*Android Experience With Liquid E*** *“Diracuni” Oleh Cairan Acer*
Ini pertama kali saya mencoba mereview suatu barang secara tertulis. Biasanya hanya “dari mulut ke mulut” saja. Tapi demi ID Android, apa sih yang nggak :p ? Setelah sebelumnya sempat mengeluarkan seri smartphone Android dengan nama Liquid, kali ini Acer dengan lebih percaya diri mengeluarkan edisi selanjutnya dari Liquid dengan tambahan E di belakangnya. Walau saya menduga arti E adalah Eclair, namun hasil yang saya dapatkan adalah Experience yang sesungguhnya!! *Mari kita lihat dulu spesifikasi teknis dari Acer Liquid E ini :* *Network :* GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 HSDPA 900 / 1900 / 2100 *Display :* 480 x 800 pixel, 3.5 inch, TFT Capacitive Touchscreen, 256K colors *Internal Storage :* 512 MB RAM, 512 MB ROM *Camera :* 5MP *Processor :* Qualcomm Snapdragon 8250 768 MHz processor *OS :* Android Eclair 2.1 Hmm, cukup mumpuni ya? Dibandingkan dengan Samsung Spica milik saya, head to head, Spica hanya menang di processor speed. Internal Storage di Liquid E sebesar 512 MB cukup lega, dibanding 180 MB nya Spica, walau belum cukup sih bagi gadget freak yang suka memasang banyak aplikasi (Untung ada aplikasi * app2sd* ataupun di Froyo sudah support application move to SD) *Ok, sekarang kita langsung bedah Liquid E.* Secara fisik, Acer Liquid E lebih tinggi sedikit dari Spica, tapi secara ketebalan, justru lebih tipis. Di spesifikasi teknis dimensi, Acer Liquid E mempunyai ketebalan 12.5 mm sedangkan Spica 13.2 mm. Bahan casing yang digunakan oleh Liquid E bagus. Ketika dipegang seperti berbahan metal. Dengan lapisan glossy makin membuat tampilan Liquid E ini kelihatan mewah, apalagi warnanya didominasi oleh warna hitam. Walau begitu masih terlihat bekas sidik jari yang melekat pada casing tersebut. http://bit.ly/apDml4 Layar TFT nya menyatu dengan body casing sehingga tidak terlihat batas antara lensa dan casing. Dengan display yang lebih luas dan kerapatan pixel (480 x 800) yang lebih besar, tentu saja image, text dan warna yang ditampilkan sangat jelas dan detail. Jenis layar yang digunakan oleh Liquid E adalah TFT Capacitive Resistance. Walau cukup disayangkan mengapa Acer tidak menggunakan Amoled atau Super Amoled yang bisa menghemat daya baterei dan mempunyai tingkat kecerahan display yang lebih tinggi. Selain itu warna yang ditampilkan juga hanya 256 ribu warna. Bandingkan dengan Spica yang sudah memiliki 16 juta warna. http://bit.ly/dvkwW7 Layar Acer Liquid E sudah support multitouch. Virtual keyboard yang disediakan selain bawaan dari Android juga terdapat input keyboard yang diberikan oleh Acer. Ketika saya mencoba memilih input method untuk menulis, ada 3 tambahan input method, yaitu : CN Thai Keyboard, Penpower Input Method dan XT9 Input Method. Pada Penpower Input Method, kita bisa menuliskan huruf dengan gesture, seperti pada jaman HP Ipaq. Dan input method ini juga support chinese character. Bagi anda yang biasa tulis menulis dengan chinese character tentu sangat terbantu dengan input method ini. http://bit.ly/bDOgMd Di Acer Liquid E ini, seperti di HTC dan Samsung, sudah dilengkapi dengan UI sendiri. Acer menamakannya Acer UI 3.0. User Interface tersebut sebenarnya merupakan tambahan widget di launcher untuk menampilkan image yang ada di handheld dan shortcut ke beberapa aplikasi Social Network. Launchernya sendiri yang digunakan merupakan launcher standar dari Android. Desain tombol di handheld ini cukup simple. Di sebelah kanan terdapat tombol volume dan tombol kamera. Di sebelah kiri terdapat tombol standby. Pada bagian atas terdapat jack 3.5 mm sehingga bisa dengan gampang menggunakan headset standar. Selain itu terdapat tanda notifikasi untuk charging, sms dan miss call, sehingga tanpa membuka layar handheld kita bisa mengetahui apakah ada sms atau miss call yang masuk. Cukup membantu bukan? Ada 4 tombol di depan, menyatu dengan casing, yaitu Home, Search, Back dan Settings. Trackpad/Trackball dimana?? Sayangnya pada Acer Liquid E tidak disediakan Trackpad/Trackball. Jadi bagi anda yang terkadang kesulitan memilih link – link di halaman web yang kecil (seperti saya) mungkin akan kecewa dengan ditiadakannya Trackpad/Trackball. http://bit.ly/9Dstyg USB yang digunakan masih mini USB, bukan micro USB. Anda yang mempunyai kabel USB standar yang umumnya masih menggunakan Mini USB, bisa digunakan juga di handheld ini. *Sekarang mari kita lihat bagaimana Liquid E menangani Multimedia.* Dibandingkan handheld kompetitor lainnya, speed processor ini bisa dikatakan “nanggung”, karena handheld lain sudah menyematkan processor 1 GHz. Tapi bukan berarti kinerja Acer Liquid E ini lambat. Dengan hanya mengandalkan processor Qualcomm Snapdragon 768 MHz, seharusnya dibandingkan dengan Spica, kinerja grafis tidak jauh berbeda, mengingat Spica menggunakan processor 800 MHz. Tetapi kenyataannya kinerja grafis di Acer Liquid E sangat mumpuni. Ketika menjalankan Gallery 3D yang sudah merupakan default bawaan Acer, tidak terlihat adanya lag atau delay ketika mengganti - ganti gambar. Hal ini juga disebabkan karena Liquid E mempunyai RAM yang besar yaitu 512 MB. Kemungkinan Qualcomm Snapdragon 768 MHz yang digunakan Liquid E merupakan under clock dari speed sebenarnya seperti yang digunakan handheld lainnya sebesar 1 GHz. Hal ini bisa jadi dilakukan oleh pihak Acer untuk menghemat daya baterei yang digunakan. Hasil Benchmark Quadrant Acer Liquid E juga mendapatkan skor lumayan tinggi, sekitar 480 an, di atas Motorola Droid dan SE Xperia X10i, tapi masih dibawah HTC Desire. Cukup mengejutkan adalah skor Linpack hanya mencapai 5.49. Tetapi mungkin nanti ketika Liquid E mendapat update Froyo, skor Linpack akan melonjak tinggi. http://bit.ly/cdJwEK Camera yang ditanamkan di handheld ini mempunyai resolusi hingga 5 MP dan dilengkapi dengan auto focus, sayangnya tidak ada lampu Flash pada kamera. Saat mencoba mengambil gambar dibutuhkan waktu bagi auto focus mengambil posisi yang tepat, tapi tidak terlalu lama. Proses mengambil gambar dan menampilkan gambar bisa dihasilkan dengan cepat. Video bisa direkam pada resolusi maksimal 480p, belum HD. Hasil rekaman terlihat jernih dan jelas. Tidak terlihat adanya lag atau delay pada frame video yang ditampilkan. Klaim dari Acer, Liquid E bisa merekam di resolusi VGA dengan kecepatan frame 20fps dan menonton video pada resolusi HD di 720p. Pada resolusi 480p, hasil rekaman kira – kira setara dengan kualitas Video CD. Sayangnya pada handheld yang saya tes, tidak ada file audio yang bisa digunakan untuk mengetes speaker Liquid E. Saya mencoba merekam suara saya dan di dengarkan kembali. Ternyata walau volume speaker sudah maksimal, suara yang terdengar masih kecil. Tetapi mungkin ini karena proses rekaman suara saya yang amburadul :p Internal storage sebesar 512 MB cukup untuk aplikasi – aplikasi kecil seperti EStrong File Manager, K-9 Mail, Opera Mini, game – game kecil, dan lainnya. Tapi mungkin akan kurang ketika mencoba memasang aplikasi GPS seperti Mobile Maps atau iGO yang membutuhkan space cukup besar. Ketika saya coba cek internal storage pada system Liquid E, terlihat sisa space tinggal 146 MB. Sepertinya masih tetap dibutuhkan aplikasi *app2sd* atau menunggu update Froyo untuk menikmati memindahkan lokasi instalasi aplikasi ke SD Card. http://bit.ly/bW8Dx9 Baterei yang digunakan adalah 1350 mAh. Walau kelihatan kecil, tapi menurut pihak Acer dengan kapasitas baterei seperti itu bisa digunakan untuk standby hingga 2 hari dan waktu bicara 5 jam. Tapi jika yang menggunakan handheld ini seperti saya, sepertinya setengah hari sudah perlu di charge :D wong dipake untuk dioprek melulu. Saya tidak bisa memberikan review ketahanan baterei nya selama mendalam, karena pihak Acer menolak meminjamkan dengan sukarela kepada saya selama beberapa hari :)) Saya tidak bisa mengetes koneksi data melalui jaringan 3G / HSDPA karena handheld yang digunakan tidak dilengkapi dengan simcard, tapi saya mencoba dengan wifi tethering ke Spica saya dan hasilnya halaman web bisa ditampilkan dengan cepat. Coba meload halaman detik.com bisa ditampilkan dengan lancar. Lalu coba masuk ke web gsmarena.com juga tidak ada masalah. Tampilan gambar sangat jelas dan text juga sangat jelas. Tentu saja karena ini ditunjang oleh display 480 x 800 nya Acer Liquid E. Tetapi karena ketiadaan Trackpad/Trackball, untuk meng klik link – link yang berukuran kecil cukup sulit juga. Tapi ini bisa jadi disebabkan faktor jari – jari saya yang cukup besar :p *Apakah ada Froyo update untuk Liquid E??* Android yang digunakan memang masih Eclair 2.1. Tetapi dari pihak Acer sudah ada komitmen akan segera mengeluarkan rilis update ke Froyo. Éclair yang digunakan sama pada umumnya, hanya telah ditambahkan User Interface Acer UI nya dan beberapa aplikasi tambahan spesial seperti Acer Registration dan Acer Settings. Selain itu terdapat aplikasi Multimedia Player bawaan Acer yaitu Nemo Player. Untuk urusan dokumen, spreadsheet dan pdf, sudah dipasang Docs To Go versi Lite Edition yang berfungsi hanya sebagai viewer. Google Services disupport oleh Liquid E, sehingga akses ke Android Market, Gmail, Gtalk dan Google Maps tersedia dan siap digunakan. Untuk update, Acer menyediakan system update melalui OTA. Hanya dibutuhkan koneksi Internet, buka aplikasi system update, dan jika ada update yang tersedia langsung didownload dan diinstall di handheld. Praktis bukan? Dari pihak Acer sendiri mengatakan bahwa Acer sangat mensupport handheld Android mereka. Saat ini Acer merupakan anggota dari Open Handset Alliance. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak akan membuat handheld Android lalu meninggalkan begitu saja. Hal ini tentu perlu diapresiasi, mengingat tidak semua vendor handheld memberikan full support kepada produk- produk Android mereka. Overall, Acer Liquid E nyaman dan enak digunakan, baik untuk kegiatan sehari – hari ataupun untuk para gadget freak yang ingin mengoptimalkan handheld ini. Menurut informasi dari pihak Acer, ROM yang digunakan tidak dikunci bootloader nya dan bisa di root. Tentu saja melakukan hal tersebut akan menghilangkan garansi handheld anda. Kita tinggal menunggu saja untuk menanti munculnya ROM custom dari para gadget freak. Dengan harga sekitar 4,49 juta (saat pameran saja) handheld ini akan bersaing ketat dengan Motorola Milestone dan HTC Wildfire, walau bisa juga mengancam Nexus 1, HTC Desire, Xperia X10 dan Samsung Galaxy S. Penjualan Acer Liquid E pada saat pameran sudah dibundle dengan memory Micro SD 8 GB dan kartu perdana Indosat, gratis unlimited internet 3 bulan. Kelengkapan lainnya standar, seperti : Pouch, Kabel Data, Headset dan buku petunjuk. Mengingat nama Acer bukanlah pemain pasar smartphone pada umumnya (walau Acer mengeluarkan juga beberapa jenis handheld sebelumnya), perlu strategi marketing yang tepat untuk memasuki pasaran smartphone Android yang sekarang didominasi oleh merk – merk lainnya yang sudah terlebih dahulu masuk dan dikenal oleh masyarakat. Apakah anda sudah *“teracuni”* oleh Cairan Acer yang satu ini?? *+** Internal Storage dan RAM yang besar* * Processor yang tangguh* * Body handheld yang terlihat mewah* * Harga bersaing* * Dukungan dari pihak Acer* * * *- ** Tidak ada Trackpad/Trackball* * Tidak ada Flash kamera* * Hanya support 256k warna* *Terimakasih untuk Mas Dantez dan Mbak Anya yang sudah nemenin. * *Terimakasih juga buat Mas Agus yang kasih support waktu saya nanya2 Mas Dantez :p* * * -- "Indonesian Android Community [id-android]" Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB Moderator: [email protected] ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
