140 Pejabat Terima Suap Monsanto 

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPTPK) bersiap turun 
tangan mengusut kasus suap perusahaan agrobisnis dan agrokimia Monsanto. 
Menurut Wakil Ketua KPTPK, Erry Riyana Hardjapamekas, selain pejabat tinggi, 
140 pejabat lainnya juga menerima suap dari perusahaan tersebut.

Direncanakan, hari ini (10/01), KPTPK akan meminta keterangan dari kuasa hukum 
Monsanto. ''Kita sudah siapkan untuk melakukan pengusutan terhadap kasus 
Monsanto,'' ungkap Erry di Jakarta, Ahad (9/1) kepada Republika. Kuasa hukum 
Monsanto yang dimaksudkannya adalah dari kantor hukum Watson, Farley, and 
Williams.

Seperti diberitakan sebelumnya, suap Monsanto ini terungkap setelah departemen 
kehakiman dan badan pengawas pasar modal Amerika Serikat (AS) mendenda 
perusahaan itu sebesar 1,5 juta dolar AS. ''Kami baru mulai melakukan 
penyelidikan kasus ini,'' lanjutnya. Karena itu pihaknya mengaku belum tahu 
nama-nama pejabat yang secara pasti terlibat.

Berdasar laporan departemen kehakiman AS, Monsanto telah terbukti menyuap 
pejabat tinggi lingkungan hidup sebesar 50 ribu dolar AS. ''Keterangan US SEC 
(badan pengawas pasar modal AS), ternyata (Monsanto) juga kasih rumah dan tanah 
kepada istri pejabat senior Departemen Pertanian dan suap 700 ribu dolar AS 
untuk 140 pejabat RI yang lain,'' papar Erry dalam pesan singkat yang 
disusulkan kepada Republika.

Setelah mendapatkan keterangan dari kuasa hukum Monsanto, menurut Erry, pihak 
KPTPK akan langsung mengusut para pejabat yang menerima suap tersebut. 
Sebenarnya, KPTPK sudah sejak beberapa bulan lalu bermaksud mengusut kasus 
tersebut. Dikatakannya, KPTPK sudah mengirim surat kepada badan pengawas pasar 
modal AS sejak 22 Juli 2004. Pihaknya juga berkirim surat kepada pihak Monsanto 
pada 10 Juni 2004, serta departemen kehakiman AS. Namun ketiga surat tersebut 
tidak dijawab oleh mereka.

Hanya pihak Monsanto yang menjelaskan bahwa mereka akan merespon persoalan itu 
setelah keluar putusan dari departemen kehakiman AS. Bentuknya adalah kesediaan 
mereka untuk memberikan keterangan melalui kuasa hukumnya. Dalam pengusutan 
kasus ini KPTPK akan fokus pada pejabat negara yang menerima suap.

Wakil Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW), Lucky Djani, menilai kasus 
Monsanto ini ibarat durian runtuh bagi penegak hukum Indonesia. Aparat penegak 
hukum tidak perlu sulit-sulit mengusut kasus suap tersebut. ''Kita tinggal 
minta salinan putusan dari pihak berwenang di AS, sehingga bisa diperoleh 
daftar nama pejabat yang diberi suap,'' kata Lucky.

Proses peradilan di AS secara tidak langsung sudah membuktikan adanya pejabat 
Indonesia yang menerima suap. ''Aparat hukum bisa langsung menahan dan 
memproses mereka,'' tandasnya. Proses ini bisa dilakukan dengan cepat. 
Ditambahkannya, pengusutan tidak hanya perlu untuk pejabat penerima suap, tapi 
juga oknum yang menyuapnya.


-- 
_______________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/EA3HyD/3MnJAA/79vVAA/S8XolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

IASA homepage: http://welcomte.to/iasa_japan or
http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke