Beberapa hari ini saya agak intens kotak katik igloo di web hosting, dan kasus yg sering muncul adalah error "records not found", atau "records founds...." tapi gak ada hasil penelusuran. Solusi yang bisa dicoba:
1. huruf besar dan kecil, mengingat Linux itu case sensitive. Jadi nama database harus huruf besar. Itu juga berdampak dengan setting di dbconf.php. Paling aman dengan menggunakan huruf besar semua. Karena itu ubahlah mulai sekarang (rename file) database ISIS anda menjadi huruf besar semua. Supaya nantinya kalau mau upload gampang. 2. Database nya corrupt. ternyata dalam waktu tertentu, file database ISIS yg di internet bisa corrupt dan sampai sekarang saya juga gak tahu penyebabnya. Solusinya, ya diupload file database yang tidak corrupt. Terkait dengan solusi nomor 2, maka patut juga dibahas tehnik upload file. Ada banyak caranya, bisa dengan interface web yg biasanya disediakan layanan hosting, atau via FTP (file transfer protocol). Saya tidak merekomendasikan cara pertama mengingat begitu banyaknya file ISIS yang harus diupload. Paling aman adalah via FTP karena FTP didesain untuk transfer file skala besar. Yang perlu diperhatikan, ketika memilih web hosting, tidak semua layanan web hosting menyediakan FTP, jadi waspadalah..hehehe.... Upload file melalui FTP pun bisa bermasalah bila bandwidth uplink akses internet kita kecil (misalnya seperti punya saya yg cuma 64 kbps, beda sama punya yuan di cifor yang bisa 512Kbps). Seringkali disconnent dari server. Solusinya, sebelum upload, databaase isisnya di paket jadi file zip, baru kemudian di upload. Selesai diupload baru kemudian di ekstrak menggunakan program unzip yang biasanya sudah ada di layanan web hosting berbasis linux. Perhatian, untuk meng-ekstrak file zip tersebut, kita perlu akses shell (telnet atau SSH). Masalah lagi, tidak semua web hosting menyediakan akses shell karena pertimbangan resource komputer dan keamanan. Karena itu, pastikan web hosting yang anda pilih menawarkan fitur akses shell. File zip yang telah anda ekstrak, jangan langsung dihapus, biarkan saja sebagai backup sampai ada file database yang lebih baru. Kenapa? In case, ternyata file database ISIS anda corrupt, anda tinggal ekstrak kembali dengan cepat. 3. Terkait dengan file .OXI. Saya baru tahu, ternyata di database ISIS yang saya gunakan ada file2 berekstension .OXI. Entah apa isinya, ternyata file ini membawa masalah kalau ikut terupload. Database anda akan selalu gagal di telusur. Karena itu, pastikan sebelum meng-upload data ISIS, file2 *.OXI sudah dihapus terlebih dahulu. Sekian tips ringkas dari saya. Mudah2an membantu Terima kasih Hendro Wicaksono igloo developer ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/iEagnA/LpQLAA/HwKMAA/C1XolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -- Towards cyber libraries to support information society in Indonesia. Joining ICS-isis by sending mailto:[EMAIL PROTECTED] Visit ICS-Portal at http://digilib.binus.ac.id/ics/index.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
