Kalau saya seh ga mempermasalahkan Twitternya mau buat aplikasi native atau 
ngga untuk masing2 platform
Pengalaman saya pakai beberapa aplikasi 3rd party bersamaan dgn native di PC, 
BB dan Android tetap menunjukkan bahwa tampilan native apps kalah jauh 
dibandingkan 3rd party client
Sekarang kembali ke user saja, mana yg dipilih dan menurut saya masih lebih 
banyak user yg memilih 3rd party client dibanding native salah satunya karena 
tampilan dan mungkin jg fitur2 lain yg ada di 3rd party dibanding native
Buat saya justru dgn adanya native bisa membuat 3rd party developer menjadi 
tertantang dlm mengembangkan aplikasinya krn paling ngga mereka punya gambaran 
apa yg harus diberikan sebagai nilai tambah supaya user mau menggunakan 
aplikasi buatan mereka

[email protected]
Team microSDHC Class 6 @ http://bit.ly/aoU8s0

-----Original Message-----
From: imam wiratmadja <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 10 Sep 2010 02:15:42 
To: [email protected]<[email protected]>; 
<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: abangkis<[email protected]>; [email protected]<[email protected]>; 
Mahendra Suyono<[email protected]>; Muhammad Faried<[email protected]>
Subject: [id-android] WTShare: Indikasi buruk bagi pengembang - data Twitter

Barusan baca ini:
http://blog.twitter.com/2010/09/evolving-ecosystem.html

Twitter  belakangan ini semakin melihat pentingnya memiliki aplikasi native
utk smartphone. Sehingga dibuatlah Twitter for iPhone, Twitter for BB, serta
Twitter for Android. Aplikasi native ini akhirnya mampu berkontribusi, di
tengah dominasi akses melalui twitter dot com dan versi mobilenya (lihat
grafik).

Menurut sy ini bukan indikasi yg baik bagi para pengembang aplikasi. Karena
menandakan msh rendahnya pengetahuan dan keinginan org utk mencoba aplikasi
3rd party.

Padahal ini di kalangan pemakai smartphone loh. Dan, padahal ini dlm akses
trhadap Twitter yang sejatinya dibuat utk jd social network yg bersifat
universal/ multiplatform.

Kenyataan bahwa Twitter merasa perlu utk trlibat membuat apps, ketimbang
berfokus pada peningkatan kapasitas (misalnya), menurut sy bukan arah yg
tepat menuju keterbukaan.

Benarkah cara pembacaan seperti ini? Ada pendapat lain? Bagaimana tmn2
pengembang menyikapinya?

Salam
Imam

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke