Setelah mengamati bencana gempa, tsunami, likufaksi dan tanah longsor yg
terjadi selama 6 bln terakhir ini, mitigasi  yang perlu mendapatkan
perhatian pada level praktis lapangan adalah:
1.  Geologi teknik
2.  Pengukuran gelombang S
3.  Pemasaran rumah tahan gempa PU.

Batuan diendapkan mulai energi tinggi dan kemudian diakhiri dengan energi
rendah.
Diawali dengan boulder, gravel, kerikil, pasir, silt dan lempung, terakhir
endapan laut dalam dan endapan jatuhan (tufa)
Diawali paling padat dan diakhiri dengan yang paling lunak.

Energi tinggi maka densitas besar dan kuat geser besar.
Energi rendah maka densitas kecil menyebabkan kuat geser rendah.

Bencana yang terjadi saat ini terjadi dalam range pasir, silt, lempung,
endapan laut dalam dan endapan jatuhan tufa.

Kuat geser akan mengecil dari range pasiran sampai kepada endapan tufa
jatuhan.

Likuifaksi petobo terjadi karena adanya batuan berukuran pasir dengan kuat
geser yang rendah.

Tsunami Palu karena terjadi longsoran dari endapan lepas pantai laut dalam
sejarak kurang lebih dari 29 km dari stasiun pasang surut Pantoloan.
Ternyata delay time tsunami 6 menit setelah berhasilnya pusat data
geospatial berhasil merecovery data.
Endapan kipas laut dalam yang mengalami longsoran ada kemungkinan equivalen
dengan endapan kipas tua yang mengalami liquifaksi di balaroa?
Hasil perhitungan VS30 (cepat rambat gelombang S interval 30 meter) oleh
USGS menunjukan bahwa daerah Petobo dan Balaroa merupakan daerah dengan
VS30 dibawah 180m/s yang berarti mempunyai kuat geser sekitar 20 kPa.
Karena energi pada lingkunan laut dalam lebih rendah dari lingkungan
pengendapan maka ada kemungkinan bahwa longsoran terhajadi pada batuan
dengan kuat geser yang lebih kecil dari 20 kPa.

Endapan fluvial pada kota mataram memberikan amplifikasi gelombang S pada
rumah sakit unram lebih dari dua kalilipat, rumah sakit bertingkat tinggi
ini mengalami kerusakan akan tetapi tidak sampai mengalami kerusakan pada
frame struktur bangunan.
Rumah sakit Tanjung terletak di lombok utara, walaupun dua tingkat akan
tetapi mengalami kehancuran, mengapa ?
Karena rumah sakit Tanjung berada diatas batuan endapan tufa yang mempunyai
tingkat kerentanaan yang lebih tinggi karena mempunyai cepat rambat
gelombang S yang jauh lebih rendah.

Penyebab kerusakan adalah disebabkan oleh guncangan, kuat lemahnya
guncangan dipengaruhi oleh 2 hal:
1. Cepat rambat gelombang S pada batuan tufa kebih lambat dari cepat rambat
gelombang S kota Mataram.
2. Ketebalan endapan tufa lombok utara lebih tebal dari pada endapan
sedimen kota Mataram.

Mitigasi untuk menentukan lokasi yang aman bagi rumah sakit di lombok utara
adalah dengan mencari daerah yang mempunyai ketebalan tufa batu apung  yang
tipis melalui pekerjaan geologi teknik dan pengukuran geofisika cepat
rambat gelombang VS.

Apa manfaat pengukuran VS:
1. Kerentanaan tanah dan batuan.
2. Amplifikasi gelombang S yang menyebabkan guncangan.
3. Menghitung frekwebsi tanah dan bangunan, resonabsi terhadap bangunan
terjadi jika frekwensi tanah = frekwensi bangunan.

Tsunami selat Sunda terjadi disebabkan oleh longsoran pada batuan volkanik
Anak Gunung Krakatau yang kita belum tau berapa kuat gesernya? Berapa VS
nya? Akan tetapi dapat dipastikan bahwa kuat geser batuan volkanik anak
gunung Krakatau termasuk kecil karena terbentunya endapan dengan proses
yang cepat.

Apa hubungan antara kuat geser dan cepat rambat gelombang S.
Ketika benda di beri gaya geser maka pada suatu kekuatan tertentu akan
mengalami rekahan.
Kuat geser= nilai maximum dari densitasĂ—VS**2
VS dapat diperoleh dengan pengukuran seismik dengan netoda MASW (Multi
Channel Analysis Surface Wave)

Batuan dalam range pasir, silt dan lempung juga merupakan batuan yang
rentan karena sifat mekanisnya akan dapat berubah jika tersaturasi oleh
air, batuan yang lunak tercermin dari VS ini jika tersaturai air sekitar
30% maka sifat mekanismenya berubah dari elastik menjadi pkastik dan jika
saturasi air bertambah menjadi lebih dari 50% maka akan berubah menjadi
fluida.

Longsoran Sumedang terjadi secara lateral karena tidak terjadi pada tanah
yang mempuyai kemiringan yg curam seperti yang banyak terjadi saat2 ini,
longsoran Sumedang adalah disebabkan oleh saturasi air yang tinggi sehingga
tanah lempung di bahagian bawah berubah sifat sebagai fluida mengalir,
selain itu juga menjadi lebih berat karena menyerap air menyebabkan dan
terjadilah longsoran lateral.

Faktor mitigasi penting lainnya adalah rumah tahan gempa risha karya PU,
kita perlu memasarkan hal2 yang baik untuk keselamatan dan kesejahteraan,
seandainya rumah seperti ini banyak dibangun tentu akan dapat mengurangi
banyak korban bencana gempa.

Sedikit urun rembuk.

Salam
Anggoro S. Dradjat



Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)

No. Rek: 123 0085005314



----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

Kirim email ke