Liquid Menyongsong Hari Akbar

Oleh AW Subarkah


Jika ingin membeli gadget canggih, terutama untuk menyongsong Lebaran,
kira-kira apa yang akan dipilih, BlackBerry atau iPhone? Dua jenis
perangkat genggam pintar ini sekarang sedang naik daun. Bagaimana
dengan yang lain? Kan, masih ada ponsel Android.
Selama ini banyak orang bertanya-tanya mengapa di Indonesia BlackBerry
lebih populer dibandingkan dengan iPhone? Namun, dominasi ini
dirasakan masih memiliki kerapuhan ketika menyangkut kepentingan
nonteknis, yang tentu alasannya bisa dicari-cari.
Bahkan, apabila melihat persaingan global yang hebat, kedua produsen
gadget raksasa itu bisa diibaratkan seperti anjing berebut tulang.
Tanpa disadari, ketika mereka berseteru, ada anjing ketiga yang
mencoba melenggang mengambil tulang yang dibiarkan kedua anjing yang
sedang berseteru itu. Itulah Android.
Sepintas memang hanya sebuah sistem operasi untuk perangkat genggam
canggih. Namun, wujud fisik Android jauh lebih fleksibel dari kedua
pendahulunya, yaitu bisa dalam bentuk telepon seluler pintar dari
pabrikan mana pun. Tidak seperti iPhone dan BlackBerry, di mana sistem
operasi dan gadget melekat pada produk yang sama.
”iPhone sepertinya lebih konsentrasi untuk mengalahkan BlackBerry,
tetapi tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Android,” kata Husen
Halim, Brand Manager Consumer Product Acer Indonesia. Tidak heran
apabila produk iPhone terbaru, iPhone 4, terkesan seperti dipaksakan.
Pada dasarnya, Android lebih bersaing frontal dengan iPhone dan bisa
saling berkomplemen dengan BlackBerry. Sementara perusahaan komputer
kondang seperti Acer juga ikut terjun dalam kancah perangkat genggam
pintar Android dengan produknya Acer Liquid. Yang beredar di Indonesia
sejak pameran seluler di Jakarta pada Juli lalu adalah seri Liquid E
yang secara khusus juga dibahas Kompas.
Di dunia mobile, raksasa komputer dari Taiwan ini—yang sebelumnya
merajalela dengan netbook untuk menunjang mobilitas—bertekad bermain
di ranah perangkat genggam pintar. Memang tidak semudah membalik
tangan, tetapi upaya itu sudah memperlihatkan hasil lewat perangkat
Androidnya.
Liquid E
Memang tak banyak yang mengenal produk perangkat genggam dari Acer.
Namun, dalam penampilannya, produk ”pertama” Android ini sudah bisa
disetarakan dengan para pemain kondang lainnya; termasuk beberapa
produk yang pernah ditinjau, seperti Motorola Milestone dan Sony
Ericsson Xperia X10 Mini. Meski menggunakan sistem operasi yang sama,
Liquid E memiliki penampilan yang berbeda.
Liquid yang sudah menggunakan sistem operasi Android 2.1 memiliki
kekhasan, yakni mampu menyinkronisasi dan membuat cadangan
berkas-berkas, kontak, kalender, dan bookmark untuk web. Kontak yang
cepat bukan hanya memudahkan pengguna mengaksesnya, tetapi juga
memungkinkan pengguna menempatkan kontak pada peta Google yang
terkenal.
Kemampuan konektivitas perangkat berlayar lebar VGA (480 x 800 MP) 3,5
inci ini sudah mengagumkan: kecepatan mengunduh dengan HSDPA hingga
7,2 Mbps dan kecepatan mengunggah dengan teknologi HSUPA hingga 2,0
Mbps. Tentu kemampuan ini sangat bergantung pada jaringan operator
yang digunakan. Perangkat ini juga didukung dengan WiFi 802.11 b/g
jika tidak ingin bergantung sepenuhnya pada jaringan seluler.
”Pada Liquid E sudah menggunakan versi Android terbaru dan Acer juga
tergabung di dalam OHA (open handset alliances) Éclair untuk menjaga
kualitasnya,” kata Helmy Anam, Head of Marketing Communications
Department Acer Indonesia, beberapa waktu lalu di Kantor Kompas.
Menurut Husen Halim, kualitas yang diberikan Liquid E ini berbeda
dengan produk-produk Android lainnya; terutama ponsel Android yang
dibuat di China yang lebih mementingkan harga murah semata.
Produk yang dikeluarkan raksasa komputer ini menggunakan prosesor
Qualcomm Snapdragon 8250 768 MHz yang sudah cukup cepat. Pihak Acer
tampaknya masih menerapkan undercloking pada prosesornya, yang
biasanya bisa diset pada 1 GHz, dan memang bottle-neck masih terdapat
pada jaringan komunikasi.
Dengan berat hanya 135 gram, gadget ini menggunakan layar kapasitif
yang sangat mudah dikendalikan dengan ujung jari. Selain layar,
terdapat juga empat tombol sentuh sensitif untuk memilih Home, Back,
Search, dan Menu secara cepat. Perangkat genggam dengan kamera 5 MP
ini memiliki kualitas pengeras suara yang mengesankan untuk
mendengarkan musik, dengan tambahan selot memori penampung microSD
yang mampu digunakan sampai ukuran 16 GB.
Kelebihan dari Android, selain perangkat lunak yang disediakan Acer
sudah beragam, pengguna juga masih dapat memilih dari Android Market
yang menyediakan puluhan ribu aplikasi gratis. Termasuk aplikasi
Islami yang sesuai bagi mereka yang sedang menjalani puasa di bulan
Ramadan ini.
Puluhan aplikasi agamis ini bisa dipilih, mulai dari cara memberi nama
(anak laki-laki atau perempuan) sesuai Islam, seputar Ramadhan, Al
Quran (dan terjemahannya), sampai masalah Islam lainnya. Tentu juga
ada aplikasi untuk agama yang lain, termasuk ungkapan tokoh-tokoh
penting dunia.


http://cetak.kompas.com/read/2010/08/14/03050746/.liquid.menyongsong.hari.akbar

-- 
Salam,


Agus Hamonangan

http://groups.google.com/group/id-android
http://groups.google.com/group/id-gtug
Gtalk  : agus.hamonangan
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke