Pagi ini, Minggu (1/9), saya membaca tulisan Pak Dahlan Iskan di
Harian Pagi Radar Tasikmalaya, edisi 3 Juni 2013. Tulisan itu
berjudul: “Tahun Politik yang Tidak Harus Frustasi”. Walaupun surat
kabar tersebut terbit beberapa bulan yang lalu, tapi isinya masih
tetap bisa dinikmati. Sambil menunggu jam mengajar, saya pun
membacanya.

Saya mengenal Pak Dahlan Iskan dari media televisi. Saya belum pernah
mengenal beliau lewat tulisannya. Saya hanya mendengar bahwa Pak
Dahlan Iskan juga rajin menulis. Menurut beberapa orang, tulisannya
bernas. Melihat ada tulisan Pak Dahlan Iskan di surat kabar tersebut,
saya pun langsung tertarik untuk membacanya, mengenalnya, dan
mendalami buah pikirannya.

Benar. Tulisan tersebut jernih. Ringan. Mudah dipahami. Enak dibaca.
Mengalir. Pak Dahlan Iskan menulis tentang pertumbuhan ekonomi
Filipina pada kuartal pertama tahun 2013 yang mencapai 7,8 persen,
melebihi Indonesia (6,5 persen). Pak Dahlan Iskan menceritakan
perjalanan pertumbuhan ekonomi beberapa negara di Asia dengan
sederhana sehingga mudah dipahami. Memang tidak dibahas secara rinci,
hanya garis besarnya saja, tapi membuat kita sebagai orang awam dapat
memahami latar belakang pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut,
terutama Filipina yang dengan sangat mengejutkan dapat melebihi
pertumbuhan ekonomi negara kita. Selama ini, pemerintah melalui
pemberitaan di media, mengklaim (merasa bangga) bahwa walaupun terjadi
krisis di negara lain, tapi pertumbuhan negara kita masih diatas 6
persen, setelah Tiongkok. Artinya, kita menduduki posisi kedua dalam
pertumbuhan ekonomi diantara negara asia tenggara, tapi tiba-tiba pada
kuartal 1 tahun ini ada laporan bahwa pertumbuhan ekonomi Filipina
menembus angka 7 persen. Wow!

Mungkin selama ini kita masih (tenang) berpikiran bahwa pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan tetap bertahan diatas 6 persen dan sulit
dikejar oleh negara-negara tetangga. Tapi, ternyata, Filipina, yang
sama-sama merupakan negara kepulauan, memiliki hubungan pusat-daerah
yang semrawut, keamanan kacau, bahkan memiliki keruwetan politik yang
luar biasa, dengan sangat menejutkan dapat menyalip pertumbuhan
ekonomi Indonesia.

Pak Dahlan Iskan menulis bahwa kondisi politik Filipina (yang lebih
rumit dibandingkan Indonesia) tidak menjadi alasan bagi mereka untuk
terus mengejar pertumbuhan ekonomi negaranya. Lebih lanjut, Pak Dahlan
Iskan yang kita kenal dengan etos kerja kerasnya menulis:
Meski tahun ini dinyatakan sebagai tahun politik, tampaknya, kita
tetap harus bekerja keras. Kehebatan kita dalam mencapai pertumbuhan
ekonomi selama delapan tahun terakhir sudah mulai dikejar oleh
Filipina.

Pangandaran, 1 September 2013
bugs


------------------------------------

--
Towards cyber libraries to support information society in Indonesia.
Joining ICS-isis by sending mailto:[email protected]
Visit ICS-Portal at http://digilib.binus.ac.id/ics/index.phpYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke