas seismisitas atau gempa bumi akibat aktivitas manusia semakin 
berkembang dengan dilakukannya pengukuran-pegukuran aktivitas seismik di 
berbagai wilayah yang diketahui terdapat kegiatan eksploitasi di daratan benua 
Amerika Utara. 

 

Hipotesis yang muncul adalah adanya gempa bumi dengan skala magnitude 
ringan-menengah (M3-5) yang terjadi akibat dilakukannya aktivitas penambangan 
atau eksplotasi sumber daya alam ke dalam perut bumi. Berbagai aktivitas 
penambangan dan eksploitasi yang dilakukan manusia adalah:
- Produksi minyak atau gas
- Perekahan batuan (hydraulic fracturing)
- Injeksi wastewater (contaminated water bekas fluida dari aktivitas pemboran 
dan perekahan batuan) di sumur disposal – lebih detil dapat dibaca di: 
http://www.lwvtarrantcounty.org/Environmental%20Committee/Enviro%20GasDrlgWasteWaterDisp%20Feb2008.pdf

 

Penelitian terhadap hasil pengukuran aktivitas seismik, kondisi geologi, serta 
aktivitas dan kondisi sumur eksploitasi sejak tahun 2008 di wilayah utara 
Negara Bagian Texas oleh SMU (Southern Methodist University) Dallas menunjukkan 
fakta sebagai berikut:

- Telah terjadi gempa bumi lebih dari 200 kali yang termasuk 32 gempa bumi 
berskala M3 dan 1 gempa bumi berskala M4 di Cekungan Fort Worth Dallas 

- Telah terjadi gempa bumi lebih dari 2000 kali berskala M3, 70 gempa bumi 
berskala M4, dan 1 gempa bumi berskala M5 di Cekungan Kansas-Oklahoma

- Kedua wilayah cekungan tersebut merupakan wilayah produksi gas di Barnett 
Shale, serta injeksi wastewater di Formasi Ellenberger limestone dan Grup 
Arbuckle dolomite.

- Episentrum gempa terjadi pada batuan dasar (basement granite) yang terletak 
di bawah unit reservoir injeksi.

- Terjadi perubahan tekanan fluida akibat efek dari injeksi wastewater setelah 
berlangsung sejak 2008, meskipun terukur sangat kecil yaitu kenaikan sebesar 6 
psi. Terdapat korelasi yang kuat antara tekanan di dalam sumur (downhole 
pressure) dengan adanya kegiatan seismik di sekitar sumur tersebut.

- Terjadinya aktivitas seismik atau gempa bumi ringan-menengah (M3-5) terjadi 
setelah aktivitas injeksi dihentikan selama beberapa tahun. 

- Dari pemodelan dan simulasi tekanan difusi pada sumur dan batuan menunjukkan 
terjadi perbedaan yang signifikan antara wilayah blok patahan yang terdapat 
aktivitas injeksi wastewater dan wilayah yang relatif tidak dilakukan aktivitas 
injeksi.

Kesimpulan yang dapat diambil dari fakta-fakta tersebut adalah:

- Kegiatan injeksi wastewater yang berlangsung bertahun-tahun berperan sangat 
signifikan dibandingkan kegiatan produksi minyak/gas serta perekahan batuan 
(hydraulic fracturing).

- Kondisi gelogi yang mendukung terpicunya gempa bumi berskala ringan-menengah 
adalah adanya patahan (khususnya patahan turun atau normal faults) yang 
menembus hingga batuan dasar (basement granite).

- Terjadinya gempa bumi dengan episentrum relatif dalam pada patahan di batuan 
dasar merupakan pelepasan energi elastik yang terakumulasi pada patahan yang 
telah berumur sangat tua. Akumulasi energi elastik menyebabkan patahan tua 
tersebut dalam kondisi critical stress sehingga direaktivasi oleh akumulasi 
penambahan stress meskipun relatif kecil oleh aktivitas injeksi waterwater 
selama bertahun-tahun.

- Waktu terpicunya gempa yaitu saat akumulasi stress oleh injeksi dapat 
mereaktivasi patahan yang dalam kondisi critical stress belum bisa dipredikasi 
dengan akurat karena keterbatasan data-data pengukuran.

Rekomendasi dan tindak lanjut dari penelitian ini adalah:

- Dibentuk peraturan negara bagian (regulatory framework) untuk pengawasan pada 
aktivitas injeksi wastewater terhadap hasil monitoring data tekanan di dalam 
sumur (downhole pressure).

- Pemasangan stasiun pemantau gempa di lokasi yang terdapat instalasi dan 
fasilitas penting, termasuk International Airport Dallas Fort Worth yang 
berlokasi di dekat lapangan gas Barnett Shale dengan aktivitas injeksi 
wastewater.

 

 

Referensi:

 

- Publikasi oleh Dr. Heather DeShon, 
<http://faculty.smu.edu/hdeshon/publications.html>  
http://faculty.smu.edu/hdeshon/publications.html

   <span id="yui_3_16_0_ym19_1_1461072861928_4384" style="text-decoration: 
underline;">
</span >

Frohlich, C., H.R. DeShon, B. Stump, C. Hayward, M.J. Hornbach, J.I. Walter 
(2016), A Historical Review of Induced Earthquakes in Texas, Seismological 
Research Letters, in press. 

 

Hornbach, M., H.R. DeShon, W.L. Ellsworth, B.W. Stump, C. Hayward, C. Frolich, 
H.R. Oldham, J.E. Olson, M.B. Magnani, C. Brokaw, J.H. Luetgert (2015), Causal 
factors for seismicity near Azle, Texas, Nature Communications, 6, 6728, 
doi:10.1038/ncomms7728. 

 

- Pernyataan Oklahoma Geological Survey mengenai aktivitas seismik di Oklahoma, 
http://wichita.ogs.ou.edu/documents/OGS_Statement-Earthquakes-4-21-15.pdf

 

- Laporan USGS mengenai hotspot potensi gempa bumi di 2016, 
http://pubs.usgs.gov/of/2016/1035/ofr20161035.pdf. USGS mengidentifikasi 
wilayah Oklahoma sebagai hotspot utama karena adanya man-made induced 
earthquake terkait disposal/injeksi wastewater. Hotspot lain adalah zona 
patahan New Madrid di Missouri-Kentucky-Tennessee.

 

 

salam,

Wikan W

 

 


----------------------------------------------------

Geosea XIV and 45TH IAGI Annual Convention 2016
Bandung , October 10-13 2016
for further information please visit our website at 
http://geosea2016.iagi.or.id or email to [email protected]

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314
Bank BCA KCP. Manara Mulia (A/n: Shinta Damayanti)
No. Rekening: 255-1088580

----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.


----------------------------------------------------



Geosea XIV and 45TH IAGI Annual Convention 2016

Bandung , October 10-13 2016

for further information please visit our website at 
http://geosea2016.iagi.or.id or email to [email protected]



----------------------------------------------------



Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)

No. Rek: 123 0085005314

Bank BCA KCP. Manara Mulia (A/n: Shinta Damayanti)

No. Rekening: 255-1088580



----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

Kirim email ke