kalau di geologi rekayasa, sering dilakukan, untuk test kekuatan batu, dan tes 
permabilitas.
salam bdn.

--
Dikirim dari smartphone OPPO saya

Ong Han Ling <[email protected]> menulis: 

><!-- /* Font Definitions */ @font-face         {font-family:Helvetica;         
>panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4;} @font-face      {font-family:"Cambria Math";   
> panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;} @font-face       {font-family:Calibri;   
>panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;} @font-face      {font-family:Tahoma;    
>panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;} @font-face      {font-family:Times;     
>panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, 
>li.MsoNormal, div.MsoNormal         {margin:0in;    margin-bottom:.0001pt;  
>font-size:12.0pt;       font-family:"Times New Roman","serif";} a:link, 
>span.MsoHyperlink       {mso-style-priority:99;         color:blue;     
>text-decoration:underline;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed        
>{mso-style-priority:99;         color:purple;   text-decoration:underline;} 
>span.EmailStyle17   {mso-style-type:personal-reply;         
>font-family:"Calibri","sans-serif";     color:#1F497D;} .MsoChpDefault  
>{mso-style-type:export-only;    font-size:10.0pt;} @page Section1       
>{size:8.5in 11.0in;     margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;} div.Section1   
>{page:Section1;} --> 
>
>Teman-teman IAGi,
>
> 
>
>Interesting tulisan Pak Wikan tentang pengaruh gempa dengan adanya injection 
>wells dan fracturing yang terjadi di sekitar daerah Barnett shale. Haydraulic 
>fracturing adalah relatip baru, lima tahun terakir ini. 
>
> 
>
>Eropa, terutama Perancis, German, dan Inggris mempunyaji density Tenaga nuklir 
>cukup padat.  Mereka takut sekali kalau fracturing akan menyebabakan 
>micro-earthquake dikemudian hari. Eropa sementara ini melarang, kecuali 
>Polandia. Ingris memperbolehkan malakukan testing tetapi belum untuk 
>production. Mereka semua menunggu hasil dari Amerika yang lebih maju dalam hal 
>fracturing.  Mereka menunggu long term effect dari hydraulic fracturing. 
>
> 
>
>Salam,
>
> 
>
>Hl Ong
>
> 
>
> 
>
>From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Wikan 
>Windrasto - [email protected]
>Sent: Tuesday, April 19, 2016 9:51 PM
>To: Iagi Net
>Subject: [iagi-net] Induced Earthquake – Apakah Eksploitasi Shale Oil&Gas 
>Menyebabkan Aktivitas Seismik (Gempa Bumi)?
>
> 
>
>Rekan-rekan sekalian,
>
> 
>
>Berikut catatan mengenai topik induced earthquake terkait eksploitasi shale 
>oil/gas dalam diskusi komunitas environmental geologist.
>
> 
>
>Induced Earthquake – Apakah Eksploitasi Shale Oil&Gas Menyebabkan Aktivitas 
>Seismik (Gempa Bumi)?
>
>Dinner Talk by Houston Geological Society 
>April 13, 2016 at the Black Labrador Old England Pub, Montrose Houston.
>Pembicara: Dr. Heather DeShon, Southern Methodist University
>
> 
>
>Terjadinya intraplate earthquake di benua Amerika Utara yang terjadi pada 
>akhir-akhir ini (setelah sekitar tahun 2000-an) telah menimbulkan pertanyaan 
>mengenai penyebab atau pemicunya. Intraplate earthquake yang dimaksud di sini 
>adalah aktivitas seismik atau gempa bumi yang terjadi tidak pada daerah active 
>margin (pertemuan/pemisahan lempeng tektonik) serta bukan akibat dari 
>aktivitas vulkanisme (kegunungapian).
>
> 
>
>Secara umum, gempa bumi diketahui sebagai pelepasan energi elastik pada 
>batuan. Pelepasan energi tersebut dapat berlangsung secara gradual atau 
>pelan-pelan dan menghasilkan gempa bumi minor atau dengan skala magnitudo 
>rendah (<M3) yang rutin terjadi tetapi tidak terasa getarannya oleh manusia 
>dan tidak menimbulkan efek kerusakan yang berarti. Apabila energi elastik yang 
>terakumulasi telah berlangsung sangat lama (puluhan ribu hingga jutaan tahun) 
>dan pelepasan energi terjadi secara mendadak, maka akan terjadi aktivitas 
>seismik atau gempa bumi yang cukup atau sangat terasa oleh manusia dan 
>menimbulkan efek kerusakan, yaitu magnitudo ringan-menengah (M3-5) hingga 
>kuat-besar (>M5-8).  
>
> 
>
>Gempa bumi yang telah banyak diteliti biasanya terkait dengan kejadian alamiah 
>karena pergerakan lempeng tektonik atau aktivitas kegunungapian. Penelitian 
>mengenai aktivitas seismisitas atau gempa bumi akibat aktivitas manusia 
>semakin berkembang dengan dilakukannya pengukuran-pegukuran aktivitas seismik 
>di berbagai wilayah yang diketahui terdapat kegiatan eksploitasi di daratan 
>benua Amerika Utara. 
>
> 
>
>Hipotesis yang muncul adalah adanya gempa bumi dengan skala magnitude 
>ringan-menengah (M3-5) yang terjadi akibat dilakukannya aktivitas penambangan 
>atau eksplotasi sumber daya alam ke dalam perut bumi. Berbagai aktivitas 
>penambangan dan eksploitasi yang dilakukan manusia adalah:
>- Produksi minyak atau gas
>- Perekahan batuan (hydraulic fracturing)
>- Injeksi wastewater (contaminated water bekas fluida dari aktivitas pemboran 
>dan perekahan batuan) di sumur disposal – lebih detil dapat dibaca di: 
>http://www.lwvtarrantcounty.org/Environmental%20Committee/Enviro%20GasDrlgWasteWaterDisp%20Feb2008.pdf
>
> 
>
>Penelitian terhadap hasil pengukuran aktivitas seismik, kondisi geologi, serta 
>aktivitas dan kondisi sumur eksploitasi sejak tahun 2008 di wilayah utara 
>Negara Bagian Texas oleh SMU (Southern Methodist University) Dallas 
>menunjukkan fakta sebagai berikut:
>
>- Telah terjadi gempa bumi lebih dari 200 kali yang termasuk 32 gempa bumi 
>berskala M3 dan 1 gempa bumi berskala M4 di Cekungan Fort Worth Dallas 
>
>- Telah terjadi gempa bumi lebih dari 2000 kali berskala M3, 70 gempa bumi 
>berskala M4, dan 1 gempa bumi berskala M5 di Cekungan Kansas-Oklahoma
>
>- Kedua wilayah cekungan tersebut merupakan wilayah produksi gas di Barnett 
>Shale, serta injeksi wastewater di Formasi Ellenberger limestone dan Grup 
>Arbuckle dolomite.
>
>- Episentrum gempa terjadi pada batuan dasar (basement granite) yang terletak 
>di bawah unit reservoir injeksi.
>
>- Terjadi perubahan tekanan fluida akibat efek dari injeksi wastewater setelah 
>berlangsung sejak 2008, meskipun terukur sangat kecil yaitu kenaikan sebesar 6 
>psi. Terdapat korelasi yang kuat antara tekanan di dalam sumur (downhole 
>pressure) dengan adanya kegiatan seismik di sekitar sumur tersebut.
>
>- Terjadinya aktivitas seismik atau gempa bumi ringan-menengah (M3-5) terjadi 
>setelah aktivitas injeksi dihentikan selama beberapa tahun. 
>
>- Dari pemodelan dan simulasi tekanan difusi pada sumur dan batuan menunjukkan 
>terjadi perbedaan yang signifikan antara wilayah blok patahan yang terdapat 
>aktivitas injeksi wastewater dan wilayah yang relatif tidak dilakukan 
>aktivitas injeksi.
>
>Kesimpulan yang dapat diambil dari fakta-fakta tersebut adalah:
>
>- Kegiatan injeksi wastewater yang berlangsung bertahun-tahun berperan sangat 
>signifikan dibandingkan kegiatan produksi minyak/gas serta perekahan batuan 
>(hydraulic fracturing).
>
>- Kondisi gelogi yang mendukung terpicunya gempa bumi berskala ringan-menengah 
>adalah adanya patahan (khususnya patahan turun atau normal faults) yang 
>menembus hingga batuan dasar (basement granite).
>
>- Terjadinya gempa bumi dengan episentrum relatif dalam pada patahan di batuan 
>dasar merupakan pelepasan energi elastik yang terakumulasi pada patahan yang 
>telah berumur sangat tua. Akumulasi energi elastik menyebabkan patahan tua 
>tersebut dalam kondisi critical stress sehingga direaktivasi oleh akumulasi 
>penambahan stress meskipun relatif kecil oleh aktivitas injeksi waterwater 
>selama bertahun-tahun.
>
>- Waktu terpicunya gempa yaitu saat akumulasi stress oleh injeksi dapat 
>mereaktivasi patahan yang dalam kondisi critical stress belum bisa dipredikasi 
>dengan akurat karena keterbatasan data-data pengukuran.
>
>Rekomendasi dan tindak lanjut dari penelitian ini adalah:
>
>- Dibentuk peraturan negara bagian (regulatory framework) untuk pengawasan 
>pada aktivitas injeksi wastewater terhadap hasil monitoring data tekanan di 
>dalam sumur (downhole pressure).
>
>- Pemasangan stasiun pemantau gempa di lokasi yang terdapat instalasi dan 
>fasilitas penting, termasuk International Airport Dallas Fort Worth yang 
>berlokasi di dekat lapangan gas Barnett Shale dengan aktivitas injeksi 
>wastewater.
>
> 
>
> 
>
>Referensi:
>
> 
>
>- Publikasi oleh Dr. Heather DeShon, 
>http://faculty.smu.edu/hdeshon/publications.html
>
>   <span id="yui_3_16_0_ym19_1_1461072861928_4384" style="text-decoration: 
>underline;">
></span >
>
>Frohlich, C., H.R. DeShon, B. Stump, C. Hayward, M.J. Hornbach, J.I. Walter 
>(2016), A Historical Review of Induced Earthquakes in Texas, Seismological 
>Research Letters, in press. 
>
> 
>
>Hornbach, M., H.R. DeShon, W.L. Ellsworth, B.W. Stump, C. Hayward, C. Frolich, 
>H.R. Oldham, J.E. Olson, M.B. Magnani, C. Brokaw, J.H. Luetgert (2015), Causal 
>factors for seismicity near Azle, Texas, Nature Communications, 6, 6728, 
>doi:10.1038/ncomms7728. 
>
> 
>
>- Pernyataan Oklahoma Geological Survey mengenai aktivitas seismik di 
>Oklahoma, 
>http://wichita.ogs.ou.edu/documents/OGS_Statement-Earthquakes-4-21-15.pdf
>
> 
>
>- Laporan USGS mengenai hotspot potensi gempa bumi di 2016, 
>http://pubs.usgs.gov/of/2016/1035/ofr20161035.pdf. USGS mengidentifikasi 
>wilayah Oklahoma sebagai hotspot utama karena adanya man-made induced 
>earthquake terkait disposal/injeksi wastewater. Hotspot lain adalah zona 
>patahan New Madrid di Missouri-Kentucky-Tennessee.
>
> 
>
> 
>
>salam,
>
>Wikan W
>
> 
>
> 
>
>
>----------------------------------------------------
>
>Geosea XIV and 45TH IAGI Annual Convention 2016
>Bandung , October 10-13 2016
>for further information please visit our website at 
>http://geosea2016.iagi.or.id or email to [email protected]
>
>----------------------------------------------------
>
>Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>No. Rek: 123 0085005314
>Bank BCA KCP. Manara Mulia (A/n: Shinta Damayanti)
>No. Rekening: 255-1088580
>
>----------------------------------------------------
>Subscribe: [email protected]
>Unsubscribe: [email protected]
>----------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
>posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
>In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
>limited
>to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
>from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the 
>use of 
>any information posted on IAGI mailing list.
>
>
>----------------------------------------------------
>
>Geosea XIV and 45TH IAGI Annual Convention 2016
>Bandung , October 10-13 2016
>for further information please visit our website at 
>http://geosea2016.iagi.or.id or email to [email protected]
>
>----------------------------------------------------
>
>Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>No. Rek: 123 0085005314
>Bank BCA KCP. Manara Mulia (A/n: Shinta Damayanti)
>No. Rekening: 255-1088580
>
>----------------------------------------------------
>Subscribe: [email protected]
>Unsubscribe: [email protected]
>----------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
>posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
>In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
>limited
>to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
>from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the 
>use of 
>any information posted on IAGI mailing list.
>

Kirim email ke