Opo yo tenan.... Banyak lhoo kendala di lapangan menginisiasi urusan geowisata
menjadi destinasi wisata utama. Contoh : Global Geopark Gunungsewu (DIY,
Jateng, Jatim) itu jomplang sekali kalau dilihat dalam aspek destinasi. Kalau
urusan "keunikan geologi dan bla-bla berbagai konsep geoheritage,
geokonservasi..." diatas kertas, di jurnal ilmiah, di buku-buku lux publikasi
khusus...saya ok dan siip sekali. Kalau kita riview implementasinya dan lht
serapan ekonomi..., jangan-jangan destinasi iitu tumbuh karena selfi dan
medsos, sementara dongeng "keunikan geo-nya.." itu urutan jauh di
belakang....Sekarang bangkitan ekonomi geosite dalam geopark gunungsewu di
Gunungkidul lebih tinggi dibanding geosite di wonogiri dan pacitan (sekalipun
spasial wonogisi dan pacitan yaaa...Global Geopark Gunungsewu), demikian juga
bangkitan partisipasi masyarakat (sosial budaya) terutama tumbuhnya komunitas2
atau pokdarwis. Ini baru tantangan, sementara di Pucak Dlingo, didalamnya ada
hutan pinus, puncak becici dll (di Bantul) walau tidak masuk Global Geopark
Gunungsewu, karena aspirasi dari bawah, mempunyai bangkitan ekonomi dan
multieffect yang lebih besar dibandingkan titik2 geosite geopark gunungsew
(area gunungkidul)..., sumonggo di cek.Nah...dan oohjhhhhhh....LUSI..,
geowisata LUSI..., kalau top down dan birokrasi pasti Ok..apalagi komunitas
geos2 ini pasti dach...tapi..lihat dulu persepsi sosial budaya dan juga "luka
lama masyarakat terdampak" yang "luka-nya" tidak bisa "dirupiahkan atau
dipersepsikan geowisata ala kita.." maka....itu akan menjadi tantangan TErbesar
untuk tidak mengatakan hambatan....
salam lestari, gushend.89 / iagi
On Monday, January 8, 2018, 10:38:35 PM GMT+7, [email protected]
<[email protected]> wrote:
-
IAGI-MAGI TETAP KAWAL PERENCANAAN KAWASAN GEOWISATA LUMPUR SIDOARJO
post date: 08-Jan-2018
-
Sidoarjo, 3 Januari 2018, Kawasan Lumpur Sidoarjo (LuSi) telah ditetapkan oleh
Badan Geologi KESDM sebagai salah satu dari 22 Geoheritage di Pulau Jawa dari
total 60 di seluruh Indonesia pada tahun 2015. Usulan LuSi sebagai Kawasan
Geowisata juga sudah didukung oleh Pemda dan Pemerintah Pusat sejak tahun 2012.
Namun, hingga saat ini masih terkendala beberapa hal terkait birokrasi dan
implementasi yang belum maksimal.
Dalam paparannya di Kantor Bappeda Sidoarjo hari Rabu, 3 Januari 2018, Reza
Permadi beserta Satriagama (IAGI-MAGI) menegaskan .....
BACA SELENGKAPNYA, ....
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314
http://www.iagi.or.id/
Facebook: iagi
Facebook Group: IAGI Group
Facebook Page: IAGI Page
Instagram: @iagi
Twitter: @iaginet
Steller: https://steller.co/iagi/
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.