Dear rekans, 

Barang kali informasi ini bemanfaat buat kita sebagai pustakawan


Salam,


Eka Kurnia



----- Forwarded Message ----
From: Muhammad Irsyad Alfatih <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, 23 September, 2010 1:19:34 PM
Subject: [referensi_maya] AACR sudah tamat

  

Resource Description and Access atau RDA resmi menggantikan AACR,
setelah mulai di implementasikan tahun 2010 oleh perpustakaan di AS,
Inggris, Kanada, Selandia Baru, Australia dan akan menyusul Jerman dan
Perancis. Negara-negara lainnya di Asia seperti Singapura, Malaysia,
Thailand, Jepang, China masih dalam proses persiapan
pengimplementasian sistem ini, mungkin termasuk juga PNRI.

RDA dirilis tidak dalam format tercetak seperti AACR tetapi sebagai
web-based tools yang didesain untuk kebutuhan dunia digital dan bisa
dicustomised sesuai dengan besar-kecilnya perpustakaan, jenis
perpustakaan, kebijakan perpustakaan, dll. Meskipun terdapat banyak
perubahan signifikan, RDA dibangun di atas fondasi AACR yang telah
lama digunakan oleh pustakawan untuk menghasilkan jutaan records di
seluruh dunia sejak diterapkan lebih dari beberapa dekade.

Mengapa RDA?
AACR yang selama ini digunakan dibuat berdasarkan pengkategorian jenis
bahan pustaka. Dalam AACR ada bab-bab khusus untuk buku, terbitan
berseri, sound recording, motion pictures, electronic resources, dll.
Struktur masing-masing bab dibuat berdasarkan 8 area yang ada
dideskripsikan dalam ISBD. Saat ini, perbedaan jenis pustaka semakin
kabur seiring perkembangan teknologi informasi dan multimedia.

AACR dikembangkan di era katalog kartu dan banyak terminologi dalam
AACR yang digunakan saat ini masih merefleksikan situasi tersebut,
seperti misalnya “heading”, “main entry”, dan “added entry”.
Modifikasi istilah sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini
dianggap belum cukup untuk menjadikan AACR relevan dengan dunia
digital.

RDA dibuat berdasarkan model konseptual Functional Requirements for
Bibliographic Records (FRBR), Functional Requirement for Authority
Data (FRAD), dan Functional Requirement for Subject Authority Records
(FRSAR). Model ini merupakan konsep entities, relationship, and
attributes atau metadata yang dikembangkan oleh IFLA.

Model konseptual dipandang lebih relevan di era informasi saat ini
karena dapat membantu memahami domain yang digambarkan. Dalam RDA
tugas cataloguer antara lain,

1.      Mengidentifikasi dan mendefisinikan hal-hal yang penting (entities)
2.      Mengidentifikasi dan mendefinisikan hubungan (relationship)
antar entities
3.      Mengidentifikasi dan mendefinisikan attribute yang merupakan
karakter dari entities.

Sebagai contoh untuk relationship antar entities, dalam record RDA
cataloguer dapat membuat “The fellowship of the ring” memiliki sequel
“the two towers”; atau mendefinisikan Frank Seiberling adalah pendiri
Goodyear Tire and Rubber Co.

Struktur RDA
RDA dikelompokan menjadi tiga model konseptual:

I.                   FRBR atau konsep entitas, terdiri dari
A.    Work, core elements:
1.      Title of work
2.      Date of work
3.      Place origin of the work
4.      Form of work
5.      Other distinguishing characteristic of the work
6.      Identifier for the work
7.      Medium of performance
8.      Dll.
B.     Expression, core elements:
1.      Date of expression
2.      Language of expression
3.      Content type
4.      Identifier for the expression
5.      Accessibility content
6.      Illustrative content
7.      Form of notation
8.      Source consulted
9.      Status of identification
10.  Dll.
C.     Manifestation, core elements:
1.      Title
2.      Distribution statement
3.      Manufacture statement
4.      Publication statement
5.      Copyright date
6.      Carrier type
7.      Media type
8.      Dimensions
9.      URL
10.  Preferred citation
11.  Note
12.  Terms of availability
13.  Contact information
14.  Restriction on use
15.  Restriction on access
16.  Production statement
17.  Digital file characteristic
18.  Mode of issuance
19.  Frequency
20.  Font size
21.  Book format
22.  Dll.
D.    Item
1.      Custodial history of item
2.      Immediate source of acquisitions of item
3.      Item-specific characteristic
4.      Dll.

Istilah work, expression, manifestation, dan item adalah untuk
memperjelas istilah membingungkan yang ada di dalam cataloguing rules.
Misalnya, ketika kita mendefinisikan “buku” sebagai objek fisik yang
merupakan kumpulan kertas terjilid, maka RDA menyebutnya sebagai
“item”.

Ketika kita mengatakan buku sebagai jenis bahan publikasi yang berada
di toko buku dan memiliki ISBN, RDA menyebutnya sebagai
“manifestation”. Ketika kita mendapatkan suatu buku yang merupakan
penerjemahan atau variasi dari karya seseorang, RDA menyebutnya
sebagai “expression”. Dan ketika kita mengatakan buku sebagai konsep
isi yang menjadi dasar bagi karya-karya lain dalam berbagai versi
bahasa atau ide-ide seseorang dalam sebuah buku, RDA menyebutnya
sebagai “work.”

Bila didefinisikan lebih lanjut, Work adalah karya intelektual atau
artistic seseorang yang masih merupakan entitas abstrak. Misalnya LOTR
oleh Tolkien. Expression adalah realisasi suatu karya dalam format
tertentu, misalnya suatu bahasa. Seperti juga Work, Expression masih
merupakan konsep abstrak. Manifestation adalah perwujudan fisik dari
expression suatu karya. Misalnya seluruh edisi LOTR di edit oleh
Harold Bloom dan diterbitkan Roundhouse tahun 2001. Manifestation
direpresentasikan dalam bibliographic record. Sedangkan Item adalah
eksemplar dari Manifestation, atau biasa yang disebut sebagai copy.

II.                FRAD, terdiri dari
A.    Persons
1.      Name of the persons
2.      Fuller form of name
3.      Date associated with the the person
4.      Identifier for  the person
5.      Field of activity of the person
6.      Profession or occupation
7.      Biographical information
8.      Language of the person
9.      Gender
10.  Affiliation
11.  Address of the person
12.  Place of birth
13.  Place of death
14.  Place of residence
15.  Source consulted
16.  Dll.

B.     Families
1.      Name of the family
2.      Place associated with the family
3.      Prominent member of the family
4.      Hereditary title
5.      Familiy history
6.      Dll.

C.     Corporate Bodies
1.      Name of the corporate body
2.      Associated institution
3.      Identifier for corporate body
4.      Corporate history
5.      Number of a conference
6.      Dll.

III.             FRSAR
A.    Concepts
B.     Objects
C.     Event
D.    Places

Perubahan siginfikan lain yang ada di RDA jika dibandingkan
pendahulunya, AACR adalah RDA mengkonsultasi pengembangan sistem
kategorisasi dengan perpustakaan dan penerbit. Kategorisasi ini akan
menghapus istilah GMDs dan SMDs yang digunakan dalam AACR dengan
menggantinya dengan tiga elemen terpisah : media category, type of
carrier, dan type of content.

Pada RDA penekanan pada relationships juga diutamakan, antara lain:
1.      Kaitan antara entitas kelompok FRBR yang terhubung dengan resource
2.      Hubungan antar masing-masing karya intelektual
3.      Hubungan antara suatu karya dan penciptanya
4.      Hubungan antara persons, families, dan corporate bodies.

(diolah dari berbagai sumber)
Salam,
 WshHrd
-- 
Muhammad Irsyad Alfatih 'Tampan'

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

--
Towards cyber libraries to support information society in Indonesia.
Joining ICS-isis by sending mailto:[email protected]
Visit ICS-Portal at http://digilib.binus.ac.id/ics/index.phpYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke