id-wimax VS id-lte http://goo.gl/k9f9
INILAH.COM, Jakarta - WiMax berkembang dengan cepat dan didukung ekosistem perangkat dongle dan chip yang mencukupi. Di sisi lain, LTE dipertanyakan sehingga operator mulai ragu mengambil risiko untuk membangun layanan. Perkembangan jaringan 3G/3,5G secara signifikan mendukung berbagai macam aplikasi yang membutuhkan bandwidth secara intensif, seperti pemutar audio dan video. Ada dua pilihan akses teknologi nirkabel 4G WiMax dan LTE. Kedua pilihan teknologi ini pada dasarnya memiliki banyak kesamaan. Keduanya menggunakan jaringan akses radio berbasis OFDM dengan dukungan antena MIMO. Tidak hanya itu, jaringan baik LTE dan WiMax menggunakan komponen akses yang sama serta didukung oleh kecepatan lebih dari 50Mbps. WiMax hadir dalam dua bentuk yaitu bergerak dan tetap. Keduanya berkembang dalam teknologi WiFi/ WLAN yang mendukung bandwidth lebih tinggi dalam cakupan lebih dari 30 kilometer. Dengan standar yang diratifikasi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), posisi WiMax sendiri berada di jaringan akses broadband nirkabel untuk aplikasi data. Di sisi lain, LTE berkembang dengan standarisasi 3GPP. LTE merupakan evolusi terbaru dari teknologi yang telah ada yaitu 3G/3,5G yang dimiliki oleh operator seluler. LTE menggunakan pendekatan ‘pusat-suara’ di mana suara masih dianggap sebagai ‘aplikasi pembunuh’ bagi operator seluler. LTE telah mendorong banyak keputusan penting untuk membuat aplikasi suara menjadi lebih baik. Sebagai contoh, LTE telah dirancang untuk bekerja pada spektrum 700 MHz sebagai cara efisiensi pendukung aplikasi suara yang melintas dalam jarak yang jauh dan penetrasi lebih tinggi di dalam gedung. Keberadaan LTE memang masih dalam tahap baru lahir. Meskipun uji coba mulai dilakukan beberapa pihak, lingkup komersial LTE masih sangat terbatas. Di 2010 merupakan masa dimulainya perkembangan LTE secara komersial oleh TeliaSonera di Swedia dan Norwegia. Mereka memperkirakan muncul 20 pengembang lainnya di akhir 2010. Meskipun banyak operator yang melakukan uji coba LTE saat ini, diperkirakan bahwa proses persiapannya akan memakan waktu minimal beberapa tahun (di atas 2012) sebelum mampu melihat penyebaran LTE secara komersial. Teknologi ini perlu didukung dongle data yang mudah tersedia serta smartphone pendukung LTE. Tidak hanya itu, dibutuhkan pula perjanjian interoperabilitas di beberapa operator bagi pengguna roaming. Pada dasarnya, WiMax fan LTE adalah teknologi alternatif yang layak bagi jaringan nirkabel generasi mendatang. Keputusan operator untuk memilih salah satunya berdasarkan pertimbangan bisnis, bukan keputusan teknologi. Salah satu hipotesis yang mendukung sikap operator dengan infrastruktur warisan sedikit dan tidak memiliki legalitas jaringan 2G/3G dapat dengan mudah berpindah ke WiMax sehingga keuntungan dapat segera diperoleh. WiMax telah siap saat ini. Teknologi tersebut dapat berkembang dengan cepat sebagai pendukung ekosistem perangkat yang dinamis, termasuk dongle dan perangkat dengan chip. Kesiapan LTE di sisi lain masih dipertanyakan terutama mengingat bahwa operator harus mengambil risiko terhadap bangunan layanan berbasis LTE. Keputusan Infotel di India yang sangat memvalidasi hipotesis ini, terutama karena masalah biaya, telah memunculkan risiko di pasar India . Di sisi lain, operator dengan legalitas jaringan 2G/3G akan cederung mengunakan jaringan LTE dengan rekomendasi penggunaan 3GPP. “ Ada semacam biaya signifikan terkait migrasi 3G ke 4G meskipun akses teknologi tersebut memang benar-benar harus diubah,” kata alanasis . Pada akhirnya, keberhasilan 4G tidak hanya tergantung pada teknologi tapi bagaimana operator mampu menyediakan perangkat paling fleksibel terkait kepada pelayaan pengguna akhir mereka. [mdr] -- Salam, Agus Hamonangan http://groups.google.com/group/id-android http://groups.google.com/group/id-gtug Gtalk : id.android Follow : @agushamonangan E-mail : [email protected] -- "Indonesian Android Community [id-android]" Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB Moderator: [email protected] Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/azW7 ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
